KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
KESEMPATAN ( 2 )


__ADS_3

" Haa, sudah lah. lagi pula, itu hanya lah bagian dari ingatan buruk ku saja bukan ?!. Tentu kalian tidak mengerti, karena kalian tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan ! " Lanjut Xiao Fei. matanya berkaca - kaca, dan air matanya mulai menetes, namun Xiao Fei langsung mengusap air matanya


" Xiao Fei.... aku.. aku minta maaf karena tidak pernah memperhatikanmu, bahkan aku tak pernah membela dan melindungi mu saat kau di hina dan di perlakukan buruk oleh Xiao Yi dan para pelayan. Aku memang bukan kakak yang baik " kata Xiao Huang, lirih. Ia berusah keras untuk menahan air matanya


Ia lalu mengeluarkan sebuah pedang, dan meletakannya di depan kaki Xiao Fei


" Jika kau ingin, kau boleh membunuhku " kata Xiao Huang


" Haha, kalian tidak tahu seberapa inginnya aku untuk membunuh kalian berdua saat ini, tapi fakta bahwa kalian adalah kakak dan ayah kandungku, membuatku berusaha keras untuk menahan keinginan itu. Aku berpikir, jika aku membunuh kalian apakah ada hal yang berubah ?!, apakah semua penderitaan yang aku rasakan selama ini akan hilang seperti tidak pernah terjadi ?!. Atau bagaimana jika setelah aku membunuh kalian, aku akan menyesalinya seumur hidup ?! " Kata Xiao Fei

__ADS_1


" Jika yang terjadi memang seperti itu, bukankah lebih baik jika tetap membiarkan ingatan buruk itu ada ?! " lanjutnya


Xiao Fei lalu mendekati Xiao Huang dan Jendral Xiao Lalu mengulurkan tangannya untuk menarik mereka berdiri. Xiao Huang dan Jendral Xiao merasa terkejut namun juga sedih dan terharu, ketika melihat Xiao Fei mengulurkan tangannya. Mereka lalu menerima uluran tangan Xiao Fei, lalu bangkit berdiri. Setelah itu Xiao Fei menarik kembali tangannya


" Dengar, aku akan memberikan kalian satu kesempatan lagi, tapi bukan berarti aku sudah memaafkan kalian !. Untuk sementara, aku juga tidak akan memanggil kalian Ayah dan kakak, karena aku memang belum merasa kalau kalian ayah dan kakakku. Aku akan memanggil kalian ayah dan kakak, jika suatu saat nanti kalian bisa membuktikan padaku kalau kalian memang ayah dan kakakku " kata Xiao Fei


" Sudahlah, ini sudah larut malam. Kalian pulanglah ke paviliun Kalian masing - masing " kata Xiao Fei


" Kalau begitu, kami permisi. Kau juga beristirahatlah. Selamat malam " Kata Jendral Xiao

__ADS_1


Mereka kemudian meninggalkan Paviliun Mawar, dan kembali ke paviliun mereka masing - masing untuk beristirahat.


Keesokan paginya, didepan paviliun mawar, terlihat Xiao Fei yang sedang berlatih pedang. Ia terlihat sangat santai, namun gerakannya terlihat sangat lincah dan serangan yang dihasilkan sangat mematikan. Setelah selesai latihan, Xiao Fei langsung beristirahat di bawah pohon sambil minum air, dan makan buah - buah segar yang sudah disediakan oleh Ara


" Haaa, air, dan buah segar setelah berlatih pedang memang yang terbaik " gumam Xiao Fei


Ia lalu bersandar di pohon lalu menutup matanya. beberapa menit kemudian, terlihat bayangan seseorang mengenai wajah Xiao Fei. Orang itu lalu duduk tepat didepan Xiao Fei, lalu membelai wajahnya perlahan, bermaksud menyingkirkan beberapa helai rambut yang ada di wajahnya. Orang itu tidak lain adalah putra mahkota Han, yang menatap Xiao Fei dengan tatapan lembut, dan senyuman di wajahnya


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2