KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
MEMINTA IZIN


__ADS_3

Di Paviliun Mawar


" Ara, aku berencana mengubah paviliunku, bagaimana menurutmu ? " tanya Xiao Fei


" Itu ide yang bagus, tapi nona harus meminta izin kepada jenderal besar terlebih dahulu " jawab Ara


" Cih, aku tidak ingin meminta izin pada si tua bangka itu " kata Xiao Fei


" Tapi nona bisa dihukum ! " kata Ara


" Apa aku terlihat peduli ? " tanya Xiao Fei sambil menatap Ara yang sedang menunduk.


" hah, baiklah. aku akan meminta izin pada jenderal terlebih dahulu " kata Xiao Fei pasrah


Alasan Xiao Fei tidak memanggil jenderal Xiao Fang dengan sebutan ayah adalah karena ia masih merasa sangat marah dengan sikap jenderal Xiao kepada Xiao Fei yang asli selama ini. setelah itu, ia pergi menghadap jenderal Xiao Fang untuk meminta izin.


Di Ruang Kerja Jenderal Xiao Fang


" Salam nona " kata pengawal yang menjaga pintu.

__ADS_1


" Hmm, aku ingin bertemu dengan jenderal. Buka pintunya ! " kata Xiao Fei


Setelah pintu dibukakan Xiao Fei langsung masuk kedalam ruangan itu dengan santai. pengawal tadi ingin memberitahukan tentang kedatangan Xiao Fei kepada jenderal Xiao, tapi ia dilarang oleh Xiao Fei.


Xiao Fei terus berjalan, hingga akhirnya ia melihat seorang pria yang sedang duduk sambil membaca dokumen - dokumen diatas mejanya. orang itu adalah jenderal Xiao yang sedang bekerja, dan tidak menyadari kehadiran Xiao Fei


" Putri ini memberi salam Kepada Jenderal ! " kata Xiao Fei dengan sedikit berteriak.


Jenderal Xiao terkejut, karena dari tadi ia tidak merasakan keberadaan Xiao Fei


" Aku adalah seorang jenderal besar, yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam berperang, maupun menangani musuh, jadi tingkat kewaspadaan, dan instingku sangat tinggi. Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya ? " batin jenderal Xiao Fang


" Ahem. ada perlu apa kau datang menemui ahyandamu ini Fei er ? " tanya jenderal Xiao, lembut


" Maaf jenderal tapi tolong panggil aku Xiao Fei saja, karena seingatku, kita tidak sedekat itu ! " kata Xio Fei, dingin


Ketika mendengar ucapan Xiao Fei, hati jenderal Xiao seakan ditusuk ribuan jarum. Ia merasa sangat sedih, dan ingin menangis, namun ia sadar kalau perubahan sikap putrinya itu, disebabkan oleh perlakuan nya selama ini. Ingin sekali rasanya ia meminta maaf, namun ia takut kalau perbuatannya itu tidak akan pernah dimaafkan oleh putrinya.


" sudahlah, aku kemari untuk meminta izin untuk mengubah paviliunku " kata Xiao Fei

__ADS_1


" Baiklah, ubah saja sesukamu. Apa kau mau ayah mengirimkan beberapa pengawal untuk membantu ? " tanya Jenderal Xiao


" Tidak, terimakasih. aku punya banyak teman yang bisa membantuku. baiklah, hanya itu yang ingin aku sampaikan. kalau tidak ada hal lain aku permisi dulu " Jawab Xiao Fei


Xiao Fei kemudian kembali ke paviliun Mawar, meninggalkan jenderal Xiao yang mencoba untuk tidak menangis diruang kerjanya. sesampainya di paviliun Mawar, Xiao Fei langsung duduk di sebuah kursi, kemudian berbicara kepada Yu Qi melalui telepati.


" Gege, datanglah ke kediaman jenderal Besar Xiao, bawalah 20 orang anggota pria bersamamu. Aku akan menunggu kalian disini ! " kata Xiao Fei


" Apa kau menghadapi masalah besar Fei er ?, tidak biasanya kau meminta kami untuk membantumu dalam menangani musuh " tanya Yu Qi


" Aku tidak bilang kalau aku sedang berhadapan dengan musuh ! " jawab Xiao Fei


" Jadi, untuk apa kau memanggil kami ? " tanya Yu Qi


" aku memerlukan bantuan kalian untuk memperbaiki paviliunku " jawab Xiao Fei


" Hanya itu ? " tanya Yu Qi lagi


" Iya ! " jawab Xiao Fei

__ADS_1


" Baiklah, aku akan memanggil yang lain dan segera kesana " kata Yu Qi


BERSAMBUNG


__ADS_2