KEKEJAMAN SANG PUTRI

KEKEJAMAN SANG PUTRI
MEMBALUT LUKA PUTERA MAHKOTA HAN


__ADS_3

" Hmm, ngomong - ngomong, pertunjukanmu saat pesta sangat bagus ! " Puji putera mahkota Han, sambil tersenyum menatap Xiao Fei


" Terima ka - "


Xiao Fei ingin mengucapkan terima kasih, namun ia teralihkan dengan darah yang tiba - tiba menetes dari luka putera mahkota Han


" Kepalamu berdarah ! " Kata Xiao Fei, tanpa mempedulikan sopan santun


Putera mahkota Han terkejut mendengar perkataan Xiao Fei, namun ekspresi terkejutnya langsung digantikan dengan ekspresi senang


" hahaha, iya, ini hanya luka kecil. Aku kira lukanya akan segera mengering, jadi aku hanya membiarkannya ! " jawab Putera Mahkota Han


" Apa yang kau pikirkan, meskipun hanya luka kecil, tapi ini tetaplah sebuah luka dan harus diobati, agar tidak menyebabkan infeksi ! " kata Xiao Fei


" Apa dia sedang mengkhawatirkan ku ?, ekspresinya saat ini sangat imut " batin putera mahkota Han


" Iya, aku akan mengingatnya. Tapi sekarang aku sungguh baik - baik saja " kata Putera Mahkota Han, mencoba meyakinkan Xiao Fei


" Apanya yang baik - baik saja, darahmu terus menetes ! " marah Xiao Fei

__ADS_1


" Sekarang aku sedikit merasa bersalah, aku sangat terkejut saat melihatnya tadi, sampai lupa kalau kepalanya terluka, padahal aku sendiri yang membuatnya terluka " batin Xiao Fei


Ia kemudian berdiri, lalu merobek kain dari hanfunya


" Apa yang kau lakukan ! " tanya putera mahkota Han dengan sedikit berteriak


" Diamlah ! " bentak Xiao Fei


Putera mahkota Han pun menuruti perintah Xiao Fei, namun ekspresinya terlihat seperti anak anjing, yang dimarahi oleh tuannya, dan hal itu membuat Xiao Fei tertawa kecil


" Pfff, maaf, aku tidak bermaksud membentakmu, aku hanya ingin membalut lukamu saja " kata Xiao Fei sambil tersenyum


" Selesai ! " kata Xiao Fei, yang baru selesai membalut luka Putera Mahkota Han


Saat ia menunduk, pandangannya pun bertemu dengan putera mahkota Han, yang juga saat itu sedang menatapnya. Mereka bertatapan selama beberapa saat. Wajah tampan putera mahkota Han, terlihat bersinar, saat terkena cahaya bulan. Xiao Fei menatap lekat wajah Putera Mahkota Han. Ia seakan akan terhipnotis olehnya. Tanpa sadar, Xiao Fei menyentuh wajah tampan putera mahkota Han dengan kedua tangannya, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Putera Mahkota Han


Deg Deg Deg, jantung putera mahkota Han berdetak kencang


Putera Mahkota Han sudah menutup matanya. Ia merasa sangat senang, sekaligus berdebar, karena mengira Xiao Fei akan menciumnya. Hembusan angin yang lembut, membuat dedaunan kering mulai berjatuhan. Mereka berdua terlihat bagaikan sebuah lukisan yang indah, dan hal itu membuat Putera mahkota Han semakin berdebar. Sedangkan Xiao Fei terus mendekatkan wajahnya ke wajah Putera Mahkota Han. Saat bibir mereka hampir bersentuhan tiba - tiba

__ADS_1


Fyuuuuuuu, Xiao Fei meniup wajah putera Mahkota Han. Putera mahkota Han langsung membuka matanya, dan menatap Xiao Fei dengan bingung


" Itu lebih baik " Kata Xiao Fei


" Apa yang lebih baik ? " tanya putera Mahkota Han, penasaran


" Aku sudah menghilangkan bulu matanya ! " jawab Xiao Fei


" Bulu mata ? " tanya Putera Mahkota Han, bingung


" Iya, tadi, aku melihat ada satu bulu mata yang terjatuh dan menempel di pipimu, dan itu sangat menggangguku ! " jawab Xiao Fei


" Jadi begitu " kata putera mahkota Han, sambil memalingkan wajahnya


" Sial, padahal tadi suasananya sangat pas " gumam putera mahkota Han


" Apa kau mengatakan sesuatu ? " tanya Xiao Fei


" Tidak, aku tidak mengatakan apa apa " Jawab Putera Mahkota Han, sambil menggaruk tengkuknya, yang tidak gatal

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2