KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 38. Bangun Dari Tidur Panjang


__ADS_3

Berbulan-bulan kondisi Valenesh tidak pernah berubah dan Andrew selalu menyarankan agar Henritz menyerah dan melakukan upacara pemakaman saja untuk Valenesh.


Namun, Henritz yang keras kepala tidak pernah mendengarkan saran Andrew kalau itu menyangkut tentang kematian Valenesh. Henritz tidak pernah patah semangat selalu menjaga dan memberikan perawatan terbaik untuk kekasihnya.


"Sudahlah kita pergi saja hari ini untuk mengikuti pertandingan Liga Champions yang terakhir," ucap Henritz tidak ingin membicarakan tentang pemakaman dan *****-bengeknya.


Ya meskipun selama ini Valenesh terbaring tidak berdaya. Semua itu tidak menyurutkan keinginan Henritz untuk menggapai cita-cita Valenesh selama ini.


Selama Valenesh berjuang melawan maut maka selama itu Henritz akan berjuang membawa Starfool ke ambang kemenangan, begitulah yang tertanam di otak Henritz. Sampai saat ini dia tetap tidak percaya kalau Valenesh telah tiada.


Hal itu membuat Andrew begitu sedih dengan keputusan Henritz yang masih bersikukuh untuk merawat Valenesh seperti pasien kritis. Dokter-dokter dari seluruh dunia pun Henritz panggil untuk membuat Valenesh bangkit lagi meskipun hasilnya nihil.


"Baiklah ayo kita pergi sekarang!" ajak Andrew.


"Sebentar kita tunggu Zorro dulu agar Kekey tidak sendirian."


Ya selama ini ketika akan pergi, Henritz selalu memanggil Zorro untuk datang dan pria vampir itu tidak keberatan sebab dengan cara seperti ini dia akan bisa terus dekat dengan Kekey. Buktinya pria ini sudah berhasil mendapatkan hati Kekey.


"Ah baiklah," ucap Andrew lalu duduk kembali.


Tak lama kemudian Zorro datang.


"Kalian sudah akan pergi?" tanya Zorro pada Henritz dan Andrew.


"Ya, bagaimana keadaan istana dan apakah Terex mau kau titipkan kerajaan?"


"Ya dia sanggup untuk menjaga istana selama aku tidak ada di sana." Akhirnya setelah sekian lama meyakinkan, Zorro berhasil membuat Terex sadar dengan kenyataan yang sebenarnya.


"Kalau begitu aku nitip Valenesh jangan Kekey saja yang kau jaga," ucap Henritz yang membuat Kekey dan Zorro sama-sama tertawa.

__ADS_1


"Yasudah kita pergi sekarang, tapi kau sudah siap kan Hen?" Andrew perlu memastikan sebab Henritz hari ini tidak hanya menjadi manager saja melainkan merangkap menjadi pemain.


Lebih tepatnya menjadi penjaga gawang karena penjaga gawang di club Starfool mengalami cidera kaki dan penjaga gawang cadangannya harus menemani sang istri yang sekarat di rumah sakit. Pria itu memilih mengundurkan diri dan membayar denda daripada harus meninggalkan istrinya seorang diri saat berjuang melawan maut dengan kehamilan besar.


"Hmm, siap sih tapi sepertinya aku butuh darah untuk menambah staminaku."


"Apa perlu aku carikan?" Kekey menawarkan diri.


"Tidak ada waktu, ini sudah mepet," ujar Andrew.


"Kalau begitu kau boleh mengisap darahku saja Hen. Aku tidak apa-apa jika ini bisa membuat cita-cita Valenesh terwujud," ucap Kekey pasrah jika itu bisa membuat Valenesh bahagia.


"Tidak boleh, tidak ada pria yang bisa menyentuhmu selain aku," ucap Zorro sambil mengusap bahu Kekey.


"Zorro kumohon!" Tatap Kekey wajah Zorro dengan ekspresi memelas.


"Tapi Henritz adalah saudaramu dan ini demi mewujudkan cita-cita sahabatku."


"Tidak boleh sayang, tidak ada yang boleh menyentuhmu."


"Astaga kalian ini." Andrew hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebucinan Zorro.


"Aku janji Henritz nggak bakal nyentuh aku, aku pakai alat suntik saja," mohon Kekey agar Zorro mengizinkan.


"Sudah-sudah kelamaan, hisap darahku saja!" perintah Andrew sambil menyingkap lengan kaosnya dan mempersilahkan Henritz untuk mengisap darah miliknya.


"Kau yakin Drew, bukankah kamu juga akan pergi?"


"Tidak apa-apa, saya kan hanya menyaksikan, tidak ikut terjun langsung ke lapangan."

__ADS_1


"Tapi–"


"Sudah Hen jangan banyak omong, kita harus berangkat secepatnya. Kalau tidak anak-anak akan seperti ayam yang kehilangan induknya."


"Baiklah akhirnya dengan berat hati Henritz langsung menghisap darah Andrew.


Di saat bersamaan jari-jemari Valenesh bergerak dan wanita itu langsung melepas tabung oksigen di mulutnya.


Tidak ada yang melihat sebab semua fokus pada Henritz yang menggigit Andrew.


"Apa yang kau lakukan Hen?" teriak Valenesh syok dan kecewa karena Henritz telah berani menghisap darah sahabatnya.


Tidak hanya Valenesh, tetapi semua orang juga syok mendengar suara Valenesh yang terdengar secara tiba-tiba.


Mereka semua menoleh.


"Benarkah kau masih hidup Val?" tanya Andrew seakan tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang adalah kenyataan yang sebenarnya.


"Sudah kuduga kau pasti akan bangun Val," ucap Kekey dengan bibir yang tersenyum sumringah.


"Vale?" Segera Henritz berlari ke arah Valenesh dan memeluknya dengan erat.


"Aku kangen Vale, akhirnya kau sadar juga."


"Lepas Hen, aku tidak suka kau bertindak sembarangan pada Andrew." Valenesh menghempaskan tangan Henritz lalu beralih mencopot semua alat kesehatan yang menempel di tubuhnya kemudian berjalan mendekati Andrew.


"Apakah aku tidak sedang bermimpi?" tanya Andrew dengan ekspresi terbelalak tidak percaya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2