
Rio mengendarai mobilnya menuju mansionnya untuk membersihkan dirinya, karena merasa tubuhnya sangat lengket dan juga banyak bercak darah di baju dan celana Rio. Rio pun memasuki mansionnya dan segera membersihkan dirinya, cukup lama Rio berendam di air hangat dan menyudahinya. Rio tiba-tiba teringat dengan Faro yang ada di rumah sakit “tidak mungkin aku membahas latar belakang Adel di sana, karena ada orang itu, mending aku menghubungi Ken untuk ke mansion saja” kata Rio sambil mengambil handphonenya di atas tempat tidur dan menghubungi Ken. Tak butuh waktu lama sambungan telpon pun tersambung “halo, ada apa tuan, apakah anda membutuhkan sesuatu” kata Ken.
“apakah kau sudah mengantar mereka ke markas pelatihan” tanya Rio “ kata Rio “kami masih dalam pernjalan ke markas pelatian tuan, ada apa tuan menghubungi ku” kata Ken “kau tak usah ke rumah sakit, kau ke mansion ku saja setelah mengantar mereka” kata Rio “baik tuan” kata Ken. Panggilan tepon pun terputus. Kita beralih ke Ken, mereka membutuhkan waktu satu jam setengah untuk sampai di markas pelatihan. Tak berapa lama mereka pun sampai di markas pelatihan, Ken pun turun dari mobil dan di ikuti oleh anggota barunya. Di ruang tengah markas itu mereka semua berkumpul “perhatian semuanya, mulai sekarang mereka semua akan bergabung dengan kelompok kita jadi mohon kerja sama kalian” kata Ken “baik tuan” kata anak buah Ken.
__ADS_1
“Eris, aku serahkan mereka ke kamu. Latih mereka seperti kau melatih anggota lain, aku akan memantau” kata Ken “baik tuan” kata Eris “dan untuk tempat istirahat kalian nanti Eris akan memperlihatkannya kepada kalian, sekarang mereka adalah tanggung jawabmu Eris. Kalua begitu aku pergi dulu” kata Ken “baik tuan” kata Eris. Ken pun berjalan memasuki mobilnya dan meninggalkan markas pelatihan dengan kecepatan di atas rata-rata karena jalan sudah sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
__ADS_1
__ADS_1
“peraturan yang kedua : “apa bila waktu sarapan, makan siang dan malam kalian semua harus tepat waktu, kalau tidak kalian semua tidak akan dapat jatah makan” peraturan ketiga : pukul tiga sore kita akan melakukan latihan fisik, apa bila ada yang telat maka siap-siap lah kalian di jadikan samsak hidup untuk latihan”. Apa kalian semua sudah mengerti” kata Eris “kami mengerti” kata mereka semua “baiklah kalau begitu kalian semua ikut aku, aku akan menunjukkan tempat istirahat kalian” kata Eris sambil berjalan di ikuti oleh semua nggota baru. “kalian semua naik tangga menuju lantai lima, apa bila saya di luan sampai di sana siap-siaplah kalian dapat hukuman” kata Eris