KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
LATIHAN PEDANG


__ADS_3

keesokan harinya Xiao Fei memutuskan untuk tidak latihan di halaman paviliunnya, melainkan di tempat pelatihan pedang utama, di kediaman jendral Xiao. Saat tiba di tempat itu, terlihat banyak pengawal yang sedang berlatih pedang dengan cara bertarung satu sama lain. Xiao Fei pun langsung menghampiri mereka sambil membawa pedangnya


" Hei kalian, ayo latihan denganku ! " kata Xiao Fei


para pengawal langsung terkejut ketika menyadari kehadiran Xiao Fei, dan langsung memberi hormat padanya


" Salam nona muda ! " kata mereka serempak sambil membungkuk


" Bagunlah, aku datang kesini untuk latihan, jadi salah satu dari kalian maju dan jadi lawan bertarung ku " kata Xiao Fei


para pengawal saling melirik satu dengan yang lain, dan tidak ada yang berani maju untuk bertarung dengan Xiao Fei


" Apa nona yakin ingin. bertarung dengan salah satu diantara kita, bukankah tubuhnya sangat kecil jika dibandingkan dengan tubuh kita, kalau begitu jangankan kalah saat beradu pedang, mungkin satu pukulan bisa membuatnya pingsan ! " kata seorang pengawal

__ADS_1


" Hei, kau terlalu meremehkan nona, apa kau tidak ingat cerita mengenai insiden selir dan anaknya ! "


" Iya, benar !. aku dengar selir dan anaknya disiksa habis - habisan, setelah itu kepala mereka langsung dipenggal ! "


jawab pengawal yang satu, dan diikuti oleh pengawal lainnya.


beberapa menit berlalu, dan Xiao Fei Sudah mulai merasa bosan. Ia kemudian mengangkat pedangnya, lalu menunjuk kepala pengawal untuk maju dan bertarung dengannya


" Paman, ayo maju dan bertarung denganku ! " kata Xiao Fei


" Paman, ini adalah perintah dariku, jika menolak maka akan dianggap melawan jendral Xiao ! " kata Xiao Fei


Mendengar itu kepala pengawal pun hanya bisa mengalah dan maju ke depan untuk menjadi lawan bertarung Xiao Fei. Keduanya pun memberi hormat, bersiap untuk bertarung. Namun sebelum pertarungan dimulai kepala pengawal memberitahu Xiao Fei agar berhati - hati

__ADS_1


" Berhati - hatilah dalam menggunakan pedang, nona. Saya tidak mau anda terluka. jika dalam pertarungan anda merasa sakit atau lelah, tolong beritahukan kepada saya untuk berhenti ! " kata kepala pengawal


Xiao Fei tersenyum mendengar perkataan kepala pengawal, karena dia tahu kalau kepala pengawal itu tulus mengkhawatirkannya


" Hehehe, tenang saja paman " jawab Xiao Fei sambil tertawa kecil


keduanya pun sudah siap untuk bertarung. Kepala pengawal langsung menyerang Xiao Fei, namun tidak dengan kekuatan penuh. Ia mengira kalau Xiao Fei dapat menangkis semua serangan pedangnya dengan mudah


" Apa ini, ternyata dia tidak lemah sama sekali. Aku pikir dengan satu serangan, dia akan langsung menyerah, tapi dia malah dapat menangkis semua serangan ku dengan sangat mudah ! " batin kepala pengawal


" Apa aku tidak salah lihat ?! " nona besar bisa menangkis semua serangan kepala pengawal dengan mudah ! " kata seorang pengawal dengan ekspresi tidak percaya


" kau tidak salah lihat, karena kami semua juga melihatnya. Nona besar memang dapat menangkis semua serangan dari kepala pengawal. Satu hal yang lucu adalah kita semua tidak mau menjadi lawannya karena mengira dia lemah, tapi setelah melihat ini, aku pikir jika salah satu dari kita maju dan bertarung dengannya, maka kita akan kalah ! " kata pengawal yang lain dan di angguki oleh pengawal yang lain

__ADS_1


" Ayolah paman, aku tidak akan terluka, jadi jangan tahan kekuatanmu. Aku jadi merasa kalau kau tidak berniat untuk latihan denganku ! " kata Xiao Fei


BERSAMBUNG


__ADS_2