
Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Xiao Fei. Awalnya, beberapa orang yang tidak suka dengan Jenderal Xiao, ingin memamfaatkan kesempatan itu untuk memarahi Xiao Fei dan mempermalukan Jenderal Xiao, namun mereka tak ada yang berani bicara, karena ketika Xiao Fei baru sekali melangkahkan kakinya, seluruh ruangan langsung dipenuhi oleh aura yang mencekam. Xiao Fei tidak mempedulikan orang - orang disekitarnya. Ia terus berjalan, dan berhenti tepat didepan kursi yang diduduki oleh Jenderal Xiao
" Salam, Jenderal ! " kata Xiao Fei, dingin dan tidak membungkuk sedikitpun
Jendera Xiao kembali merasa sedih mendengar perkataan Xiao Fei yang dingin, apalagi Xiao Fei memanggilnya dengan sebutan Jenderal. Namun ia tetap memasang ekspresi tegas, karena tidak mau terlihat lemah di hadapan keluarganya
" Ehem, kau seharusnya sudah tahu mengapa aku memanggilmu kesini bukan ?! " kata Jenderal Xiao
" Bawa dia masuk ! " perintah Jenderal Xiao
Dan dari arah pintu, terlihat Xiao Yi yang digendong oleh beberapa pelayan. Beberapa orang merasa prihatin melihat kondisi Xiao Yi, namun ada juga yang merasa senang, karena mereka memang tidak menyukainya
" Cih, bukankah makeup mu terlalu berlebihan, aku tidak memukuliku sampai separah itu ?! " batin Xiao Fei
Para pelayan kemudian meletakan tubuh Xiao Fei di sebuah kursi yang sudah disediakan untuknya. Saat tubuhnya diletakan, Xiao Yi berpura - pura merasa kesakitan, yang membuat orang lain menjadi semakin prihatin
" Hueek, aktingmu membuatku ingin muntah ! " batin Xiao Fei
__ADS_1
" Kasihan sekali putri kedua, putri pertama sangat kejam ! " kata seorang wanita
" Cih, tidak perlu dikasihani. Itu mungkin karma untuknya karena selalu bersikap sombong kepada kita selama ini " jawab wanita lainnya
" Kau lihat sendiri kondisinya itu. Xiao Yi bilang kalau kau mematahkan kedua tangan dan kakinya saat dia pergi ke paviliunmu, hanya karena pelayannya memukuli pelayan pribadimu !. Apa itu benar ?! " tanya Jenderal Xiao, tegas
" Itu benar " jawab Xiao Fei
Xiao Yi tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban Xiao Fei
" Xiao Fei. Kau adalah putri pertamaku, tapi tidak kusangka kau akan memperlakukan adikmu seperti itu ! " kata Jenderal Xiao, mulai marah
" Apa yang kau tertawakan ?! " tanya Jenderal Xiao
" Heh, Aku kira kau adalah jenderal yang bijaksana, tapi ternyata aku salah ! " kata Xiao Fei
" Apa maksudmu ?! " tanya Jenderal Xiao
__ADS_1
" Cih, kau hanya mendengar ceritanya dan langsung percaya, dan tidak menyelidiki terlebih dahulu. Apa kau pikir kalau aku bilang jika ceritanya benar maka langsung membuktikan bahwa aku bersalah ?! " kata Xiao Fei
" Jadi, maksudmu aku berbohong ! " teriak Xiao Yi, tanpa sadar
" Tidak juga, lebih tepatnya kau mengarang sebagian ceritanya ! " jawab Xiao Fei
" Kalau begitu, ceritakanlah kejadian sebenarnya ! " perintah jenderal Xiao
Amarah Xiao Fei mulai bangkit lagi. Namun ia tetap memaksakan diri untuk menahannya, selagi menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Jenderal Xiao
" Singkat saja. hari itu pelayanku terluka karena dipukuli oleh pelayan Xiao Yi. memang benar aku membalaskan dendam pelayanku, tapi, aku membalaskannya kepada pelayannya, bukan kepadanya. Aku rasa tidak masalah jika aku membunuh pelayannya kan ?! " kata Xiao Fei
" Tapi Xiao Yi berkata kalau kau mematahkan kedua tangan dan kakinya, apa itu juga bohong ?! " tanya Jenderal Xiao
" Tidak, dia memang benar " jawab Xiao Fei
" Lalu kenapa kau masih mengelak ! " marah Jenderal Xiao
__ADS_1
BERSAMBUNG