
"Tapi aku tidak punya handphone untuk menghubungi mereka? Bagaimana ini?" Kekey nampak berpikir keras.
Sepertinya aku harus meminjam ponsel pria yang menolongku tadi," batin Kekey dan gadis itu lalu berbalik.
Brak
Tak sengaja kakinya kesandung meja hingga mengeluarkan bunyi yang nyaring.
"Siapa itu?!" teriak Sharon dari dalam kamar Rodex lalu bangkit dari duduknya dan beranjak keluar pintu.
"Nona kenapa kau berada di sini?" tanya pelayan Zorro saat mendapati Kekey berada di depan kamar Rodex.
"Sa–ya ingin mencari bibi," sahut Kekey gugup.
"Mari ikut aku!" Pelayan itu langsung menarik tangan Kekey dan mendorongnya masuk ke kamar Zorro yang berada di samping kamar Rodex.
"Siapa di luar?" tanya Sharon lagi sambil celingukan di pintu kamar putranya.
"Maaf permaisuri, tadi saya tidak sengaja menabrak meja ini. Saya hanya ingin mengantarkan minuman ke kamar Pangeran Zorro," jelas pelayan sambil menunduk.
"Oh saya pikir tadi musuh yang mengintai, Lanjutankan langkahmu dan jangan biarkan Pangeran menunggu terlalu lama!"
Tidak ada yang perlu dicurigai tentang Zorro. Anak tiri yang satu itu meskipun tidak banyak bicara, tetapi sejak kecil memang sudah patuh pada Sharon.
"Baik permaisuri."
Sharon mengangguk dan kembali ke dalam kamar putranya.
"Permisi Pangeran! Saya membawakan mu minuman," ucap pelayan.
Zorro yang sedang duduk membelakangi pintu berbalik.
"Masuklah dan ... kenapa membawa dia kemari?" Zorro mengerutkan kening sebab Kekey berdiri di samping pelayan.
Pelayan dan Kekey saling tatap.
"Ah saya mencarimu dan bibi membawa saya ke ruangan ini," jelas Kekey dengan mengulas senyuman termanisnya.
"Lain kali beritahu dulu Bi, jangan biarkan orang lain masuk begitu saja ke kamarku!"
"Baik Pangeran."
"Duduklah!" perintah Zorro sambil menatap ke arah Kekey dan menepuk kasur di sampingnya.
"Baik Pangeran." Kekey menirukan panggilan pelayan terhadap Zorro.
Kekey pun seketika duduk di samping Zorro.
"Ada apa mencariku?" tanyanya kemudian.
"Pangeran ini minumannya." Pelayan menyodorkan nampan dengan cangkir yang tertutup di atasnya.
"Taruh saja dan bibi bisa keluar, jangan lupa tutup pintunya!"
__ADS_1
"Baik Pangeran."
Sebenarnya Kekey takut ditinggal berdua dengan Zorro, tapi apa boleh buat dia harus mencari tahu sesuatu.
"Boleh pinjam ponselnya?" tanya Kekey membuka percakapan.
"Ponsel?"
Kekey mengangguk.
"Apa itu ponsel?"
"Handphone, atau telepon," jelas Kekey.
Zorro masih tidak bisa paham.
"Alat komunikasi jarak jauh," jelas Kekey lagi.
"Telepati?" tanya Zorro lagi.
"Ya, tapi yang saya tanyakan alatnya," terang Kekey lagi.
"Saya tidak punya, memang kau ingin bicara dengan siapa?"
"Tentu saja dengan keluargaku Saya ingin mengabarkan pada mereka bahwa saya masih hidup."
"Hmm." Zorro nampak berpikir.
Sebenarnya Zorro bisa mengembalikan Kekey ke alam manusia, sayangnya dia tidak ingin berpisah terlalu cepat dengan gadis itu sementara Kekey sendiri tidak ingin berlama-lama di tempat itu dan ingin segera memberitahukan apa yang dilihat dan didengarnya tadi pada Henritz dan Valenesh.
"Mengapa terburu-buru? Tinggallah di sini bareng beberapa hari!"
