KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 29. Menemukan Jejak


__ADS_3

"Baik aku hubungi dia dulu barangkali karena sibuk mencari obat yang belum ditemukan juga Kekey lupa menghubungi kita."


Valenesh mengangguk, dalam hati berharap semoga saja apa yang dikatakan Hendriz itu benar dan Kekey saat ini berada dalam keadaan yang baik dan sehat-sehat saja.


Henritz terlihat mengeluarkan ponsel dari saku celana pendeknya lalu menelepon Kekey. Namun, ternyata ponsel wanita itu tidak aktif.


"Bagaimana Hen?" tanya Valeniesh dengan wajah yang begitu khawatir.


"Tidak tersambung, nomornya tidak aktif."


"Bagaimana ini Hen?" Jangan-jangan sudah terjadi sesuatu yang buruk terhadap diri Kekey."


"Jangan berprasangka buruk dulu Vale, siapa tahu Kekey saat ini sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal sama sekali sehingga panggilan teleponku tidak bisa tersambung."


"Semoga saja, aku pun berharap demikian, tapi kenapa firasatku mengatakan bahwa Kekey saat ini sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja?"


"Itu hanya perasaanmu saja Vale, tenanglah! Saya akan mencarinya. Sebentar! Saya hubungi Andrew dulu, siapa tahu Kekey langsung mendatangi Andrew atau bahkan menghubungi dia lewat telepon."


"Yah cepatlah Hen aku sangat mengkhawatirkannya!"


Segera Henritz memencet nomor Andrew dan berbicara dengan pria itu.


"Bagaimana Hen?"


Henritz menggeleng. "Andrew tidak tahu dan Kekey tidak pernah menghubungi dia selama berada di stadion bahkan sampai sekarang."


"Tuh 'kan Hen apa kataku, pasti terjadi hal buruk pada Kekey."


"Vale tenanglah, kalau kamu berpikiran begini terus kapan kondisi tubuhmu akan kuat? Percayakan padaku dan Andrew, tidak akan terjadi apa-apa dengannya."


Valenesh mengangguk meskipun dalam hati ragu.


"Lebih baik aku kembali ke lapangan lagi, takut para pemain mencariku. Soal Kekey tenanglah! Kalau sampai nanti sore dia belum kembali kami akan segera mencarinya. Kalau mencari sekarang takut-takut kami pergi, eh malah Kekey sampai ke sini."


"Iya juga ya Hen?"


Henritz mengangguk.


"Doakan saja agar sahabatmu itu kembali dalam keadaan baik-baik saja!"


"Itu pasti Hen."


"Oke kalau begitu aku pergi dulu. Eh Kekey pergi bersama siapa tadi pagi?"


"Tuan Ansel."

__ADS_1


"Oke kalau begitu saya akan mencari Tuan Ansel kalau begitu."


Lagi-lagi Valenesh mengangguk.


"Tolong temukan Kekey secepatnya! Jangan sampai Ansel memperlakukan Kekey tidak baik terhadap sahabat saya itu sebab yang saya tahu Tuan Ansel adalah seorang pria yang suka mempermainkan wanita atau playboy. Jangan sampai Kekey terhipnotis dan melakukan apa saja sesuai perintah Tuan Ansel."


"Pasti, sekarang izinkanku mengurusi clubmu dulu. Henritz mencium kening Valenesh lalu berjalan ke arah pintu.


"Pak nitip Valenesh, kalau perlu Bapak telepon teman-teman Bapak untuk ikut menjaga Valenesh dan rumah ini. Masalah gaji bapak tenang saja kami akan memberikan gaji yang sesuai." Henritz merasa keadaan rumah Valenesh sudah tidak kondusif sehingga merasa perlu untuk menambah pengamanan apalagi dirinya akan jarang berada di rumah karena harus mengurus club sedangkan keadaan Valenesh belum stabil.


"Oke siap Tuan. Eh, bagaimana ceritanya Tuan Henritz sudah berada di dalam kamar sedangkan saya yang berjaga di depan pintu tidak melihat Tuan masuk?"


"Saya tadi masuk dari pintu, tetapi karena bapak sedang melamun jadi, tidak sadar kalau saya berjalan di samping Pak satpam."


