
" Desa kami sangat damai dan penduduknya pun sangat ramah. tak pernah ada masalah di desa kami, hingga pada suatu hari, ada sekelompok bandit yang datang ke desa kami. mereka membunuh semua orang, dan menghancurkan semua rumah dan barang yang ada disana. ayahku melawan bandit - bandit itu, sedangkan ibuku membawaku ke sebuah rakit, kemudian ibu menyuruhku untuk pergi melarikan diri. awalnya aku tidak ingin meninggalkan kedua orang tuaku, tapi ibu tetap bersikeras menyuruhku pergi. ia lalu memutuskan tali yang mengikat rakit itu, lalu mendorong rakit itu menjauh dari tepi sungai. aku tak bisa berbuat apa - apa selain menangis waktu itu, karena aku hanyalah seorang anak kecil yang bahkan tak tahu berenang. aku tertidur selama seharian di atas rakit itu, hingga tak sadar kalau aku sudah berada di tepian. Di sanalah aku bertemu dengan bibi Yun, yang akhirnya merawatku. yah, sampai beberapa saat yang lalu " kata Chen
" bibi Yun ?, apa maksudmu bibi pelayan, yang ada di restoran tadi ? " tanya Xiao Fei
" yah, itu benar " jawab Chen
" Hmm, baiklah Chen, kalau begitu selamat datang, dan mohon kerja samanya " kata Xiao Fei, tersenyum
" baik, nona muda " jawab Chen
" Aku ingin istirahat, Ara akan menjelaskan hal - hal lainnya padamu. jika ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja padanya " lanjut, Xiao Fei, setelah itu pergi meninggalkan Chen dan Ara
Di kamar, Xiao Fei langsung merebahkan diri di kasurnya. namun ketika ia menutup mata, ia tiba - tiba teringat dengan wajah dari putra mahkota Han, yang membuatnya terbangun, dan duduk seketika
__ADS_1
" Hah, kenapa wajahnya tiba - tiba muncul di pikiranku ?! " gumam Xiao Fei
" Hmm, tidak mungkin aku merindukan pengganggu itu kan, lagi pula dia belum lama kembali ke kerajaannya..... Ah, aku tahu. itu karena dia terlalu mengganggu, sehingga terornya sangat besar, dan wajahnya muncul di pikiranku. Ya !, pasti karena itu !, heh aku lebih kuat, jangan harap wajahmu muncul lagi ! " gumam Xiao Fei, lalu ia pun membaringkan dirinya, kemudian tertidur
1 Tahun kemudian
Di tempat latihan, terlihat Xiao Fei yang sedang latihan bertarung dengan beberapa pengawal. Skill bertarung mereka terlihat meningkat, tapi seperti biasa Xiao Fei dengan Mudah Mengalahkan mereka, sehingga mereka kewalahan
" Kerja bagus, semuanya. Lebih sering lagi latihan untuk meningkatkan kemampuan kalian ! " kata Xiao Fei
" Wah - wah, memang adikku adalah orang terkuat di kediaman ini ! " kata Xiao Huang yang sedang bersandar di tembok sambil bertepuk tangan
" Haa, aku belum sekuat itu, jangan melebih - lebihkan, Gege " kata Xiao Fei
__ADS_1
" Hahaha, kau memang aneh. semua orang tahu kalau kau yang paling kuat disini. tapi jika memang itu yang kau mau, maka Gege mu ini hanya bisa menurutinya " jawab Xiao Huang, sambil menyodorkan. berisi air kepada Xiao Fei, kemudian mengacak - acak, gemas rambut Xiao Fei, yang sedang meminum air
" gege, hentikan, bagaimana jika aku tersedak air ?! " omel Xiao Fei
" haha, itu tidak terjadi kan " kata Xiao Huang
" Huang geeeee " kata Xiao Fei dengan nada mulai kesal
" hahaha, baiklah - baiklah, cepat bersihkan dirimu, lalu pergi ke ruang makan, ayah sudah menunggu. aku dengar tadi koki memasak bebek panggang kesukaan mu ! " kata Xiao Huang
" yeeeeyy " seru Xiao Fei, senang
ia langsung melempar yang ada ditangannya dan langsung lari ke paviliunnya, sedangkan Xiao Huang, kaget dan langsung sigap menangkap. yang dibuang oleh Xiao Fei
__ADS_1
" Haaa, anak yang satu ini benar - benar...... heh, masih ceroboh seperti biasa " gumam Xiao Huang sambil tertawa kecil
BERSAMBUNG