
Xiao Fei kemudian berjalan kembali ke paviliunnya, yang berada di daerah paling barat kediaman Jenderal Xiao. Sesampainya disana, ia melihat keadaan yang begitu memprihatinkan. Paviliun yang ia tinggali itu sangat kecil, dan tidak terawat. Kayu yang sudah rapuh, atap yang berlubang - lubang, halaman yang tidak terawat, dan masih banyak lagi
" Ini sebuah paviliun ?, hah, lebih mirip sebuah gubuk reot " gumam Xiao Fei
Kondisi paviliun bagian dalam pun, tak jauh berbeda dari bagian luarnya. Tak memiliki lantai, hanya terdapat satu kursi, dan meja yang sudah rusak, satu jendela, dan satu ranjang yang sangat kotor. Xiao Fei merasa sangat marah melihat kondisi paviliunnya. Ia kemudian keluar untuk mencari beberapa pelayan, namun saat bertemu dengan mereka di taman, 3 orang pelayan langsung maju dan menghina Xiao Fei dengan sangat tidak tahu malu
" Hei sampah, apa yang kau lakukan disini ? " tanya salah seorang dari tiga pelayan itu ( sebut saja pelayan A )
Xiao Fei yang mendengar hinaan itu, langsung menatap tajam 3 pelayan tersebut. Ketiga pelayan itu merasa takut, namun mereka menyembunyikannya
" Apa kau kesini untuk melayani kami, hahaha " lanjut pelayan lainnya ( sebut saja pelayan B )
Amarah Xiao Fei sudah tak dapat dibendung. Ia langsung mengeluarkan 2 persen aura membunuhnya. Tubuh para pelayan itu kini bergetar hebat, dan mengeluarkan keringat dingin
" Kau pelayan rendahan, beraninya kau menghina ku ! " kata Xiao Fei
Tiga pelayan itu sudah merasa sangat takut, namun masih berani berbicara, karena masih menganggap Xiao Fei masih seorang sampah yang lemah
__ADS_1
" m - mau apa kau, dasar sampah tidak berguna " kata pelayan yang terakhir ( sebut saja pelayan C )
Xiao Fei menyeringai, dan kemudian mengeluarkan sebuah belati dari dalam cincin galaksi nya. Setelah itu, Xiao Fei berjalan mendekat kearah 3 pelayan itu
" Kau sampah, menjaulah dari kami " kata pelayan B
Xiao Fei terus berjalan ke arah 3 pelayan itu, dan berdiri di depan mereka. Tanpa menunggu lama, Xiao Fei langsung menikam leher salah satu dari 3 pelayan itu hingga tewas. kemudian ia menarik rambut pelayan yang lain, setelah itu membuka mulutnya secara paksa, lalu memotong lidahnya. pelayan itu menjerit kesakitan, namun xiao fei semakin menyukainya, karena baginya, jeritan kesakitan orang - orang, adalah sebuah lagu yang merdu. Xiao Fei lalu menancapkan belatinya, dimata pelayan yang menjerit tadi, kemudian mencongkel keluar bola matanya. pelayan itu akhirnya tewas karena kehabisan darah. Sekarang tersisa satu pelayan lagi. pelayan itu berkeringat dingin, dan memohon ampun pada xiao fei, namun xiao fei tidak menghiraukannya.
" Am - ampuni aku n - nona, aku mengaku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi " kata pelayan C
" Hahaha, didalam kamusku, tidak ada yang namanya pengampunan. Terlebih pada orang - orang yang berani mencari masalah denganku ! " kata Xiao Fei
kini hanfu putih Xiao Fei, berubah menjadi merah, karena terkena cipratan darah. Wajah para pelayan lain yang menyaksikan kejadian itu, menjadi pucat pasi. Mereka tidak menyangka kalau gadis yang disebut sampah selama ini, bisa membunuh orang, dengan cara yang sangat kejam
" Kau, kemari ! " kata Xiao Fei sambil mengarahkan tangannya kearah seorang pelayan wanita, yang masih gemetar. Pelayan itu merasa sangat ketakutan, namun ia tak berani membantah perintah Xiao Fei
" Siapa namamu ? " tanya Xiao Fei
__ADS_1
" Na - nama saya Ara, nona " jawab pelayan itu, gugup
" baiklah Ara, bisakah kau menjelaskan hal - hal mengenai paviliunku ?, aku kehilangan sebagian ingatanku, jadi tak dapat mengingat dengan baik " kata Xiao Fei
" bohong sedikit tidak apa - apa kan ? " batin xiao fei
Pelayan itu, langsung menjelaskan, tanpa sedikitpun memandang wajah Xiao Fei
" Jadi paviliun nona disebut, paviliun mawar. paviliun itu tidak terawat karena ... "
" lanjutkan " perintah Xiao Fei
" P - paviliun anda tidak terawat karena jenderal menyuruh para pelayan untuk mengacuhkan nona " jawab Ara
" Hmm, jadi begitu. Mulai sekarang, kau akan menjadi pelayan pribadiku " kata Xiao Fei. Dan kalian, ( sambil menatap pelayan, dan pengawal yang lain ) buang mayat - mayat ini. Dan ingatlah, siapapun yang berani mengusikku, akan bernasib sama dengan mereka, camkan itu " kata Xiao Fei
" Ayo Ara, kita kembali ke paviliunku " lanjutnya
__ADS_1
Setelah Xiao Fei dan Ara meninggalkan taman, semua pelayan dan pengawal, terduduk lemas ditanah. Mereka bersumpah dalam hati mereka, untuk tidak akan pernah menyinggung Xiao Fei karena mereka masih sayang nyawa
BERSAMBUNG