
Xiao Fei hanya duduk melamun dan kembali memikirkan ciumannya dengan putra mahkota Han. yang membuat wajahnya tiba - tiba memerah.
" Argggg, kenapa aku melakukan ituuuu. Bunny sialan, andai dia tidak membuatku tergoda dengan hadiah, pasti aku tidak akan melakukan hal itu ! " kata Xiao Fei sambil tidur di sofa dengan posisi wajah mencium sofa
" Kenapa kau berbaring dengan posisi seperti itu, dan apa yang kau lakukan ? " tanya Xiao Huang yang tiba - tiba muncul
Xiao Fei langsung mengubah posisinya menjadi duduk, dan ekspresinya pun ikut berubah menjadi sedingin es
" Apa yang kau lakukan disini ?! " tanya Xiao Fei, datar
" Ah, aku tadi berniat mengunjungi mu, lalu aku melihat pintu paviliunmu terbuka, jadi.. aku langsung masuk kedalam " kata Xiao Huang, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Ha ?, kau berniat mengunjungiku ?, hahaha, apa matahari terbit dari barat ? " ejek Xiao Fei sambil tertawa menatap Xiao Huang
__ADS_1
Xiao Huang hanya terdiam menatap Xiao Fei yang sedang mengejeknya
" Apakah kita tidak bisa berbaikan dan kembali menjadi Kakak beradik lagi ? " tanya Xiao Huang dengan hati - hati
dia memang merasa sangat menyesal setelah menuduh Xiao Fei sebelum selir Mei dan Xiao Yi di eksekusi oleh Xiao Fei. Saat ini dia sangat berhati-hati dengan perkataannya, karena takut Xiao Fei akan semakin membencinya, dan jarak diantara dia Dan Xiao Fei akan semakin merenggang
" Berbaikan kata mu ?!. ha - hahahaha, ayolah ini sudah malam, jangan membuat perutku sakit " kata Xiao Fei yang sudah berdiri di depan Xiao Huang, sambil tetap mengejeknya
" Nak, ayah mohon..... Kau boleh menyiksa kami, kau boleh tidak memaafkan kami, karena kami memang tidak layak untuk mendapatkan maaf dari mu
bruk, jendral Xiao Pun berlutut dihadapan Xiao Fei. Xiao Huang mencoba untuk menarik ayahnya untuk kembali berdiri, tapi Jendral Xiao dengan tegas melarangnya untuk tidak melakukan itu
" Anakku Xiao Fei, kau boleh tidak memaafkan kami, tapi... ayah mohon, jangan terlalu membenci kami. Tolong beri kami satu kesempatan lagi, untuk menebus kesalahan kami padamu ?!. Ayah mohon... " lanjut jendral Xiao
__ADS_1
mendengar itu hari Xiao Fei terasa seperti ditusuk
" Haah hahaha, aku benar benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan kalian ! " kata Xiao Fei dengan sedih dan marah yang bercampur aduk
Dia lalu duduk kembali di sofa dan mengacak - ngacak rambutnya seperti orang yang sedang depresi
" Aku sangat sangat marah atas perlakuan kalian padaku selama ini. Sangat marah, sampai rasanya saat ini aku ingin langsung mencabut pedang ku dan memenggal kepala kalian, tapi disisi lain, aku merasa sedih karena tidak bisa mendapat kasih sayang, bahkan aku tidak pernah dianggap oleh kakak, dan ayah kandung ku sendiri. Sedangkan ANJING yang muncul entah dari mana, sangat diperhatikan dan diperlakukan seperti sebuah permata " kata Xiao Fei
" Heh, kadang aku merasa bahkan aku tidak lebih berharga dari para pelayan ! " lanjutnya
Tangannya mengepal sangat erat, bahkan sedikit mengeluarkan darah. Jendral Xiao Dan Xiao Huang hanya bisa terdiam dan mengucapkan kata maaf. ketika mendengar perkataan Xiao Fei " ANJING yang muncul entah dari mana diperlakukan seperti permata " mereka merasa sangat malu dan menyesal atas perlakuan mereka yang sangat memanja dan memperlakukan Xiao Yoi dengan istimewa padahal dia bahkan bukan anak kandung dari Jendral Xiao, sedangkan Xiao Fei yang tidak bersalah dituduh dan diperlakukan seperti pelayan, tidak, bahkan lebih buruk dari pelayan
BERSAMBUNG
__ADS_1