
Kaisar Han kemudian menyuruh putera mahkota untuk meninggalkan dia dan Jenderal Wei sendirian. Setelah putera mahkota keluar dari ruangan itu, Kaisar Han langsung menatap Jenderal Wei
" Cepat ceritakan padaku apa yang terjadi saat kalian mencari bunga Gold White Lotus !, dan mengapa puteraku jadi seperti itu ? " tanya Kaisar Han
" Lapor yang mulia, saat kami pergi ke hutan iblis, untuk mencari bunga itu, kami diserang oleh banyak beast. Putera mahkota bahkan sampai terluka karena serangan dari salah satu beast disana. Saya dan pengawal pribadi putera mahkota tidak sempat mengobati luka beliau, karena kami tiba - tiba diserang oleh para pembunuh bayaran. Jumlah para pembunuh itu cukup banyak, kami bahkan dibuat kewalahan, tapi untungnya ada seorang wanita yang datang menyelamatkan kami. Wanita itu dapat membunuh para pembunuh bayaran dengan mudah, dia juga yang menyembuhkan luka putera mahkota ! " jawab Jenderal Wei.
" Seorang wanita ?, tapi bagaiman bisa ?, yang ku tahu, puteraku itu tidak pernah membiarkan seorang wanita mendekati, apalagi menyentuhnya ! ? " Tanya kaisar Han
" Itu benar yang mulia, namun wanita kali ini berbeda !, putera mahkota bahkan ingin berbicara berdua dengannya ! " jawab jenderal wei
" Puteraku membiarkan seorang wanita mendekatinya ?, bagus. Ternyata masih ada harapan bagiku untuk memiliki seorang cucu ! " kata kaisar han dengan semangat
" Ngomong - ngomong, bagaimana dengan para pembunuh itu ?, apa kalian sudah tahu siapa dalangnya ? " lanjut kaisar Han
" Soal itu, tadi saat wanita itu menginterogasi ketua pembunuh bayaran, saya mendengar kalau.... " jenderal wei menjeda perkataannya kemudian melirik kaisar Han
" Cepat katakan ! " perintah kaisar Han
__ADS_1
" S - saya mendengar ketua pembunuh bayaran itu berkata kalau selir agunglah yang menyuruh mereka ! " jawab jenderal wei gugup
" Wanita sialan itu.... Pengawal, cepat selidiki semua kejahatan yang dilakukan oleh selir agung ! " perintah kaisar Han
Para pengawal itu pun langsung pergi untuk menyelidiki kejahatan selir agung, dan tak perlu waktu lama untuk mendapatkan bukti, karena mereka langsung menemukan setumpuk surat di kamar selir agung, yang isinya adalah perintah untuk membunuh putera mahkota.
Para pengawal langsung membawa surat - surat itu, dan memberikannya kepada kaisar Han. Kaisar Han menjadi murka setelah membaca semua surat itu
" Pengawal !, cepat bawa selir agung ke hadapanku ! " perintah kaisar Han
Para pengawal pun langsung pergi untuk membawa selir agung sesuai perintah kaisar Han. Beberapa saat kemudian, selir agung datang sambil di , ikuti oleh para pengawal suruhan kaisar. Selir agung belum mengetahui alasan kaisar Han memanggilnya, karena para pengawal tidak memberitahunya
" Ada perlu apa yang mulia memanggil saya ! " lanjut nya
Brakkk, kaisar memukul meja yang ada dihadapannya
" Beraninya kau mencoba untuk membunuh putera mahkota ! " Kata kaisar yang semakin murka
__ADS_1
" I - itu t - tidak benar yang mulia, itu pasti fitnah !, hamba tidak mungkin melakukan itu ! " jawab selir angung dengan air mata buaya, namun sebenarnya ia merasa sangat takut karena kejahatannya sudah di ketahui
" Fitnah ?, lalu apa ini ! " teriak kaisar sambil melempar surat - surat tadi ke wajah selir agungg
" I - ini tidak yang mulia, bukan hamba yang menulis ini ! " jawab selir agung yang semakin takut
" Surat ini di temukan di kamarmu, dan kau masih mau mengelak ! " kata kaisar Han
" pengawal seret selir agung ke penjara !, besok aku sendiri yang akan meksekusi nya ! " lanjut Kaisar Han
" Tidak, tidak, tidak yang mulia, tolong jangan hukum hamba, hamba mengaku salah, maafkan hamba yang mulia ! " mohon selir agung yang sedang di seret oleh pengawal
Keesokan harinya kaisar sudah menyiapkan pedangnya untuk mengeksekusi selir agung. Ia kemudian pergi ke penjara sambil diikuti beberapa pengawal. Sesampainya di penjara, kaisar Han menyuruh penjaga di sana, untuk membuka pintu sel milik selir agung.
Didalam sel itu, terlihat selir agung yang sedang duduk dilantai dengan baju compang camping, dan raut wajah yang putus asa. Ia kemudian menatap kaisar sekali lagi untuk memohon pengampunan, tapi kaisar Han tidak menghiraukannya. Kaisar Han kemudian mengangkat pedangnya, kemudian langsung menebas leher selir agung.
" Pengawal !, bawalah jasad selir agung dan makamkan di makam umum, karena dia tidak dianggap sebagai anggota kerajaan ! " kata kaisar Han sambil berjalan keluar dari penjara
__ADS_1
BERSAMBUNG