
"Vale bagaimana kalau pernikahan kita langsungkan bulan depan di stadion kita?" usul Henritz.
"Ya ampun Hen kayak nggak ada tempat lain aja pakai stadion segala. Hotel ayah kan ada Hen?"
"Nggak apa-apa biar semua orang tahu bahwa yang menikah adalah Valenesh penggila bola," ujar Henritz lalu terkekeh.
"Ada-ada saja kamu Hen, tapi bagus juga sih. Stadion tempatnya luas dan lebih terbuka. Sepertinya aku setuju dengan ide kamu," ujar Valenesh antusias.
"Oke setuju ya berarti."
Valenesh mengangguk dan Henritz berlalu dari hadapan gadis itu.
"Hen mau kemana?" tanya Valenesh yang melihat Henritz tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya tanpa pamit terlebih dahulu.
Henritz tidak menjawab malah semakin berlari menjauh.
"Hen!" teriak Valenesh.
"Mau kemana dia?" tanya Kekey pada Valenesh dan Valenesh hanya mengendikkan bahu pertanda dia memang tidak tahu.
Valenesh menunduk dengan raut wajah yang kecewa. Baru saja Henritz bertingkah romantis dengan melamar dirinya di hadapan orang banyak, kini pria itu seolah tidak menghargai keberadaan Valenesh.
Kekey, Zorro, dan Andrew hanya memandang kepergian Henritz tanpa berkomentar.
Tidak lama kemudian Henritz kembali dengan berlari ke sisi Valenesh sambil memegang mikrofon.
"Hen, kamu mau ngapain?" tanya Zorro bingung.
"Perhatikan teman-teman semua! Saya minta waktunya sebentar." Suara Henritz terdengar dari dalam mikrofon, menggema ke seluruh penjuru stadion.
__ADS_1
Orang-orang yang tampak mengobral berhenti sejenak dan mengalihkan perhatian pada Henritz sebentar.
Valenesh yang tertunduk akhirnya mengangkat wajah mendengar Henritz bicara lewat mikrofon.
Kekey, Andrew, dan Zorro hanya terpaku di tempat. Apa yang akan dilakukan Henritz selanjutnya tidak bisa mereka tebak.
"Semoga saja dia tidak mengumumkan dirinya adalah seorang vampir, bisa mampus kami," gumam Zorro dan Kekey yang mendengarnya malah terkekeh.
"Kok tertawa sih?" protes Zorro karena Kekey seolah menertawakan dirinya.
"Masih saja otak zero kayak namanya, mana mungkin Henritz membuka kartu di hadapan para manusia, tapi kalau memang dia keceplosan kayaknya lucu deh. Ingin rasanya aku melihat Henritz dan Zorro digebukin oleh para manusia," bisik Kekey di telinga Zorro lalu setelahnya tertawa lepas.
"Dasar manusia tega, sekali lagi memanggilku otak zero maka bisa dipastikan kau tidak akan menginjak dunia manusia lagi!" ancam Zorro sambil memeluk erat tubuh kekasihnya.
"Idih maunya, pokoknya kalau kita menikah nanti aku tidak akan ikut kamu, tapi kamu yang harus ikut aku!" kekeuh Kekey.
"Zorro please! Aku tidak betah hidup di duniamu." Suara Kekey terdengar begitu manja.
"Key suaramu masuk mikrofon. Jangan sampai orang-orang berasumsi macam-macam terhadap pembicaraanmu dengan Zorro." Andrew memperingatkan padahal sebenarnya yang dikatakan Andrew tidaklah benar, hanya saja Andrew ilfeel melihat keduanya yang selalu menunjukkan kemesraan di hadapannya.
"Tidak tahu saja mereka berdua rasanya orang jomblo melihat kemesraan sepasang kekasih. Rasanya aku ingin bakar sepatu sekarang juga," kesal Andrew.
Mendengar peringatan Andrew, Kekey langsung bungkam. Dalam hati ketar-ketir kalau sampai orang-orang benar-benar tahu bahwa Zorro adalah seorang vampir.
"Oh God maafkan aku, aku tadi hanya bercanda." Kekey mengingat perkataannya yang ingin melihat Zorro dan Hendritz dikeroyok oleh massa. Itu hanya gurauan saja dan sebagai seorang kekasih dari Zorro, dia tidak ingin itu menjadi kenyataan.
"Dengan ini saya mewakili saya sendiri dan Valenesh, juga Zorro adik saya beserta Kekey teman Valenesh, calon istri saya. Saya ingin mengundang kalian semua pada acara pernikahan kami berempat di stadion Starfool pada tanggal 12 bulan depan!" Suara Henritz yang begitu jelas membuat Valenesh, Kekey, Zorro dan Andrew tercengang sedangkan orang-orang menyambut pengumuman dari Henritz dengan antusias dan memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Gila kamu Hen, bisa habis kekayaan Valenesh kalau begini. Berapa ribu orang yang kamu undang?" Andrew tidak habis pikir dengan ide gila Henritz yang bisa membuat Valenesh bangkrut.
__ADS_1
"Sudah nggak apa-apa Drew, lagian semua orang belum tentu bisa datang, bukan? Mereka datang dari berbagai negara dan punya kesibukan masing-masing, tidak mungkin juga menyempatkan datang hanya karena kami akan menikah," lirih Valenesh sebab takut suaranya masuk ke dalam mikrofon.
"Wah terima kasih kakak ipar, kau dan Kak Henritz juga memberikan fasilitas agar kami juga bisa menikah," ucap Zorro begitu bersyukur.
"Maumu," protes Kekey.
"Tapi kamu setuju nggak Key kalau kau juga akan menikah dengan Zorro? Kalau kamu belum siap tidak apa-apa kalau diundur dulu," saran Valenesh takut Kekey syok dengan rencana Henritz yang begitu cepat.
"Aku setuju sih Val." Jawaban Kekey membuat Zorro tersenyum penuh kemenangan.
"Tuh kan kamu juga kebelet nikah," bisik Zorro membuat pria itu mendapat cubitan di pinggang dari Kekey.
"Aduh sakit tahu sayang," ringis Zorro lalu keduanya tertawa-tawa.
"Hmm, kayaknya hubungan Valenesh dengan Henritz tak selebay kalian deh," ujar Andrew jengah lalu meninggalkan tempat.
"Drew!" panggil Valenesh.
Andrew berbalik.
"Iya Val?"
"Kalau kamu punya pasangan bisa juga kita nikah barengan," usul Valenesh.
"Tidak usah Val, bulan depan bukan tanggal baik pernikahan untukku," ujar Andrew sambil terus melanjutkan langkahnya.
"Hmm kasihan dia, sepertinya dia kesal karena jomblo sendiri," ujar Zorro sambil menatap punggung Andrew yang berlalu.
Bersambung.
__ADS_1