
Jawaban putra mahkota Han, membuat suasana diantara keduanya kembali menjadi canggung. Keduanya pun melanjutkan perjalanan tanpa berbicara, hingga tanpa disadari mereka sudah tiba didepan kediaman Jendral Xiao. Xiao Fei pun langsung terburu - buru pamit untuk masuk kedalam kediaman Jendral Xiao
" Ah, sudah sampai rupanya. Kalau begitu, saya akan masuk sekarang. Hati - hati di jalan, yang mulia, oh ya, selamat malam " kata Xiao Fei sambil menatap putra mahkota Han setelah itu langsung mengalihkan pandangannya, dan masuk kedalam kediaman Jendral Xiao
Putra mahkota Han masih berdiri mematung di depan gerbang kediaman Jendral Xiao. Ia kembali mengingat semua kejadian yang dialaminya dan Xiao Fei hari ini, yang membuatnya tersenyum. Senyum perlahan semakin melebar, ketika ia kembali mengingat tentang ciuman singkatnya dengan Xiao Fei. pof, wajah dan kuping putra mahkota Han memerah seketika seperti udang rebus.
" Ugh, sial. Aku bisa gila ! " gumam putra mahkota Han sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Haa, kenapa hari berakhir sangat cepat ?!. Sebaiknya aku kembali sekarang " lanjutnya
ia pun berbalik dan langsung melompat ke atap - atap untuk kembali ke istana
" Selamat malam Xiao Fei, jangan lupa bermimpi tentangku ! " teriaknya
Di Paviliun Mawar
" err, kenapa tiba - tiba aku menjadi merinding ?! " gumam Xiao Fei sambil menyilangkan tangannya di dada
__ADS_1
Ara lalu datang sambil membawa segelas susu hangat dan sepiring roti untuk Xiao Fei
" Terimakasih Ara, kau yang terbaik " kata Xiao Fei sambil tersenyum
" Hehe, sama - sama nona " jawab Ara
" Ngomong - ngomong, apa saja yang anda lakukan bersama yang mulia Putra Mahkota Han, hari ini ? " lanjutnya
" pryyyyy, uhuk, uhuk uhuk "
Xiao Fei langsung menyemburkan susu yang sedang dia minum yang membuat dia tersedak dan batuk.
" uhuk, terimakasih, Ara " kata Xiao Fei
Ia lalu meminum air putih yang di berikan Ara. Ara pun pergi meninggalkan Xiao Fei, namun dia langsung kembali dengan cepat sambil membawa sebuah kain lalu langsung memberikannya kepada Xiao Fei. Xiao Fei pun langsung mengambil kain yang diberikan Ara, kemudian mengelap mulutnya
" Ehem, maafkan aku " kata Xiao Fei yang kembali tenang
__ADS_1
" Nona, apa anda tahu kalau malam ini anda sangat aneh. tidak biasanya anda menyemburkan air saat saya menanyakan aktivitas yang anda lakukan di hari itu, tapi kenapa hari ini anda terlihat sangat terkejut setelah mendengar pertanyaan saya ?! " tanya Ara dengan tatapan penuh selidik
" Apa jangan - jangan ada sesuatu yang terjadi diantara nona dan putra mahkota Han ?! " lanjutnya
" Ehem, apa yang kau katakan Ara, tidak ada hal yang terjadi diantara aku dan putra mahkota Han. Kami hanya makan bersama, setelah itu aku menemaninya berbelanja setelah itu pulang " kata Xiao Fei berbohong
" Hmm, apa itu benar ?! " tanya Ara tidak percaya
" Iya " jawab Xiao Fei sambil mengalihkan pandangannya karena tak mau menatap mata Ara
" Haa, baiklah nona, saya akan permisi ke dapur sebentar " kata Ara
Ia pun meninggalkan Xiao Fei di ruang tamu, dan pergi ke dapur. Ketika sudah berada didalam dapur, Ara langsung duduk meringkuk di dekat pintu dengan ekspresi terkejut dan panik
" Astaga, astaga, astaga. Ada sesuatu yang terjadi di antara Nonaku dan putra mahkota Han. Apakah mereka berkencan, apakah mereka sepasang kekasih sekarang ?, astsgaaaa, apa Nonaku benar - benar akan menikah dengan putra mahkota Han yang kejam itu ?. Tunggu dulu, nona ku juga sangat kejam, bukan kah itu berarti jika mereka menikah nanti, anak mereka pasti....
DEWA KEKEJAMAN YANG MENAKHLUKAN DUNIA " batin Ara
__ADS_1
BERSAMBUNG