KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
MENGEKSEKUSI SELIR DAN ANAKNYA ( 4 )


__ADS_3

Xiao Fei melirik menatap tajam Xiao Huang. Moodnya yang tadi sudah mulai membaik saat menyiksa Xiao Yi dan Selir Mei, kini dibuat buruk lagi oleh Xiao Huang


" Hah, kasihan ?. Aku tanya padamu, mengapa aku harus mengasihani mereka ?!. Mereka sudah membuatku menderita selama bertahun - tahun, tapi tak ada seorangpun yang merasa kasihan padaku, dan hari ini, akhirnya aku bisa membalasnya dan kau ingin aku mengasihani mereka ?!, sebenarnya apa yang ada didalam kepalamu !? " jawab Xiao Fei


" Kau bertanya dimana hati nuraniku ?, jawabannya adalah aku tidak punya hati nurani !. Dulu aku pernah punya, tapi berkat kalian, aku jadi menyadari, kalau punya hati nurani hanya akan membuatmu menderita, maka aku lebih memilih untuk tidak punya hati nurani sama sekali !. Merasa iba melihat dia membela ibunya, yang benar saja. Aku tanyakan lagi padamu, ibunya sudah membunuh ibuku, menurutmu apa aku bisa merasa iba padanya ?! " lanjutnya


Xiao Huang terdiam mendengar perkataan Xiao Fei


" Tapi, kaulah yang menyebabkan kematian ibu !, kaulah pembunuh sebenarnya ! " teriak Xiao Huang


" Kau pasti tidak waras !. Kau selalu menganggapku sebagai seorang pembunuh, tapi pernahkah kau menyelidiki penyebab kematian ibu yang sebenarnya ?, tidak kan !. Apa kau tahu, kalau sebenarnya ibu meninggal karena racun ?! " kata Xiao Fei


" Apa maksudmu ? " tanya Xiao Huang

__ADS_1


" Aku sudah menyelidiki semuanya. Ibu meninggal karena diberikan racun berbahaya dalam dosis kecil setiap hari. Dan apa kau tahu siapa yang melakukannya ?!. Dia, wanita itulah yang melakukannya " jawab Xiao Fei sambil menunjuk Selir Mei


" Itu tidak mungkin ! " kata Xiao Huang, Tidak percaya


" Tentu saja itu mungkin !. Apa kau pikir seorang bayi yang baru saja lahir dan tidak tahu apa - apa bisa membunuh ibunya sendiri ?. Xiao Huang, aku tahu kalau kau sudah berusia lima tahun, saat ibu meninggal, setelah melahirkanku. Kau seharusnya bersyukur, bahwa kau masih bisa menikmati waktu - waktu yang indah bersama ibu, sedangkan aku tidak. Bahkan aku sama sekali tak tahu seperti apa rupa ibu " jawab Xiao Fei


" Apa kau tahu, aku sangat ingin melihat wajah ibu. Aku ingin mendengar suara ibu, menggandeng tangan ibu, dan menghabiskan waktu bersama ibu, tapi sepertinya semua itu hanya mimpiku saja " lanjutnya


" Dia benar, aku dengan sembrono menyalahkannya atas kematian ibu, dan selalu membencinya selama ini, tanpa memikirkan perasaannya. Aku memang seorang kakak yang sangat buruk " batin Xiao Huang


" Tidak perlu minta maaf, karena aku tidak memerlukan permintaan maafmu ! " jawab Xiao Fei


" Dan kau jenderal, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa kau pernah membayangkan bagaimana perjuangan ibu untuk melahirkan ku ?, dia sudah berjuang dengan sangat keras bahkan rela mengorbankan nyawanya, tapi anak yang telah dia lahirkan dengan susah payah, malah tidak dipedulikan, bahkan mendapat banyak siksaan dan hinaan. Aku yakin jika ibu masih hidup, dia pasti akan merasa sangat kecewa ! " lanjutnya

__ADS_1


" Putriku, aku.... "


" Jangan memanggilku seperti itu. Jenderal, seharusnya kau tahu, sejak kau menamparku tadi, berarti kau tidak menganggapku sebagai putrimu lagi ! " kata Xiao Fei, menyela perkataan Jenderal Xiao


" Apa maksudmu, kau adalah putriku " kata Jenderal Xiao


" Bukankah itu sudah jelas, aku mengatakan semua hal yang benar namun kau tidak mempercayai semua yang aku katakan, dan malah mempercayai Xiao Yi, yang mengatakan kebohongan. Itu berarti kau lebih menganggapnya sebagai putrimu dibandingkan aku " jawab Xiao Fei


" Itu tidak benar " teriak Jenderal Xiao


" Heh, aku tidak peduli apa pun yang mau kau katakan. Saat ini, aku sangat ingin membunuh kalian berdua. Tapi, aku mengurungkan niatku, karena mengingat Kalian adalah ayah dan kakak ku. Tapi satu hal yang pasti meskipun kita terikat oleh darah, tapi bagiku, kalian bukanlah ayah dan kakakku. Jadi tolong jangan menggangguku ataupun melarangku melakukan sesuatu. Itu adalah permintaanku " Kata Xiao Fei


Setelah itu Xiao Fei langsung berjalan keluar ruangan, namun saat dia hendak keluar dari pintu, dia melemparkan pedang yang dipegangnya, ke arah Xiao Yi dan selir Mei, tepat di kepala mereka, yang membuat kepala mereka terbelah menjadi dua, dan merekapun tewas

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2