"Tidak saya harus pulang, saya tidak mau semua orang mencari keberadaanku."
"Kau ingin dibunuh oleh Ansel?"
"Maksud Pangeran?" Kekey pura-pura tidak tahu.
"Bukankah Ansel yang mengigitmu hingga pingsan?"
"Saya tidak tahu siapa dia, tapi tiba-tiba saja membawaku ke tempat yang gelap."
"Oh jadi tidak kau tidak mengenalnya?"
Kekey menggeleng lemah. "Tapi yang aku tahu saat hendak menggigitku dia mengeluarkan taring dan tubuhnya dipenuhi bulu," terang Kekey.
"Jelas saja, dia itu adalah manusia serigala yang menyamar menjadi manusia biasa dan dia akan membunuh siapa saja yang mengetahui identitasnya di alam manusia sana."
"Berarti ini bukan alam manusia?" tanya Kekey syok.
"Bukan," jawab Zorro dengan suara datar lalu mengenai cangkir di atas meja lalu membuka tutupnya.
"Darah?" Kekey lebih syok lagi melihat isi dalam cangkir itu adalah darah dan Zorro dengan santainya meminum itu semua sampai tandas.
__ADS_1
"Hoek, hoek." Kekey seketika mual.
Zorro jadi teringat bahwa Kekey belum mengetahui identitasnya. Pria itu berjalan ke arah pintu dan mengawasi keadaan di luar. Dilihat sepi Zorro langsung menggendong tubuh Kekey dan membawa gadis itu ke kastil yang berada di belakang istana kembali.
"Muntahlah di sini!" Zorro menurunkan Kekey. Namun, gadis itu sudah tidak ingin muntah lagi.
"Katakan ini sebenarnya dunia apa? Kenapa kau meminum darah? Oh God! Mungkin benar kata peribahasa, keluar dari kandang harimau masuk kandang singa. Setelah darahku dihisap oleh manusia serigala itu suatu saat nanti giliranmu ya akan menghisap darahku." Kekey langsung berlari dan hendak kabur.
"Kau tidak akan bisa kemana. Menurutlah padaku dan kau akan aman!"
"Tidak, tidak aku harus pergi dari alam ini. Aku bisa mati jika hidup di alam yang tidak sesuai dengan habitatku." Setelah mengatakan itu Kekey langsung berlari keluar.
"Nona tunggu!"
Sementara, di alam manusia Henritz berjingkrak kegirangan melihat tim sepakbola milik Valenesh itu menenangkan pertandingan dengan mengumpulkan poin yang tinggi.
"Andew aku pergi sebentar untuk melihat Valenesh!"
"Silahkan Hen, dan jangan lama-lama, takutnya para pemain ada yang ingin disampaikan padamu."
Sebentar saja hanya ingin mengecek keadaannya!"
"Oke."
Sebenarnya tadi Henritz sudah melihat keadaan Valenesh dan gadis itu sudah sadar. Sayangnya karena ada Anne di tempat itu Henritz langsung menghilang kembali karena tidak ingin orang asing melihat keberadaan dirinya di dekat Valenesh.
Wuusss.
Angin kencang terlihat di sekitar Andrew dan,
Cling.
Kini Henritz sudah berdiri di samping Valenesh.
"Bagaimana keadaanmu Vale?"
"Sudah mendingan Hen dan saya merasa tubuhku lebih bersemangat sekarang ini."
"Wah bagus dong, dan aku sekarang membawa kabar yang akan semakin membuatmu bersemangat."
"Apa itu Hen?"
"Club kita memang lagi," ucap Henritz antusias sambil mendekap erat tubuh Valenes.
"Oh ya temanmu yang menjagamu tadi mana?"
"Sudah pulang katanya ada kepentingan mendadak."
Henritz mengangguk. "Dan Kekey belum kembali?"
"Iya Hen, kok tiba-tiba perasaanku tidak enak ya tentang tuh anak? Jangan-jangan anak yang tidak beres terjadi padanya. Tolong cari dia ya Hen?"
Bersambung.
__ADS_1