
Halo para readers semua, maaf ya kalo author update nya lama, soalnya author sibuk dengan urusan sekolah, apalagi sekarang sekolah nya pakai online, jadi tugasnya banyak banget. Jadi kadang author pengen update, tapi terlalu cape pas habis ngerjain tugas. Apalagi setelah tugasnya dikumpul, dapat tugas baru lagi 🙏🙏🙏
________________________________________________
Hari - hari Alexa, saat tinggal di rumah pamannya, sangat buruk. Paman Alexa mempunyai seorang istri, dan dua orang anak. Alexa selalu dihina, dan dilihat dengan tatapan sinis, dari istri dan anak - anak pamannya, saat tinggal disana. Bahkan setiap harinya, dia di perlakukan layaknya seorang pembantu. Pamannya selalu melihat Alexa dengan tersenyum lembut, namun tidak pernah membantu, atau pun membela Alexa saat mendapat perlakuan yang buruk dari istri dan kedua anaknya. Tapi Alexa sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Dia menganggap itu sebagai balas budi kepada pamannya, yang sudah mau menampungnya.
Namun, pada suatu malam, Alexa terbangun dari tidurnya, karena mendapat mimpi buruk, tentang kematian kedua orangtuanya. Ia kemudian pergi ke dapur untuk meminum air. Saat ia ingin kembali ke kamarnya, ia mendengar suara pamannya yang sedang, menelpon dari dalam kamarnya. Kamar paman Alexa memang langsung berada di depan jalan menuju dapur, jadi mau tidak mau, Alexa harus melewatinya.
Di dalam kamar, terdengar suara paman Alexa yang terdengar sangat bersemangat, bahkan ia sampai tertawa, sendiri.
" Hahahaha, kerja kalian sangat bagus. Aku akan mengirimkan uangnya besok, sesuai janji " kata paman Alexa, kemudian mematikan handphone nya
__ADS_1
" Heh, tidak sia - sia aku menyewa pembunuh bayaran, untuk membunuh kakak ( ayah Alexa ) dan istrinya yang bodoh itu. sekarang, aku hanya perlu membunuh anak itu, kemudian harta warisan ayah, akan jadi miliku, hahahaha " kata paman Alexa, tanpa mengetahui kalau Alexa sedang mendengar perkataannya
Alexa sangat terkejut mendengar hal itu. Ia sudah tak dapat mengendalikan amarahnya. Ia kemudian pergi ke dapur, dan mengambil sebuah pisau yang ada di atas meja, kemudian kembali lagi ke kamar pamannya. Tatapannya yang datar sejak datang ke rumah itu, kini berubah menjadi tatapan yang sangat menakutkan. Brak.... suara pintu yang di dorong kuat, oleh Alexa. Pamannya sangat terkejut melihat Alexa ada di depan kamarnya
" A - Alexa, mengapa kau ada disini, dan mengapa kau memegang pisau ?! " tanya pamannya gugup
" Oh, apakah aku tak boleh datang kesini, paman ? " tanya Alexa sinis
" Ahem, tentu saja kau boleh datang kesini, tapi kau tak boleh membawa pisau seperti itu " kata paman Alexa sambil tersenyum, yang membuat Alexa semakin marah
Alexa hanya ber - oh sambil melihat pisau yang ada ditangannya, kemudian langsung menikam perut pamannya, tanpa pikir panjang. Saat itu ia sudah dibutakan oleh kemarahan yang membara. Paman Alexa berteriak kesakitan, yang membuat istri dan anak - anaknya, yang berada di kamar sebelah, terbangun.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan, dasar anak sialan !? " kata paman Alexa yang memperlihatkan sifat aslinya
" Heh, ternyata inilah sifat aslimu paman, ternyata sifatmu sangat buruk ya " kata Alexa dengan tatapan sinis
" Apa kau tahu paman, selama ini aku rela di perlakukan dengan buruk oleh keluargamu, karena aku pikir aku berhutang budi padamu karena sudah menampung ku. Tapi ternyata aku salah, karena sebenarnya, semua penderitaan ku saat ini adalah hasil dari perbuatanmu !!! " teriak Alexa
Ia lalu kembali menikam lengan pamannya. Paman Alexa berteriak kesakitan, sambil mengumpat Alexa. Namun teriakannya sama sekali tidak di pedulikan. Alexa tetap menikam - nikam tubuh pamannya hingga tewas. Setelah itu ia berdiri sambil menatap jasad pamannya. tubuh Alexa kini penuh dengan cipratan darah.
" Heh, sudah mati ya " gumam Alexa dengan seringai di bibirnya
BERSAMBUNG
__ADS_1