KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 26. Terjebak di Dunia Vampir


__ADS_3

Setelah itu Ansel langsung menghilang.


Suasana hitam dan pekat menyelimuti saat Kekey mencoba membuka mata. Gadis itu merasakan tubuhnya seperti ringan dan tidak memiliki kekuatan walaupun hanya untuk berdiri saja.


Tengkuknya terasa kebas dan sakitnya menusuk bagaikan tergores parang yang tajam.


"Ah apa yang harus aku lakukan?" tanya Kekey dalam hati.


"Adakah di sini orang yang bisa menolongku?" lirihnya sambil terus meraba-raba dalam hitam pekat yang terbentang di sepanjang matanya memandang.


Kekey merangkak mencari arah pintu. Namun, berjam-jam tidak menemukan arah keluar jua.


"Kenapa tidak ada walau hanya setitik cahaya di tempat ini?" Kekey terus merangkak. "Ah apakah aku mampu bertahan?" Dia mulai ragu pada dirinya sendiri. Rasa sakit yang mendera dan rasa haus yang tiba-tiba datang membuat tubuhnya semakin tak berdaya.


"Ah, ponselku." Di saat rasa putus asa mulai menyergap, ada secercah harapan yang membuatnya sedikit bisa bernafas lega di ruangan yang minim oksigen itu.


"Aku akan menelpon Henritz atau Andrew." Senyumnya mulai merekah.


Segera Kekey merogoh saku celana jeans-nya dengan harapan yang besar.


Namun, wajahnya berubah pucat kala tidak mendapati benda yang dicarinya itu.


"Mana mungkin terlepas begitu saja? Tidak! Ponselku pasti masih berada di daerah sini. Aku harus mencarinya dan menghubungi Andrew secepatnya. Kalau tidak aku akan mati sia-sia di tempat ini."


Kekey menggerakkan tangannya dengan gusar mencari keberadaan ponsel yang mungkin saja tercecer di lantai hingga tangannya menyentuh sebuah sepatu dan gadis itu langsung syok.

__ADS_1


"Tuan Ansel?" Tubuhnya gemetar hebat dan mulai tidak bisa lagi mengendalikan diri. Ansel pasti kembali untuk memastikan dirinya sudah mati atau belum.


"Kali ini benar-benar akan tamat riwayatku," batin Kekey dan peluh dingin mulai mengucur dari seluruh tubuhnya. Dia benar-benar takut membayangkan tubuh Ansel seperti tadi meskipun hanya melihat dalam keadaan gelap.


Bruk.


Tubuh Kekey ambruk ke lantai dan pingsan. Seorang pria yang sepatunya disentuh oleh Kekey tadi berjongkok. Mata merahnya menyala sehingga sedikit memberikan penerangan dalam ruang yang gelap gulita itu.


"Wanita ini masih hidup," ucapnya sambil memeriksa denyut nadi Kekey yang masih berfungsi.


"Kenapa gadis ini berada di dalam rumah persembunyian Ansel? Ah, sudahlah lebih baik aku selamatkan dia dulu."


Pria itu langsung menggendong tubuh Kekey dan membawa tubuh wanita itu melayang-layang di udara.


Tidak lama kemudian mereka berdua berada di dalam sebuah kastil tua yang berada di belakang istana.


"Sst, bibi jangan berisik! Dia adalah vampir wanita yang membutuhkan pertolongan."


"Baik Pangeran."


"Jangan sampai ibu dan kedua saudaraku tahu dan tolong carikan wanita ini tabib tanpa sepengetahuan mereka," pesannya lagi.


"Baik pangeran, kalau begitu saya permisi dulu!"


"Keluarlah dan tolong kunci kamarnya!"

__ADS_1


"Iya pangeran."


Pria itu mengangguk dan langsung merebahkan tubuh Kekey di atas ranjang besar yang terbuat dari besi dengan kasur yang sangat empuk.


"Baik-baik di sini saya tinggal sebentar!" ucap pria itu meskipun tahu Kekey masih dalam keadaan pingsan.


Beberapa saat kemudian pria itu datang bersama pelayan tadi dan seorang tabib wanita.


"Bibi hebat, secepat ini bisa membawa tabib. Bisa diandalkan," ucap pria itu memuji pelayan pribadinya.


"Karena tabib ini baru saja memeriksa pangeran Terex."


Zorro nama vampir pria itu menatap mata tabib dengan perasaan siaga.


"Pangeran tenang saja dia bisa menjaga rahasia. Sengaja saya membawa dia ke sini sebab jika memanggil tabib lain dari luar bisa membuat banyak orang menjadi curiga."


"Tenanglah saya datang ke istana ini untuk mengobati yang sakit bukan untuk menjadi mata-mata," tambah tabib itu yang kini sudah duduk di dekat Kekey.


Zorro mengangguk.


"Pangeran, sepertinya dia dari golongan manusia. Apakah Tuan yakin akan menolongnya?"


Zorro terbelalak begitupun dengan pelayanannya, kemudian mata pria itu menatap Kekey inten.


"Obati dia! Sembuhkanlah dia! Siapa tahu suatu saat nanti dia bisa kami manfaatkan! Sepertinya dia mengenal Ansel!" Zorro tersenyum licik.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2