KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
INGIN JALAN JALAN SENDIRI


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, pesta pun selesai, dan semua orang kembali ke kediaman mereka masing masing, kecuali para kaisar yang masih bermalam, dan akan berangkat keesokan paginya karena jarak antara setiap kekaisaran sangatlah jauh


Didepan gerbang istana kekaisaran Feng, terlihat Jenderal Xiao dan keluarganya mulai memasuki kereta masing - masing. Setelah itu kusir langsung mengantar mereka langsung ke kediaman Jenderal Xiao. Namun berbeda dengan Xiao Fei yang lebih memilih untuk jalan - jalan terlebih dahulu. Ia kemudian berkata kepada kusir untuk mengantar Ara kembali ke kediaman


" Paman, tolong antarkan jie jie ku kembali ke kediaman Jenderal Xiao ! " kata Xiao Fei


" No - nona, panggil saja saya dengan sebutan kusir. Saya tidak layak dipanggil paman oleh anda !. Anda juga tidak perlu berbicara terlalu sopan kepada saya, karena ini memang sudah tugas saya " jawab kusir


Ia sangat terkejut, karena itu pertama kalinya ia dipanggil paman oleh orang dengan kedudukan yang lebih tinggi darinya


" Layak atau tidaknya, semua tergantung dari orang yang melakukannya bukan ?, aku merasa anda layak dipanggil paman karena anda lebih tua dari saya, jadi sudah seharusnya saya yang menghormati anda ! " kata Xiao Fei


Kusir itu merasa sangat senang dan terharu mendengar perkataan Xiao Fei


" Tidak kusangka putri pertama Jenderal Xiao sangat baik, tidak seperti putri bangsawan lain yang sangat sombong dan angkuh. Tapi kenapa dia memanggil pelayannya dengan sebutan jie jie ? " batin kusir


Xiao Fei hanya tersenyum mendengar batin kusir itu

__ADS_1


" Baiklah, sekarang paman antarkan saja jie jie ku ke kediaman Jenderal Xiao ! " kata Xiao Fei


" Tapi bagaimana dengan anda nona ? " tanya kusir


" Aku ingin jalan - jalan sebentar " jawab Xiao Fei


" Aku ikut dengan mu ! " kata Ara yang tiba - tiba muncul dari belakang kereta


" Tidak usah jie jie, aku hanya ingin berjalan - jalan sendiri saat ini. Jie jie pulang saja lebih dulu, dan tunggu aku di paviliun " jawab Xiao Fei


Ara hanya bisa menghela nafas, dan menyetujui perkataan Xiao Fei, meskipun dia sendiri masih merasa khawatir, namun ia tetap menyetujuinya karena ia sudah tahu kalau Xiao Fei itu cukup keras kepala, jadi sudah pasti ia tidak akan setuju meskipun jika dipaksa


Ara kemudian masuk kedalam kereta, kemudian kusir mengantarnya kembali ke kediaman Jenderal Xiao. Di sepanjang jalan, kusir menanyakan beberapa hal berkaitan dengan Xiao Fei kepada Ara


" Hei, kau pelayan pribadi nona pertama bukan ?, Aku dengar nona pertama membunuh dua orang penyusup saat pesta ulang tahun Kaisar Feng tadi, apa itu benar ?


" Itu benar " jawab Ara

__ADS_1


" Nona pertama juga memiliki tata krama yang baik, dan terlihat sangat sopan. Aku yakin dia punya guru yang hebat. Apa kau tahu siapa gurunya ? " tanya kusir


" Mei mei ku tidak mempunyai guru !. Semua yang ia miliki saat ini, baik kecantikan, kecerdasan, maupun kekuatan semuanya adalah hasil usahanya sendiri ! " jawab Ara


" Wah, benar - benar tidak bisa dipercaya ! " kata kusir, kagum


" Ngomong - ngomong, mengapa nona pertama memanggilmu jie jie, dan kenapa kau memanggil nona pertama dengan sebutan mei mei ? " lanjutnya


Pertanyaan kusir membuat Ara kembali mengingat saat dimana Xiao Fei meminta Ara untuk memanggilnya dengan sebutan mei mei, yang membuatnya tersenyum


" Kalau soal itu, nona pertama sendiri yang memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan mei mei, dan dia akan memanggilku jie jie " jawab Ara, bangga


" Benarkah ? " tanya kusir


" Itu benar, dia memang menganggap semua orang yang dekat dan baik padanya sebagai keluarga. Tidak peduli apakah orang itu berasal dari kalangan bangsawan, atau pun rakaat jelata ! " jawab Ara


" Nona pertama sangat berbeda dari yang di rumorkan. Ia sangat cantik, kuat, dan pintar. Dia yang seperti itu disebut sampah ?, Keluarga Jenderal Xiao pasti buta ! " batin kusir

__ADS_1


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan, hingga tiba di kediaman Jenderal Xiao


BERSAMBUNG


__ADS_2