
"Kalau begitu sekarang juga kalian pergi ke istana vampir dan cari tahu siapa di antara kedua orang itu yang berkhianat pada kita!"
"Baik Tuan."
Ansel langsung menutup panggilan tanpa mau mendengarkan respon dari anak buahnya terlebih dahulu
"Brengsek! Aku harus ke istana," tekad Henritz. Selain ingin mencari keberadaan Kekey sekarang misinya juga ingin mengetahui siapa diantara saudaranya itu yang bekerja sama dengan Ansel si manusia serigala walaupun dugaan kuat sudah pada Rodex dan Terex.
Henritz langsung menghilang dan muncul dalam istana.
Sampai di depan istana dia melihat Kekey yang kebingungan. Sepertinya gadis itu tidak menemukan arah jalan pulang dan juga bersembunyi dari Zorro.
"Hei mau kemana kau!" teriak Henritz membuat Kekey langsung berlari karena menganggap suara itu adalah suara Zorro.
"Key mau kemana?" Henritz menangkap tangan tangan Kekey.
"Biarkan aku pergi, aku tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Sudah kukatakan ini bukan habitatku," ucap Kekey tanpa melihat wajah Henritz.
"Aku tahu, tapi mengapa kau bisa ada di sini Key?"
__ADS_1
Mendengar namanya disebut Kekey langsung mendongak.
"Henritz?" Wanita itu kaget bercampur senang.
"Apa yang terjadi padamu sehingga menghilang begitu saja dan tiba-tiba ada di sini?"
"Hen apakah kau vampir?" Kekey tidak menjawab pertanyaan dari Hendritz malah bertanya balik.
"Menurutmu?" Henritz ingin Kekey menyimpulkan sendiri.
"Semoga saja tidak, tapi pria yang menolongku ... aku melihat pria itu meminum darah. Jadi, aku menyimpulkan ini adalah alam vampir."
"Sayangnya dugaanmu benar, aku adalah seorang vampir." Henritz ingin agar tidak ada yang ditutupi lagi, toh Kekey adalah sahabat terbaik Valenesh selain Andrew.
"Hen kau bercanda, 'kan?" tanyanya tidak percaya.
"Apa kata Valenesh jika dia tahu kekasihnya adalah seorang vampir?" Kekey tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Valenesh nantinya.
"Jangan khawatir Key dia sudah tahu semuanya."
__ADS_1
"Apa? Jadi–"
"Ya Valenesh sudah tahu dari awal bahwa aku adalah seorang vampir dan dia mengatakan tidak masalah menjalin hubungan denganku selama aku tidak mencuri kantong darah sembarangan dan meminum darah manusia tanpa izin. Bahkan bukan hanya Valenesh yang tahu, melainkan Andrew juga."
"Jadi selama ini kalian merahasiakan itu semua dariku? Aku tidak menyangka kalian akan setega ini."
"Maaf karena aku berpikir semakin sedikit yang tahu maka posisiku akan semakin aman dan sayangnya aku tidak bisa merahasiakan semuanya pada Andrew karena dia melihat langsung saat aku menghilang dan tiba-tiba kembali begitu saja. Sekarang kau juga sudah tahu, tapi jangan sampai kau ceritakan pada orang lain, aku mohon!"
"Baik Hen."
"Oh ya siapa yang menolongmu dan mengapa kamu tidak kembali bersama Ansel?"
"Seorang vampir pria yang suaranya mirip denganmu dan memang benar Tuan Ansel yang hampir membunuhku. Hen ternyata dia bukan manusia biasa melainkan manusia serigala. Dia menggigitku hingga hampir mati. Untunglah orang yang menolongku itu membawakan tabib untukku."
"Maksudmu Zorro?" tanya Henritz. Jika para vampir mengatakan wajah Henritz mirip dengan Terex maka soal suara mereka mengatakan lebih mirip dengan Zorro.
"Aku tidak tahu siapa dia dan itu tidak penting bagiku. Aku ada informasi penting untukmu. Kau dan Valenesh dalam keadaan bahaya karena Ansel dan kedua anak dan ibu yang ada di dalam salah satu kamar sudah bekerjasama dengan Ansel untuk membunuhmu."
"Aku tidak akan mati selama Valenesh masih bersamaku," ucap Henritz tanpa sedikitpun gentar.
__ADS_1
Ini bukanlah kisah cinta yang sudah terikat sehidup semati. Namun, selama Valenesh masih menyuplai darah murninya untuk Henritz selama itu Henritz tidak dapat dimusnahkan, bahkan jika dia mati akan bangkit kembali dengan kekuatan dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Bersambung.