KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
JALAN - JALAN


__ADS_3

" Oh " kata Xiao Fei dengan raut wajah kecewa.


" Kalian kembalilah kedalam ruang dimensi, aku ingin bersiap untuk turun dan menemui Ara ! "


" Sebaiknya bersihkan dulu dirimu, wajahmu terlihat seperti monster " kata Wolfy degan nada mengejek.


" Dasar, beraninya kau menyebutku monster ! " teriak Xiao Fei


Para beast yang lain hanya tertawa melihat tingkah Xiao Fei saat itu, karena dia terlihat sangat imut dimata mereka. Xiao Fei meras kesal. Ia kemudian mengejar para beast mengelilingi kamarnya, hingga akhirnya ia berhasil menangkap Wolfy.


Xiao Fei ingin memukul Wolfy, namun sebelum ia mengangkat tangannya, Wolfy menjulurkan lidahnya kearah Xiao Fei, kemudian menghilang dalam sekejap, yang berarti ia sudah masuk kembali kedalam ruang dimensi.


" Haaa, para beast itu benar - benar membuatku kelelahan. Kelihatanya aku harus memembersihkan diri, tubuhku banyak keringat karena berlari ! " gumam Xiao Fei


Xiao Fei kemudian membersihkan diri, setelah itu ia menggunakan hanfunya, lalu turun kebawah untuk menemui Ara.


Diruang tamu, terlihat Ara sedang duduk di sofa, degan raut wajah khawatir. Xiao Fei yang melihat itu, langsung menghampiri Ara.


" Selamat Pagi ! " kata Xiao Fei


Ara langsung kembalikan wajahnya menatap Xiao Fei. Air matanya sudah mulai menetes. Ia kemudian berdiri, dan langsung berlari memeluk Xiao Fei sambil menangis.


" Hu hu hu, nona syukurlah, anda baik - baik saja. Saya merasa sangat khawatir, karena nona tidak keluar dari tadi ! " kata Ara yang masih menangis

__ADS_1


Xiao Fei tersenyum melihat kekhawatiran Ara.


" Jadi seperti ini rasanya jika dikhawatirkan oleh orang lain ! " batin Xiao Fei


Xiao Fei kemudian membelai rambut Ara dan menenangkannya


" Sudah sudah, aku baik - baik saja. Kau tidak perlu khawatir, sekarang ikut aku ke dapur. Aku akan memasak untuk sarapan ! " kata Xiao Fei, lembut


Ara menatap Xiao Fei degan tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. Setelah itu mereka berdua pergi ke dapur.


Sesampainya di dapur, Xiao Fei langsung memasak sambil sedikit bersenandung. Ara juga membantu mengambilkan barang dan bahan yang dibutuhkan Xiao Fei. Kemudian mereka berdua makan bersama, sambil sesekali bercanda.


sesuai janjinya, setelah selesai makan Xiao Fei langsung menunjukan letak, nama, dan fungsi semua ruangan dan peralatan yang ada didalam paviliunnya kepada Ara. Ara mudah memahami penjelasan Xiao Fei, sehingga kegiatan itu selesai degan cepat.


" Satu lagi, mulai sekarang panggil saja aku meimei, dan aku akan memanggilmu jiejie, karena kau lebih tua dariku, aku tidak menerima penolakan PAHAM ! " lanjutnya


Ara merasa sangat senang dan terharu mendengar kata - kata Xiao Fei.


" Baik no.., maksudku meimei " jawab Ara dengan senyum di wajahnya.


Xiao Fei merasa puas dengan Jawaban Ara, setelah itu ia memakai cadarnya dan langsung pergi ke pasar.


Skip

__ADS_1


Di pasar, Xiao Fei terus berjalan sambi memperhatikan kiri dan kanannya. Hingga ia berhenti, dan masuk ke sebuah toko yang menjual senjata


Ketika memasuki toko itu, ia melihat banyak sekali senjata. Ada yang diletakan di rak kayu, dan ada juga yang di sandarkan dan digantung di dinding.


" Permisi nona, apa anda membutuhkan sesuatu ? " tanya seorang pelayan, ramah


" Ya, aku tolong bawakan aku belati terbaik di toko ini ! " jawab Xiao Fei


" aku membutuhkan sebuah senjata baru. Senjata pemberian para beast memang bagus, tapi itu terlalu menarik perhatian jika digunakan ditempat umum ! " batin Xiao Fei


" Maaf nona, bukan bermaksud merendahkan, tapi harga belati terbaik disini sangatlah mahal ! " lanjut pelayan itu, sambil menunduk karena takut Xiao Fei akan memarahinya seperti yang sering dilakukan oleh para tuan dan nona muda yang pernah berkunjung ke toko itu.


" Apa yang harus kulakukan, apa dia akan berpikir aku menganggapnya miskin dan tidak mampu membayar ?, apa dia akan memukulku ?, bagaimana ini ? " batin pelayan itu


Xiao Fei tersenyum mendengar batin pelayan itu. Ia kemudian berjalan menuju pelayan tersebut


pelayan itu sudah memasang wajahnya, bersiap untuk dipukul. Namun yang terjadi malah diluar perkiraannya. Xiao Fei malah menepuk bahunya ( pelayan ) dan berbicara dengan ramah


" Tenanglah, aku bisa membayarnya, sekarang bawakan belati itu padaku " kata Xiao Fei


" Baiklah nona, mohon tunggu sebentar " kata pelayan itu


Ia langsung membungkuk dan pergi untuk mengambil belati yang dipesan Xiao Fei

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2