Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Bayi


__ADS_3

Faro dan Kia semakin dekat dengan tempat bayi itu, tak lama pandangan mereka pun bertemu “kamu, ngapain disini pakai baju sekolah lagi” tanya Faro “saya baru saja pulang sekolah om, dan tidak sengaja mendengar suara tangisan bayi, kala om sendiri bagaimana” tanya Kia “aku sekedar lewat saja dan mendengar tangisan bayi dekat dini, kalau begitu kita cari bersama-sama saja” kata Faro di jawab anggukan oleh Kia. Mereka pun mencari sumber suara bayi itu bersama dan benar saja setelah beberapa menit mencari Faro da Kia menemukan bayi mungil yang masih berwarna merah berada di dalam keranjang bayi.


Kia segera menghampiri bayi itu begitu pun dengan Faro, “lucunya, kalau di lihat-lihat bayi ini baru lahir” kata Kia “kamu jangan sok tau” kata Faro “coba aja om lihat, kulia aja masih kemerahan” kata Kia, Faro pun memperhatikan bayi itu dengan seksama dan benar saja apa yang di katakan oleh Kia “terus bayi ini mau di bawa kemana om” tanya Kia “bisa gak sih kamu berhenti manggil om terus, emang aku pernah nikah sama tante kamu” kata Faro, kia pun menggelengkan kepalanya “terus aku panggilnya apa dong” tanya Kia “panggil aja Faro” kata Faro “jadi bayi kita apain” tanya Kia “dia tinggalin, ya kali kita tinggalin kita bawa lah” kata Faro sambil membawa keranjang bayi itu ke mobilnya.

__ADS_1



Sedangkan Kia terus saj mengikuti Faro dari belakang “Far, bayinya mau di bawa kemana” tanya Kia “aku mau bawa masa di tinggal di hutan” kata Faro “aku ikut yah” kata Kia diangguki oleh Faro. Kia pun menggendong bayi itu dan berjalan kepat memasuki mobil dan duduk di samping Faro, tanpa berpikir panjang Faro menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara bayi yang ada di gendongan kia terus saja menangis dan bergetar, Kia segera membuka tasnya mengambil jaketnya dan memakaikan bayi itu. tangisan bayi itu benrhenti dan tertidur pulas dalam gendongan Kia.

__ADS_1



__ADS_1


“kau tinggal dengan siapa” tanya Faro “aku tinggal sendiri, kedua orang tuaku telah meninggal dunia akibat kecelakaan” kata Kia “maaf aku tidak bermaksud …” kata Faro terpotong “tidak apa-apa santai” kata Kia “kita ke rumah ku dulu tidak baik seorang bayi lama di dalam kendaraan” kata Faro dijawab anggukan oleh Kia. Akhirnya Faro pun menjalankan mobilnya ke masionnya, tak butuh waktu lama mereka pun sampai “ayo turun” kata Faro, Kia pun mengangguk dengan setia menggendong bayi itu memasuki mansion Faro. Mereka pun duduk di ruang keluarga “boleh kita bergantian menggendong bayi ini, tangan ku terasa kebas” kata Kia.


__ADS_2