
Beralih ke markas Sanca Black tangan kanan Heri yang baru memberitahukan bahwa markas Golden Scorpion yang di pimpin oleh Rio di serang oleh kelompok mafia dari kota B yang bernama Badai Hitam yang di pimpin oleh Harun. Kabar itu membuat Heri tertawa “biarkan mereka menyerang maskar musuh kita, ketika markas musuh sudah kewalahan maka kita akan muncul dan menyerang kedua kelompok itu, dan menjadikan kelompok mafia kita yang tak terkalahkan” kata Heri kepada tangan kanannya.
“kenapa kita tidak bersekutu dengan mafia itu untuk melawan markas Golden Scorpion” kata anak buah Heri “iya juga yah, kirim seseorang untuk beritahu ketua kelompok mafia itu bahwa aku ingin bertemu dengannya” kata Heri, “baik tuan” kata tangan kanan Heri sambil berlalu pergi. “hahaha….. tunggu pembalasanku Rio, tak lama lagi kau akan hancur di tanganku” kata Heri.
Di kota B seorang mafia yang sedang duduk menikmati minumannya bersama anak buahnya “kita rayakan kesuksesan kita yang telah menghancurkan maskar musuh dengan mudah, kita akan menjadi kelompok mafia yang tak terkalahkan di kota ini” kata pria itu sambil meminum bir di sambung dengan gelak tawa anak buahnya.
Yah, dia Harun seorang pemimpin kelompok mafia Badai Hitam. Harun mempunyai perusahaan GG yang di tempati kerja oleh Arumi teman Adel dan Cika, perusahaan itu termasuk perusahaan terbesar yang ada di kota B. Harun memiliki paras yang tampan dan dingin banyak wanita tergila-gila kepadanya tapi dia tak pernah merespon satu pun wanita itu.
Mereka melakukan pesta sampai sore, tak lama datang salah satu anak buah memberitahukan Harun bahwa ada seseorang mencarinya “suruh dia masuk dan antar dia ke ruangan ku” kata Harun di jawab anggukan oleh anak buahnya dan pergi memberitahukan kepada orang itu.
Orang itu menuju ruangan Harun, orang itu adalah suruhan dari Heri. Mereka pun masuk keruangan yang sangat luar dan megah dan Harun telah duduk di kursi kebesarannya. “siapa kau, dan apa tujuanmu kemari” tanya Harun “namaku Eran aku kesini untuk memberitahukan bahwa pemimpin mafia Sanca Black mengundang anda makan siang besok di restoran XX. Ada sesuatu yang ingin tuan ku sampaikan kepada anda” kata Eran “baiklah aku akan datang ke sana, apakah masih ada hal lain yang ingin kau sampaikan kalau tidak ada lagi silahkan pergi dari sini” kata Harun, Eran pun pergi dari markas Harun dan menelpon tangan kanan Heri.
__ADS_1
“bagaimana” kata Erik tangan kanan Heri “kata pemimpin kelompok mafia itu, bersedia datang ketempat makan siang besok tuan” kata Eran “kalau begitu aku tutup telfonnya” kata Erik tanpa menunggu jawaban dari Eran. Erik pun memberitahukan informasi itu kepada Heri, Heri yang mendengar kabar baik itu pun tertawa “bagus kerja yang sangat bagus, kau kembali lah bekerja” kata Heri sedangkan Erik kembali mengerjakan pekerjaannya.
Keesokan harinya, seperti yang telah mereka sepakati ketua mafia Badai Hitam dan ketua mafia Sanca Black akan bertemu di restoran XX. Jam makan siang pun tiba Heri mendatangi restoran tempatnya akan bertemu seseorang. Heri memasuki ruang VVIP yang telah dia pesan dan menunggu seseorang.
Tak lama seseorang yang telah Heri tunggu pun datang dan memasuki ruang VVIP yeng telah di beritahukan oleh anak buah Heri.
"Selamat datang tuan, senang bertemu denganmu" kata Heri sambil mengulurkan tangannya ke Harun "senang bertemu dengan anda juga tuan" kata Harun sambil menyambut uluran tangan Heri.
Mereka pun makan siang bersama, tak lama mereka pun selesai dengan makan bersama. Harun pun memutuskan kembali ke kota B karena banyak yang harus dia kerjakan. Harun pun meninggal ruang VVIP itu menuju ke mobilnya dan meninggalkan restoran itu.
Sementara Heri yang masih duduk di tempat duduk sambil berkata "tak lama lagi aku akan menghancurkan mu bocah ingusan dan aku akan menjadi mafia nomor satu di kota ini" katanya.
__ADS_1
Beralih ke Adel yang mengistirahatkan dirinya sedangkan bayi masih membuka mata melihat sang ibu "Reno sayang, maafkan ibu yang tidak bisa mempertemukan mu dengan ayahmu. apa bila ibu melihat wajah ayahmu maka bayangan dari peristiwa itu muncul di ingatan ibu. Maaf kan ibu yang egois" kata Adel sambil membelai wajah anaknya sedangkan Reno yang di belai oleh sang ibu tersenyum kepada Adel.
Tak lama Adel mendapatkan notifikasi di handphonenya yang tak henti-henti "siapa sih yang ngechat bikin emosi aja, gak lihat orang lagi ngobrol dengan dengan anak gantengnya ibu, iya kan nak" kata Adel kepada anaknya.
"Grup 3 bersahabat, perasaan aku gak pernah masuk grup" kata Adel dalam hati "assalamualaikum" kata Cika "waalaikumsalam" kata Arumi "waalaikum salam, siapa nomor tidak di kenal ini, Cik" tanya Adel "Del masa sih kamu gak kenal lagi sama teman kamu di desa dulu" kata Arumi "Arumi kan, lama banget kita gak kontekan" kata Adel "iya ini Arumi, bagaimana kabarmu Del" kata Arumi "aku baik Rum, kalau kamu" kata Adel "kabarku baik juga, kata Cika dia mau nikah bulan depan" kata Arumi "beneran dia mau nikah sama siapa" kata Adel "lagi ngomongin apa sih" kata Cika "beneran kamu mau nikah Cik" kata Adel "iya Del, bulan depan aku nikah" kata Cika "sama siapa Cik" kata Adel "sama teman pak Rio CEO tempat kerja kita nama Riko Adijaya dia seorang dokter di salah satu rumah sakit terbesar di kota C" kata Cika. "kalian berdua harus datang ke pernikahanku kalau tidak aku akan marah sama kalian" kata Cika "insyah Allah aku akan datang" kata Adel "aku pasti akan datang" kata Arumi. Mereka bertiga larut dalam percakapan mereka dan tak terasa sudah jam 8 malam "guys aku mau masak dulu yah udah jam 8 malam, lain kali kita chatan lagi yah Assalamualaikum" kata Adel "oke Del waalaikumsalam" kata Arumi "iya Del, waalaikumsalam" kata Cika.
Mereka pun mengakhiri chat mereka dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
...****************...
Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊
__ADS_1
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