KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
HANYA MEMILIKI SATU IBU


__ADS_3

" Siapa kau " tanya jenderal xiao


" Kau lihatlah sendiri " Kata Xiao Fei sambil menunjukan tanda lahir yang berbentuk bulan sabit di lehernya


Jenderal Xiao terkejut saat melihat tanda lahir itu. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menatap Xiao Fei


" Fei - fei er, apa itu kau ? " tanya Jenderal Xiao, lirih.


Ia berniat memeluk Xiao Fei, namun Xiao Fei perkataan Xiao Fei menghentikannya


" Berhenti disitu. Yah, ini aku. Berhentilah bersikap seolah - olah kau peduli padaku. Bukankah selama ini kau mengacuhkanku ? " kata Xiao Fei, dingin


Jenderal Xiao sangat terkejut dengan perubahan sikap anaknya, yang dulunya lemah dan penakut, kini menjadi sangat tegas dan dingin, namun dia sadar kalau sikapnya selama inilah yang membuat anaknya menjadi seperti itu


" Apakah aku terlalu keras padanya selama ini ? " batin Jenderal Xiao


Sementara Jenderal Xiao menyesali perbuatannya, Xiao Yi, dan Selir Mei mengumpat didalam hati


" Sial, kenapa sampah itu masih hidup ?, bukankah dia sudah dibunuh oleh para pembunuh bayaran itu ?, dan kenapa dia menjadi sangat cantik ? batin Xiao Yi


" Kenapa j****g itu kembali, kalau tidak putrikulah yang akan menjadi nona pertama kediaman ini " batin Selir Mei


Xiao Fei yang mendengar batin mereka hanya bisa tersenyum


" Hehehe, bersabarlah kalian, permainan akan segera dimulai " batin Xiao Fei


Flashback on

__ADS_1


Xiao Fei sudah belajar, dan meningkatkan kemampuannya untuk mendengarkan batin seseorang, sejak beberapa bulan yang lalu, di markas Black Fox. Ia pun baru mengetahui hal itu dari Drako sehari sebelum ia mulai belajar cara menggunakannya.


Flashback off


Xiao Fei kemudian melirik seorang pria yang sedang melihatnya dengan terkejut. Siapa lagi kalau bukan kakaknya Xiao Fei, satu - satunya putra, sekaligus anak tertua Jenderal Xiao, Xiao Huang.


" Kenapa kau melihatku seperti itu, apa ada yang salah dengan wajah ku ? " tanya Xiao Fei


" dimana sopan santunmu ?, kau seharusnya menunjukan rasa hormatmu pada aku dan ayah " jawab Xiao Huang


" Apakah itu harus ?, oh ayolah, selama ini kalian tidak peduli padaku. jadi berhentilah mengajari, atau menasihatiku " kata Xiao Fei, dingin


Xiao Huang merasa marah bercampur sedih. Marah karena Xiao Fei tidak menghormatinya, dan sedih karena merasa Xiao Fei membencinya. Sedangkan Jenderal Xiao, hanya bisa menyesali perbuatannya selama ini, didalam hatinya. Disisi lain, Xiao Yi langsung memamfaatkan situasi itu untuk membuat Jenderal Besar Xiao, dan Xiao Huang semakin membenci Xiao Fei


" Jiejie, kau tidak boleh seperti itu. Ayah, dan Huang gege, sangat mengkhawatirkanmu selama ini " kata Xiao Yi, dengan nada lembut yang dibuat - buat


" Diam kau !. Kau pikir siapa dirimu !. Jangan ikut campur dalam urusanku !. Ingatlah posisimu di kediaman ini. Aku adalah ANAK SAH kediaman ini, sedangkan kau hanyalah seorang anak SELIR. Jangan melewati batasmu " bentak Xiao Fei


" Jiejie, apa maksudmu ? " tanya Xiao Yi


" Cih, hentikan wajah sok polosmu. itu membuatku ingin muntah " jawab Xiao Fei


Selir Mei tidak terima anaknya dihina oleh Xiao Fei, langsung membela Xiao Yi


" Fei er, apa yang kau katakan. Meimei mu hanya mengatakan yang sebenarnya. Kami sangat merindukanmu selama ini, apakah kau tidak rindu pada ibumu ini ? " tanya Selir Mei, yang sok - sok perhatian


Xiao Fei yang mendengar kata - kata Selir Mei, langsung tertawa terbahak - bahak

__ADS_1


" bwuahahaha, kalian merindukanku ? hahahaha, dan apa kau yang bilang tadi kau, ibuku ! hahahaha, lucu sekali " tanya Xiao Fei sambil tertawa


Setelah selesai tertawa, Xiao Fei kemudian menatap Selir Mei dan Xiao Yi dengan tatapan tajam dan super dingin, sambil mengeluarkan 3 persen aura membunuhnya, yang membuat semua orang dalam ruangan itu terduduk dilantai, termasuk Jenderal Xiao. Para pelayan dengan kultivasi rendah, bahkan ada yang muntah darah hingga pingsan


" Dengar, dan camkan baik - baik kata - kataku. Aku tidak punya adik, karena aku adalah anak terakhir, yang lahir dari rahim ibuku. Dan kau bukan ibuku. Ibuku sudah mati sejak melahirkanku, dan aku hanya punya satu ibu. Jadi hentikan akting kalian, karena itu tak berguna dihadapanku " kata Xiao Fei


Xiao Fei kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan itu, namun saat langkah kelimanya, ia dihentikan oleh Jenderal Xiao


" Tunggu, kau mau kemana ? " tanya Jenderal Xiao


" Aku akan kembali ke paviliunku. Lagi pula kemanapun aku pergi, itu tidak ada urusannya denganmu " jawab Xiao Fei


Setelah Xiao Fei pergi, semua orang langsung bernafas lega, kecuali Jenderal Xiao yang masih menyesali perbuatan nya kepada Xiao Fei selama ini


XIAO HUANG



SELIR MEI



XIAO YI



BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2