
dobrakan pertama, sama sekali tak berhasil, begitu pun dengan dobrakan yang kedua, ketiga, dan dobrakan - dobrakan lainnya, hingga dobrakan yang ke tujuh, ia sudah terlihat kelelahan. area bahu hingga ke lengan nya sudah terlihat memar dan bengkak. disaat itu juga, terdengar teriakan histeris ibunya, disertai dengan suara tembakan.
" Ibuuuu ! " teriak Alexa
Alexa menjadi panik bukan main. Ia kemudian langsung berdiri dan mencoba mendobrak pintu itu lagi. setelah tiga dobrakan, pintu itu akhirnya bisa dibuka. Ia kemudian berjalan ke arah tangga, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat kedua orang tuanya sudah tergeletak dilantai, dengan keadaan bersimbah darah. Alexa langsung berlari ke arah kedua orang tuanya sambil menangis tersedu - sedu.
" Ayah, ibu bangunlah ! " teriak Alexa sambil mengguncangkan tubuh kedua orang tuanya yang penuh dengan darah
" l - lexa s - sayang " panggil ayah dan ibu Alexa
" Ayah !, ibu !, bagus lah kalian masih sadar, aku akan segera menghubungi 911, bertahanlah ! " teriak Alexa. Ia ingin mengambil handphone keluarga yang ada di atas meja, untuk menelpon 911, tapi dihentikan oleh ayahnya.
" J - jangan m - menelpon 911 " kata ayah Alexa
" Tapi, ayah dan ibu memerlukan bantuan ! " kata Alexa
__ADS_1
" L - lexa, d - dengarkan ayah. M - maaf ya, ayah d - dan ibu, s - sudah tak b - bisa menemani mu bermain l - lagi " kata ayah Alexa, walaupun ia sudah sangat susah untuk bernafas
" Tidak, ayah, jangan katakan itu !, aku akan segera menelpon 911, kalian pasti akan baik - baik saja !, kita akan bermain bersama lagi ! " kata lexa sambil menangis
" L - lexa s - sayang. K - kau harus menjaga d - dirimu s - sendiri mulai s - sekarang, j - jangan lupa m - makan, dan i - istirahat yang c - cukup, i i - ibu dan a - ayah akan selalu m - mencintai - mu " lanjut ibu Alexa, sambil menitihkan air mata. Ia terlihat sangat lemah, dan semakin melemah
Ibu dan ayah Alexa, saling bertatapan, lalu dengan tenaga yang tersisa, mereka berdua pun bergandengan tangan, lalu menatap Alexa, dengan raut wajah sedih
" L - lexa, sayang, s - selalu kejar m - mimpi mu, a - ayah dan ibu a - akan selalu m - mendukungmu " kata ayah Alexa, dan di angguki oleh ibunya. setelah itu keduanya menghembuskan nafas terakhir mereka
" Lexa !!!! " teriak seorang pria, yang datang, dan memeluk Alexa. Ia tidak lain adalah paman Alexa, adik dari ayahnya
" pamannn, ayah dan ibu hick - hick, mereka, mereka sudah tidak ada !, huaaaaaaa " tangis Alexa
" tenang, sss, tenanglah Alexa " kata pamannya, mencoba menenangkannya
__ADS_1
beberapa saat kemudian Alexa pun tenang. polisi datang dan memulai menyelidiki kasus kematian kedua orang tua Alexa. mayat kedua orang tuanya pun dibawa untuk diotopsi. keesokan harinya, mayat kedua orang tua Alexa dikembalikan, dan dimakamkan. setelah upacara pemakaman selesai, semua orang kembali ke rumahnya, kecuali Alexa yang masih duduk di depan makam kedua orang tuanya
" Ayah, ibu. Kalian bilang aku harus mengejar mimpiku bukan ?, tenang saja ayah, ibu, aku pasti akan mewujudkan mimpiku. Karena sekarang, mimpiku adalah membalas dendam pada orang yang melakukan ini, pada kalian !. Aku akan membuat mereka menyesalinya ! " gumam Alexa dengan tatapan dingin diwajahnya
" Alexa, ayo ikut ke rumah paman " kata paman Alexa yang menghampirinya
Alexa pun mengangguk setuju
sesampainya di rumah paman Alexa, ia disambut dengan tatapan sinis dari istri dan anak - anak pamannya. tapi ia sama sekali tak mempedulikan hal itu.
" Alexa, sekarang kamu akan tinggal bersama paman " kata paman Alexa
" yah " jawab Alexa, datar
BERSAMBUNG
__ADS_1