
" Ada apa kau mencariku ? " tanya Xiao Fei pura - pura tidak tahu
" Kau masih bertanya, tentu saja aku kemari untuk memberimu pelajaran karena sudah mempermalukan ku di pesta ulang tahun kaisar Feng ! " jawab Xiao Yi
" Mempermalukan mu ?, entahlah, aku hanya melakukan apa yang kau katakan dengan memberi hadiah, dan menampilkan pertunjukan. Aku tidak tahu itu akan membuatmu merasa malu " kata Xiao Fei, dengan nada mengejek
Xiao Yi menjadi geram mendengar ejekan Xiao Fei
" Kau, lagipula bagaimana sampah sepertimu bisa memainkan Guzheng dengan baik ?! " kata Xiao Yi, sinis
" Oh, apa aku harus memberitahukannya kepadamu ? " ejek Xiao Fei
__ADS_1
Xiao Yi merasa semakin marah mendengar ejekan Xiao Fei dan langsung mengeluarkan elemen airnya. ketika Xiao Fei melihat Xiao Yi mengeluarkan elemen airnya, Ia langsung menundukan kepalanya. Xiao Yi yang melihat Xiao Fei menundukan kepalanya, merasa sudah menang, karena berpikir Xiao Fei takut kepadanya. Tapi kenyataannya, Xiao Fei menunduk karena menahan tawa
" Heh, apa kau takut ?, tenang saja jika kau menyerahkan paviliun ini, aku mungkin akan mempertimbangkan untuk membiarkanmu hidup " kata Xiao Yi, sombong
" Pfff, hahahaha " tawa Xiao Fei lepas
" Tingkatanmu jauh lebih rendah dariku, dan kau berani mengancamku dengan elemen airmu, bahkan ingin membunuhku ?!, lelucon macam apa ini " batin Xiao Fei
" Kau terlalu percaya diri. Darimana kau tahu kalau kau bisa membunuhku ?! " sinis Xiao Fei
" Tentu saja aku bisa membunuhmu !, kau hanyalah seorang sampah " kata Xiao Yi, geram
__ADS_1
Ia kemudian melirik Ara, langsung menyerang Ara dengan elemen airnya. Ara yang terkena serangan dari Xiao Yi, memuntahkan seteguk darah, karena ia belum berkultivasi dan tidak sanggup menahan serangan dari Xiao Yi. Para pelayan Xiao Yi menertawakan dan mengejek Ara. Para pelayan itu adalah pelayan yang sama yang melukai Ara tadi
" Hahaha, kau sangat lemah, apakah pukulan kami tadi terasa menyenangkan ? " ejek salah seorang pelayan
" Benar, mungkin kita harus memukulnya lagi nanti " sambung pelayan yang lain
Xiao Fei merasa sangat marah melihat Xiao Yi melukai Ara, apalagi mendengar ejekan dari para pelayan Xiao Yi. Xiao Fei kemudian mengeluarkan aura membunuhnya, lalu menyerang ketiga pelayan Xiao Yi hingga terpental dan memuntahkan seteguk darah, sama seperti yang dilakukan Xiao Yi pada Ara. Xiao Fei kemudian menghilang lalu muncul lagi tepat dihadapan ketiga pelayan itu Xiao Fei lalu mengeluarkan belati dari balik hanfunya, lalu menggores wajah para pelayan Xiao Yi dengan belati itu
Jeritan kesakitan dan minta tolong terdengar dari arah paviliun mawar, namun para pelayan dan pengawal tak ada yang berani mendekat, sebab mereka sudah tahu seberapa kejam Xiao Fei saat menyiksa mangsanya. Apalagi Jenderal Xiao, Xiao Huang, dan Selir Mei sedang tidak ada di kediaman, karena mereka diundang ke istana oleh kaisar. Sebenarnya yang diundang itu hanyalah Jenderal Xiao dan Xiao Huang, namun karena Selir Mei adalah istri Jenderal Xiao, maka Jenderal Xiao juga mengajaknya
Xiao Fei tidak mempedulikan jeritan para pelayan. Jiwa psikopatnya sudah mulai membara. Setelah puas menikam wajah para pelayan, Xiao Fei lalu memotong kedua tangan, dan kaki para pelayan itu. setelah itu ia menggorok leher mereka secara perlahan, yang membuat mereka merasa kan sakit yang amat sangat. Para pelayan itu masih hidup, namun sudah tak berdaya. Dan dengan santai, Xiao Fei menghanguskan tubuh mereka dengan elemen apinya. para pelayan itu menjerit kesakitan dan memohon maaf pada Xiao Fei, namun Xiao Fei tidak mempedulikannya. Teriakan mereka akhirnya menghilang bersamaan dengan tubuh mereka yang sudah menjadi abu
__ADS_1
BERSAMBUNG