
Sesampainya didepan pintu masuk ke ruang makan, pengawal langsung memberi hormat pada Xiao Fei.
" Salam nona pertama ! " kata pengawal itu sambil membungkukkan badannya.
" Bangunlah ! " jawab Xiao Fei, Dingin.
ketika pengawal itu mengangkat kepalanya, ia sangat terkejut, dan terpesona, karena melihat wajah Xiao Fei yang sangat cantik. Pengawal itu bahkan tak henti - hentinya memandangi wajah Xiao Fei, hingga ia di sadarkan dengan perkataan Xiao Fei.
Xiao Fei " Ehem, cepat bukakan pintunya ! "
Jujur, sebenarnya Xiao Fei merasa sangat kesal, karena disepanjang perjalanannya menuju ruang makan, semua pelayan dan pengawal, tak berhenti melihatnya dengan tatapan kagum dan lain - lain.
Flash back On
Di kehidupan sebelumnya, Xiao Fei ( Alexandra Domestick ) tidak suka jika dirinya menjadi pusat perhatian, meskipun ia adalah seorang ketua mafia, sekaligus orang terkaya didunia.
Para jurnalis tidak diizinkan masuk ke kediamannya, sedangkan paparazi yang mengikutinya, dan semua orang yang menatapnya kecuali para bawahannya akan dibunuh dengan kejam.
__ADS_1
Flash Back Off
Pengawal itu kemudian membukakan pintu, dan mengumumkan kedatangan Xiao Fei.
" Nona pertama memasuki ruangan ! " teriak pengawal itu.
Xiao Fei pun masuk kedalam ruang makan. Sesampainya didalam, ia melihat semuanya sudah berada disana. Mulai dari Jenderal Xiao, Xiao Huang, selir Mei, Xiao Yi, Dan beberapa pelayan.
Semua orang yang ada didalam ruangan itu menatap Xiao Fei. Tatapan kagum berasal dari para pelayan, tatapan sendu berasal dari jenderal Xiao, tatapan tidak suka berasal dari Xiao Huang, dan ada juga yang menatapnya dengan tatapan benci, siapa lagi kalau bukan Selir Mei dan putrinya Xiao Yi.
Xiao Fei tidak menghiraukan tatapan mereka. Ia lalu berjalan menuju kursi yang disediakan untuknya, kemudian duduk tanpa memberi hormat kepada mereka.
" Apa itu harus ? " tanya Xiao Fei dengan nada mengejek
" Kau... ! "
Xiao Huang ingin memarahi Xiao Fei namun sudah didahului oleh Xiao Yi
__ADS_1
" Jiejie, seharusnya kau memberi hormat kepada ayah, ibu dan kakak terlebih dahulu ! " kata Xiao Yi yang berpura - pura lembut dan sedih, namun sebenarnya ia hanya ingin membuat semua orang semakin membenci Xiao Fei.
" Oh ayolah, apa mereka gila hormat sehingga aku harus memberi hormat pada mereka ?, dan bukankah sudah kukatakan kalau ibuku satu - satunya, sudah meninggal saat melahirkanku. Dan wanita itu bukan ibuku, dia hanyalah seorang SELIR ! ? " kata Xiao Fei dengan menekan kata selir.
wajah Xiao Yi dan selir Mei Berubah menjadi merah karena menahan marah.
" Cukup !, sekarang makanlah makanan kalian ! " kata Jenderal Xiao dengan tegas.
Meskipun kata - kata Jenderal Xiao terdengar sangat tegas dan berwibawa, namun sebenarnya ia merasa sangat sedih mendengar perkataan Xiao Fei.
dan alasan mengapa ia menyuruh mereka untuk makan, adalah karena ia tidak mau terjadi pertengkaran, yang bisa membuat Xiao Fei semakin membencinya.
kini ruang makan menjadi sangat sunyi. hanya terdengar bunyi sendok yang mengenai piring. Melihat itu, jenderal Xiao pun memulai pembicaraan.
" Bagaimana dengan paviliunmu Fei er ?, apa Kau yakin tidak mau ayah mengutus beberapa pengawal untuk membantumu mengubahnya ? "
" Itu tidak perlu !, aku sudah selesai mengubahnya ! " jawab Xiao Fei, dingin
__ADS_1
Jenderal Xiao merasa canggung dan semakin sedih setelah mendengar jawaban Xiao Fei. Namun ia tetap menunjukan ekspresi tegas, untuk menutupi kesedihannya.
BERSAMBUNG