
Satu minggu telah berlalu semenjak Faro datang ke apartemen Adel. Hari ini Adel tidak melakukan apa-apa memutuskan untuk menghubungi Faro. “Assalamualaikum dek” kata Faro “waalaikumsalam kak, kakak lagi dimana sekarang” tanya Adel “kakak lagi di markas, kenapa” kata Faro “kak, Sherlock sekarang yah, Adel mau ke sana” kata Adel “baiklah” kata Faro. Mereka pun memutuskan sambungan telfon.
Adel yang mendapat lokasi tempat markas ayah itu segera membersihkan diri dan Reno, tak lama meraka pun telah berpakaian rapi, Adel segera memesan taksi online, tak berapa meit datang lah taksi online yang telah di pesan oleh Adel. Adel dan Reno pun meninggal apartemennya menuju markas. Tiga puluh menit mereka tempuh untuk sampai ke tempat yang mereka tuju.
__ADS_1
“mbak, kita sudah sampai” kata sopir “eh, iya pak. Ini uangnya pak makasih pak” kata Adel sambil menggendong Reno “sama-sama mbak” kata si sopir. Adel pun berjalan menuju mansion besar “benarlah ini tempatnya, kalau dilihat dari luar ini bukan seperti markas tapi rumah mewah” kata Adel yang tidak percaya. Akhirnya Adel memutuskan untuk berhenti di depan pagar mansion itu dan menghubungi Faro.
“halo dek, kamu ada dimana” tanya Faro “Adel ada di depan pagar markas kak” kata Adel “ya sudah kakak akan jemput kamu, tunggu di sana” kata Faro “baik kak” kata Adel menutup telfon/ tak lama muncullah sosok Faro keluar dari mansion besar itu “masuklah dek” kata Faro sambil mempersilahkan Adel untuk masuk “iya kak” kata Adel. Mereka pun berjalan berdampingan, pintu markas itu di buka dari dalam oleh anak buah almarhum ayah Adel.
__ADS_1
Ternyata masih banyak yang sayang dengan mu ayah, walau pun kau sudah tiada di dunia ini. Dan aku pastikan pembalasan atas kematian kalian akan Adel lakukan dalam waktu dekat ini kata Adel dalam hati. Adel dan Reno memasuki ruangan yang cukup luas dengan meja yang sangat besar cukup untuk banyak orang. “kak, apakah ada bahan makanan disini” kata Adel “iya ada dek, coba kamu cek di kulkas, kamu lapar biar kakak masak sesuatu” kata Faro “iya kak Adel lapar, biar Adel sendiri yang memasak kak. Tapi Adel bisa minta tolong” kata Adel.
“minta tolong apa dek” kata Faro “bisa kakak menjaga Reno dulu sementara aku masak”kata Adel “kalau itu jangan tanya lagi dek, dengan senang hati kakak akan menjaga keponakan kakak yang imut ini” kata Faro sambil mengambil Reno dari gendongan Adel. Adel pun berjalan menuju dapur dan membuka kulkas ternyata dalam kulkas itu lengkap dengan semua bahan makanan. Adel memutuskan untuk memasak banyak untuk semua orang yang ada di markas itu.
__ADS_1
Cukup lama Adel berkutat dengan alat masak “kok, ibu kamu lama banget masaknya,dari pada kita penasaran mending kita melihatnya di dapur” kata Faro sambil mencubit gemas hidung Reno dengan gemas, Faro pun berjalan menuju dapur sambil menggendong Reno “astaga dek, banyak banget kamu masak emang mau kasih makan orang sekampung” kata Faro menghampiri Adel telah selesai merapikan makan di atas meja “adel, masak untuk semua orang yang ada di markas ini kak. Kan tidak lama lagi waktu makan siang” kata Adel “kamu benar-benar adik kakak yang paling baik” kata Faro sambil mengelus kepala Adel.