
Xiao Fei perlahan membuka matanya namun ia hanya bisa melihat ruangan berwarna hitam mengelilingnya.
tiba - tiba munculah banyak orang di hadapan Xiao Fei. Orang - orang itu terbagi menjadi dua kelompok. Masing - masing berada di sisi yang berbeda.
Di sisi kanan Xiao Fei terdapat banyak orang yang membawa pedang, tombak obor dan banyak perlengkapan perang lainnya. Sedangkan disisi kirinya terdapat banyak makhluk aneh, namun mereka terlihat sangat damai, saling bermain, dan bercanda bersama layaknya sebuah keluarga.
Orang - orang disisi kanan kemudian berlari lalu menyerang, dan membunuh orang disisi kiri. Orang - orang yang berada disisi kiri pun berusaha menyerang, namun usaha mereka gagal. Alhasil mereka mendapat banyak luka disekujur tubuh mereka. Meski begitu, mereka tetap berusaha untuk melawan.
Xiao Fei merasa marah melihat kelicikan orang - orang disisi kanan, yang menyerang lawan saat mereka tidak mempunyai persiapan. Ia ingin membantu, namun ketika ia mencoba memukul seorang pria yang ingin membakar perumahan yang ada disana, tapi saat memukul pria tersebut tangan Xiao Fei malah menembus tubuh pria itu seperti hantu. bahkan pria itu tidak melihatnya sama sekali.
" Apa yang terjadi, kenapa aku tidak bisa menyentuh mereka ? " batin Xiao Fei.
Akhirnya Xiao Fei hanya bisa diam, dan menyaksikan peperangan yang terjadi di hadapannya. Ia sangat ingin membantu, namun tak ada yang bisa ia lakukan. beberapa kemudian, peperangan mendadak berhenti.
Xiao Fei bertanya - tanya, apa yang membuat peperangan itu berhenti. Ia terus mencari penyebabnya, hingga pandangannya tertuju pada bukit yang ada di tengah medan perang. Di sana terlihat seorang pria dengan wajah tampan, namun terlihat tegas dan berwibawa. Pria itu sedang memeluk seorang wanita yang sangat cantik, yang sedang menggendong sorang bayi. Wanita itu terlihat sedang menangis, sambil menatap bayi tersebut.
Xiao Fei terus menatap wanita itu, kemudian menangis.
__ADS_1
" Sial, kenapa aku menangis, siapa sebenarnya wanita itu ?, kenapa wajahnya terlihat mirip denganku ?, dan kenapa hatiku terasa sangat sakit ketika melihat ia menangis ? " gumam Xiao Fei sambil mengusap air matanya.
Xiao Fei kembali menatap pasangan didepannya, yang terlihat seperti sedang berbicara kepada bayi mereka. Setelah mereka selesai bicara, tubuh bayi tersebut berubah menjadi cahaya, kemudian terbang ke langit dan menghilang.
Pria dan wanita itu pun saling memandang dengan tatapan penuh kasih sayang. Mereka pun berpelukan, dan perlahan lahan tubuh mereka mulai berubah menjadi kelopak bunga.
" TIDAAAK " teriak Xiao Fei sambil berlari kearah pasangan itu. Xiao Fei terus berlari. Ia tak peduli meskipun kakinya sudah berdarah karena menginjak, dan tersandung benda - benda tajam yang ada disana.
Tubuh pria dan wanita itu semakin memudar, digantikan dengan kelopak bunga.
" Tidak, tidak, berhenti !, kumohon jangan pergi ! " teriak Xiao Fei yang masih berlari.
Kini mata Xiao Fei penuh dengan kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan yang sangat besar. Hatinya terasa sangat sakit ketika melihat pria dan wanita itu menghilang. Meskipun ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya
Xiao Fei kemudian Berlutut di bukit itu, tepatnya ditempat pria dan wanita tersebut berpelukan. Tes, tes, bunyi Air mata Xiao Fei yang menetes ditangannya.
Tiba - tiba munculah seorang pria di hadapan Xiao Fei, meskipun wajahnya tidak kelihatan, namun suaranya masih bisa didengar.
__ADS_1
" Hahaha, kini pengganggu itu sudah musnah dari dunia ! " kata orang itu dengan sombong disertai dengan tawanya.
pandangan Xiao Fei mulai kabur. semua di hadapannya perlahan mulai menghilang, dan hanya terdengar kata terakhir dari pria itu
" Mereka sudah mati ! " kata pria itu.
" Tidakkkkkkk ! " teriak Xiao Fei yang terbangun dari tidurnya.
" Hah, syukurlah itu hanya mimpi, tapi kenapa rasanya sangat nyata ? " lanjut Xiao Fei.
" Nona !, apa yang terjadi, mengapa anda menangis ? " tanya ara, yang menerobos masuk ke kamar Xiao Fei.
" Aku hanya mimpi buruk. Tapi bagaiman kau bisa sampai kemari ? " tanya Xiao Fei.
" Soal itu, saya mendengar teriakan anda, jadi saya segera mencari asal teriakan, dan menemukannya di sini ! " jawab Ara.
" Baiklah, kau keluarlah dulu. Aku akan turun untuk mengajarimu beberapa saat lagi. Saat ini aku ingin menenangkan pikiranku ! " kata Xiao Fei sambil memijat pelipisnya.
__ADS_1
" Baiklah, nona " jawab Ara, lalu meninggalkan kamar Xiao Fei.
BERSAMBUNG