
akhirnya dia tiba di sebuah toko yang bangunannya sudah terlihat sangat tua. Tanpa pikir panjang Xiao Fei langsung masuk kedalam toko itu, karena memang hanya itu satu - satunya toko yang tersisa, yang belum dia masuki. didalam toko, tak terlihat satu orang pun yang bekerja
" Halo, apa ada orang disini ?! " tanya Xiao Fei, setengah berteriak
tiba - tiba terdengar suara seorang pria yang sepertinya sudah cukup tua
" Ada pengunjung ?, halo. selamat pagi, nona. apa ada yang kau cari ? " kata seorang kakek yang muncul dari sebuah ruangan
" Ya !, aku sedang mencari tungku untuk membuat pil ! " jawab Xiao Fei langsung ke intinya
" hmm, apakah kau berencana untuk membuat pil ? " tanya kakek itu
" ya " jawab Xiao Fei, singkat
" baiklah, tunggu sebentar " kata kakek itu, sambil masuk ke sebuah ruangan dan keluar membawa sebuah karung besar
" sudah lama sekali sejak orang - orang masih berminat untuk membuat pil, sehingga toko ku pun menjadi bangkrut. kau bisa lihat sendiri, kondisi toko yang sudah tua dan usang ini. aku tidak menyangka hari ini akan ada seorang nona kecil yang ingin membeli tungku untuk membuat pil " kata kakek itu
__ADS_1
ia lalu mengeluarkan semua tungku pil yang ada didalam karung dan menunjukannya kepada Xiao Fei
" Silahkan, pililah salah satu tungku untuk menjadi tungku mu " lanjut kakek itu
Xiao Fei lalu mengamati semua tungku pil yang sudah dikeluarkan oleh kakek tadi, semua tungku itu memiliki ukiran yang bagus, tapi tidak ada satupun yang membuat Xiao Fei tertarik.
" apa masih ada yang lain ? " tanya Xiao Fei
" Entahlah, akan kulihat lagi " jawab kakek itu
" mungkinkah, anak itu.... ?!, patut dicoba " gumamnya
kakek itu lalu keluar sambil memegang tungku yang tadi ia ambil. Tungku pil itu berwarna keemasan, dengan ukiran naga, dan berlian berwarna merah darah pada mata naga nya.
" Ini adalah tungku terakhir yang bisa aku temui " kata kakek itu, sambil menyerahkan tungku pil kepada Xiao Fei
Ketika Xiao Fei memegang tungku pil itu, terlihat cahaya berwarna merah Semerah darah, dan muncul juga asap hitam dari dirinya, yang membuat kakek tua tadi merasa sangat terkejut. Tapi, Xiao Fei tidak menyadari itu, karena dia sedang fokus mengamati tungku pil tadi.
__ADS_1
" Tungku ini adalah tungku peninggalan dari dewa pil terkuat di dunia, sekaligus dewa kegelapan yang meninggal seribu tahun yang lalu, katanya jika tungku ini memilih tuannya berarti orang itu adalah master pil selanjutnya ! " batin sang kakek
" Aku menyukai tungku pil ini ! " kata Xiao Fei
" hoho, tungku pil itu memang sudah ditakdirkan untukmu. Tapi, sebelum itu, apa kau tau cara membuat pil anak muda ? " tanya kakek
" untuk saat ini, aku belum tahu, tapi sebentar lagi pasti akan tahu " jawab Xiao Fei
" Aku bisa mengajari mu beberapa teknik untuk membuat pil, apa kau mau mendengarnya ? " tanya kakek itu
" hmm, tentu tidak ada salahnya mencoba ! " jawab Xiao Fei
" tapi sebelum itu, nama saya adalah Xiao Fei. bisakah anda memberi tahu saya nama anda ? " lanjutnya
" hoho, kau bisa memanggilku kakek Yan, nona muda " jawab kakek itu
BERSAMBUNG
__ADS_1