KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
KUNJUNGAN XIAO HUANG ( 2 )


__ADS_3

Xiao Huang kemudian menerobos masuk kedalam paviliun Mawar. Ara sudah berusaha menghentikannya, namun gagal


" Dasar kau sampah, apa yang kau lakukan ! " teriak Xiao Huang, saat melihat Xiao Fei yang sedang bernyanyi diruang tamu


Xiao Fei pun menghentikan nyanyiannya, kemudian menghela nafas, dan menatap malas Xiao Huang


" Memangnya apa yang aku lakukan ? " tanya Xiao Fei, sinis


" Beraninya kau mengubah paviliun ini, tanpa memberitahu terlebih dahulu ! " kata Xiao Huang


" Cih, memangnya apa pedulimu ? " tanya Xiao Fei sambil menyilangkan tangannya di dada


" Aku ini kakakmu ! " teriak Xiao Huang


" Kakak ?, hahaha lucu sekali. Biar aku tanyakan padamu, apa selama ini kau menganggap ku sebagai adikmu ? " tanya Xiao Fei


Xiao Huang langsung terdiam mendengar pertanyaan Xiao Fei


" Heh, tidak kan. Selama ini aku tidak lebih dari seorang pembunuh dimatamu, jadi bagaimana bisa kau menjadi kakakku ? lanjut Xiao Fei

__ADS_1


" Tapi bagaimanapun aku adalah tuan muda di kediaman ini, jadi aku harus mengetahui semua yang terjadi didalam kediaman, atau ayah akan menyalahkan ku karena tidak bertanggung jawab !" kata Xiao Huang


" Jika kau ingin tahu apa yang terjadi, mengapa kau tidak mencari tahu sendiri ?, aku bukan pengawal yang harus melaporkan semua kegiatannya padamu ! " jawab Xiao Fei dengan nada mengejek


" Kau, dimana sopan santunmu ! " kata Xiao Huang yang tidak terima dengan perkataan Xiao Fei


" Sopan santun ?, aku tidak punya. Sejak kecil aku tak pernah diberi pendidikan yang layak, jadi aku harus belajar sendiri. Aku rasa kau juga tahu itu. Jadi apa salahnya jika aku tidak memiliki sopan santun dan melakukan sesuatu sesuai dengan kemauanku sendiri ? " tanya Xiao Fei, yang lagi - lagi membuat Xiao Huang terdiam


" Haaa, tuan muda Xiao, jika tidak ada keperluan lain, maka silahkan pergi dari paviliun ku !, dan soal pengubahan paviliun ku ini, aku sudah memberitahukannya kepada jenderal, jadi kau tidak perlu khawatir akan disalahkan " kata Xiao Fei, yang mulai meras kesal karena Xiao Huang tidak menjawab pertanyaannya


" Jiejie, tolong antarkan tuan muda Xiao keluar ! " lanjutnya sambil menatap Ara


" Ah, aku lupa memperkenalkannya padamu. Ini jiejie ku, namanya Ara ! " kata Xiao Fei sambil menunjuk Ara


" Xiao Fei !. Aku adalah kakak kandungmu tapi kau tidak pernah memanggilku gege, tapi sekarang kau memanggil seorang pelayan rendahan dengan sebutan jiejie, lancang sekali dirimu ! " teriak Xiao Huang


" DIAM ! " teriak Xiao Fei, yang membuat Xiao Huang diam tak berkutik. Kali ini dia sudah sangat kesal dengan tindakan dan perkataan Xiao Huang


" Tuan muda Xiao, biar aku tanyakan padamu sekali lagi. Apa kau pernah menganggap ku sebagi adikmu ?, apa kau pernah memperhatikan ku ?, apa kau pernah membantuku ketika aku dihina, dan disiksa oleh selir Mei, anaknya, dan para pelayan ?, apa kau pernah mengunjungi ku saat aku sakit ?, jawabannya adalah tidak ! " lanjut Xiao Fei

__ADS_1


Xiao Huang hanya menunduk, ketika mendengar perkataan Xiao Fei


" Dari semua perlakuanmu padaku, kau sebut dirimu itu seorang kakak ?, heh menurutku kau lebih pantas disebut seorang brengsek. Ara adalah orang yang membantuku, dan satu - satunya orang yang memperhatikanku di kediaman ini !, itu sebabnya aku menganggapnya sebagai jiejieku !, dan kau sama sekali tidak berhak untuk menghinanya !. Sekarang kau pergi dari sini, aku tak ingin melihatmu ! teriak Xiao Fei


" Xiao Fei, aku... " Xiao Huang ingin berbicara, namun entah kenapa suaranya seakan tertahan


" Haaa, baiklah. Aku akan pergi sekarang " kata Xiao Huang


Ia pun berjalan menuju pintu. Setelah Xiao Huang keluar, Xiao Fei pun terduduk lemas di sofanya


" Meimei, apa kau baik - baik saja ? " tanya Ara khawatir


" Aku baik - baik saja jiejie. Aku akan pergi ke kamarku. Tolong jangan ganggu aku, aku hanya ingin menyendiri " jawab Xiao Fei


Sedangkan diluar pintu Paviliun Mawar, Xiao Huang masih terpikir akan perkataan Xiao Fei tadi


" Apa yang aku lakukan ini adalah hal yang benar ? aku memang merasa bersalah karena karena memperlakukannya dengan buruk, tapi dia sudah membunuh ibu. Sebenarnya aku harus bagaimana ? " batin Xiao Huang


Xiao Huang kemudian berjalan meninggalkan Paviliun Mawar

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2