"Masa sih? Perasaan saya sudah awas tadi dan tidak merenungkan apapun." Pak satpam menggaruk kepalanya bingung membuat Valenesh langsung tertawa.


"Loh kok Nona malah tertawa sih, apa ada yang lucu?" Pak satpam semakin bingung.


"Lucu lah, tingkah pak satpam persis seperti monyet yang kebingungan saat berebut makanan dan tidak kebagian."


"Bagaimana tidak bingung Non, tiba-tiba Tuan Henritz sudah ada di dalam kamar saja."


Henritz mengedipkan mata pada Valenesh.


Pak satpam menggeleng.


"Itu tandanya pak satpam tidak fokus," tukas Valenesh.


"Mungkin saja ya Non."


"Kalau begitu mulai sekarang harus fokus! Jangan sampai tiba-tiba saja penjahat ada di dalam kamar dan membawa kabur Valenesh!" Henritz memperingatkan.


"Baik Tuan."


"Kalau begitu saya pergi dan setelah kembali Valenesh jangan sampai hilang!" Henritz memperingatkan lagi.


"Iya Tuan, iya!"


"Vale aku pergi!"


"Iya Hen."


Henritz melangkah keluar setelah dipastikan Pak satpam tidak melihat tubuhnya, pria itu langsung melakukan teleportasi kembali.


Wussh

__ADS_1


Cling


"Hen!" seru Andrew sambil memukul pundak Hendritz karena pria itu tiba-tiba saja muncul di sampingnya hingga membuat Andrew kaget.


"Ngagetin saja, untung aku tidak punya riwayat penyakit jantung," lanjutnya sedangkan Henritz terkekeh mendengar sahabatnya menggerutu.


"Yuk kita ke lapangan!"


Hendris mengangguk dan dirinya beserta Andrew langsung melangkah menuju lapangan menemui para pemainnya.


Henritz mengucapkan terima kasih atas kerjasama timnya yang begitu kompak dan sportif, tak lupa juga memberikan semangat agar kedepannya timnya semakin solid, sukses dan pastinya selalu memenangkan setiap pertandingan. Henritz juga menekankan pada semua pemain agar jangan emosional dalam menghadapi situasi apapun. Bermain dengan pikiran tenang dan jernih akan lebih mudah untuk meraih kemenangan.


Selesai memberikan motivasi, Henritz pamit pada semua pemain dan mengajak Andrew untuk mencari keberadaan Kekey saat ini.


"Kita akan pergi kemana Hen?" tanya Andrew.


"Kemana saja asal bisa menemukan Kekey," jawab Henritz sekenanya.


"Maksudnya kan harus ada planning Henritz mau cari ke tempat mana gitu?"


"Seharusnya kau tahu tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Kekey, mengapa malah bertanya padaku?"


"Ya ampun Hendritz, itu 'kan kalau Kekey dalam keadaan bersantai. Kalau mencari obat mana aku tahu cari di mana, di rumah sakit begitu?"


"Bisa saja, tapi kata Valenesh dan kata Kekey juga saat menelponku, dia akan pergi bersama Tuan Ansel."


"Oh berarti benar kita harus mencarinya ke rumah sakit."


"Mereka berdua pun mendatangi rumah sakit dan ternyata melihat Ansel sedang duduk santai di ruangannya.


Andrew mengetuk pintu dan langsung mempersilahkan kedua laki-laki di depan pintu itu masuk dan duduk.


"Sejak mendapatkan obat Kekey langsung pulang seorang diri dan saya langsung pergi rumah sakit. Jadi kalau dia belum kembali sampai saat ini saya tidak tahu," kilah Ansel.


"Ya sudah kalau begitu terima kasih," ucap Andrew dengan mengajak Henritz keluar.


"Kita akan mencari di mana sekarang?" tanya Andrew bingung.


Tiba-tiba saja Henritz mengingat akan rumah manusia serigala itu dan dia langsung mengajak Andrew untuk pergi ke sana.


Sampai di rumah tersebut, Henritz tidak sengaja menginjak sesuatu. Penasaran pria itu langsung membungkuk dan meraih benda yang terletak di atas lantai.


"Ponsel, bukankah ini adalah ponsel Kekey?" tanya Henritz kaget.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2