KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
PENGAKUAN


__ADS_3

halo, sebelum nya saya mau minta maaf kalau baru up lagi. soalnya sekarang, waktu saya sudah kurang mendukung. itu semua karena, saya sudah tinggal di asrama, jadi hp nya di kumpul, dan hanya bisa di ambil pas jam belajar, dan kalau di ambil pun pasti harus saya gunakan untuk mengerjakan tugas. pas libur juga, waktu saya sangat terbatas, karena harus membantu orang tua di kampung. itu lah mengapa saya baru up lagi, meskipun cuma beberapa episode. sekali lagi, maaf yang sebesar besarnya. keputusan kalian, jika masih ingin baca novel ini, atau tidak. saya menghargai keputusan kalian 🙂


________________________________________________


Tidak hanya bela diri, Alexa pun mulai mendaftar di kelas lainnya, seperti kelas menembak, dan kelas tinju. Tahun - tahun berlalu, kini Alexa sudah menjadi seorang gadis cantik dengan kemampuan yang luar biasa. Dia juga Lulus dari universitas terkemuka, dengan nilai terbaik. Kemampuannya dalam berbisnis juga sudah tidak diragukan, meskipun usianya masih muda. Namun, secara diam - diam, Alexa membuat sebuah organisasi rahasia yang dipimpin oleh dirinya sendiri. Alasan Alexa menjadi pemimpin organisasi itu, karena dia sudah berhasil mengalahkan pemimpin sebelumnya dari organisasi itu. Nama organisasi itu adalah fox mafia. Tapi setelah Alexa menjadi pemimpin, nama organisasi itu di ubah menjadi Black Fox Mafia


Flash back off


Brak... bunyi pintu kamar Xiao Fei yang didobrak oleh Putra mahkota Han. Terlihat Xiao Fei yang duduk di lantai sambil bersandar ke tembok, dengan tatapan kosong. Putra mahkota Han langsung berjalan ke arah Xiao Fei, lalu memeluknya. Air mata Xiao Fei kembali menetes

__ADS_1


" Salahkah jika aku menginginkan cinta dan kasih sayang ?. Apakah aku begitu tidak pantas untuk mendapatkannya ? " tanya Xiao Fei lirih


" Itu tidak benar, kau adalah orang yang baik, dan hebat, kau sangat pantas untuk dicintai ! " kata putra mahkota Han, lembut


perkataan putra mahkota Han membuat Xiao Fei tersentuh. Ia lalu perlahan mengangkat tangannya, yang berlumuran darah, lalu memeluk putra mahkota Han. seketika itu juga, tangis Xiao Fei pecah. ia pun menangis dalam pelukan putra mahkota Han


" Itu tidak benar ! " kata putra mahkota Han, dengan sedikit berteriak


" Aku.... aku mencintai mu ! " lanjutnya sambil menatap Xiao Fei, namun ia terkejut dan panik karena Xiao Fei sudah menutup matanya dan tidak bersuara. tapi rasa panik nya langsung hilang setelah mengetahui kalau Xiao Fei hanya tertidur karena kelelahan

__ADS_1


Putra mahkota Han lalu menggendong Xiao Fei dan membaringkannya perlahan di ranjangnya. setelah itu, ia memanggil Ara, dan memintanya untuk membawakan kotak obat kepadanya. Beberapa menit kemudian, Ara datang dengan membawa kotak obat yang diminta oleh putra mahkota Han. Putra mahkota Han pun menyuruh Ara untuk meninggalkan ruangan itu. setelah Ara pergi, putra mahkota Han mulai membersihkan dan mengobati luka di tangan Xiao Fei dengan lembut, dan hati - hati, karena ia tak mau membuat Xiao Fei terbangun. Setelah selesai mengobati luka Xiao Fei, putra mahkota Han berdiri dan menatap wajah cantik Xiao Fei.


" Sebenarnya apa yang telah kau alami selama ini " batin putra mahkota Han


" Apa kau mendengar apa yang aku katakan padamu tadi ?, tidak masalah jika kau tidak mendengarnya. Aku bisa mengatakannya pada mu lagi nanti. Selamat tidur, Xiao Fei " kata putra mahkota Han, sambil tersenyum, lalu mengecup kening Xiao Fei, setelah itu pergi meninggalkannya


Ketika keluar dari kamar Alexa, putra mahkota Han melihat Ara, yang sedang duduk di depan pintu dengan raut wajah khawatir. Putra mahkota Han lalu mengatakan kepada Ara bahwa Xiao Fei baik - baik saja, dan sedang tidur. Ara menghembuskan nafas lega, setelah mendengar perkataan putra mahkota Han. putra mahkota Han kemudian pergi meninggalkan paviliun mawar. Keesokan paginya Xiao Fei perlahan membuka matanya, dan bangun dari ranjang nya. Ia kemudian kembali mengingat kejadian malam tadi, dimana ia berdebat dengan ayah dan kakaknya, membunuh para selir, menghancurkan semua barang di kamarnya, hingga ia yang menangis dalam pelukan putra mahkota Han


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2