Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Chat Misterius


__ADS_3

“sudah-sudah, lanjut makannya” kata Adel menengahi mereka semua, akhirnya makan pun berjalan dengan lancar tanpa ada bersuara hanya ada dentingan sendok dan piring. Dua puluh menit berlalu mereka pun selesai dengan makan siangnya “bibi, tolong ambilkan puding yang Adel bikin tadi” kata Adel “baik nyonya” kata bibi, puding pun telah tersedia di atas meja “kenapa kamu repot sekali menyambut kedatangan kami Del” kata Arumi “ini tidak repot kok, dimakan dong puding nya” kata Adel. “kalian tinggal saja di mansion ku sampai kapan pun kalian mau” kata Rio “loh serius” kata Riko yang tidak percaya “aku serius” kata Rio “itu adalah ide yang bagus apa bla ada ancaman seperti kemarin kita bisa berkerja sama tanpa reput untuk menghubungi satu sama lain” kata Harun.

__ADS_1


“semua kata Harun ada benarnya” kata Riko. Mereka pun asik dengan obrolannya dan tak lama notofikasi chat masuk kedalam handphone semuanya membuat \[erbincangan mereka terhenti “kok bisa samaan yah, kita semua dapat chat” kata Cika “coba kit abaca apa isi chat itu” kata Arumi, merekapun membaca chat itu “KALIAN KIRA DENGAN MEMUSNAKAN KELOMPOK MAFIA SANCA BLACK YANG TERKENAL SADIS DAN BERADA DI PERINGKAT KETIGA DALAM DUNIA BAWAH KALIAN MERASA BANGGA DENGAN ITU SEMUA. AKU TAU DI ANTARA KALIAN ADA SEORANG MAFIA TAPI AKU TIDAK TAKUT DENGAN KALIAN KARENA ANAK BUAH KU MELEBIHI ANAK BUAH KELOMPOK MAFIA YANG MENDUDUKI URUTAN KEDUA DI DUNIA BAWA. DAN PASTI KALIAN BERTANYA-TANYA SIAPA AKU SEBENARNYA, TAPI KALIAN TIDAK PERLU TAU, KARENA ADA SAATNYA NANTI KITA AKAN BERTEMU DAN KAU RIO PASTI TAU SIAPA AKU” isi chat yang di terima semua.

__ADS_1


__ADS_1


__ADS_1


“coba deh kalian bayangkan bagaimana ekspresi wajah orang itu melihat anak buah yang kita miliki lebih banyak dari pada dia punya, pasti lucu” kata Arumi “Yang, apakah kau mengenal orang ini? Kalau di baca dari chatnya dia mengenalmu” tanya Adel “aku juga gak tau Yang” kata Rio “sudahlah jangan di pikirkan lagi, sekarang kalian tunjukkan kamar untuk kami” kata Harun, Rio dan Adelpun berdiri “ayo, kami akan tunjukkan” kata Adel, mereka pun berjalan di belakang Adel dan Rio “Del Reno mana, kok gak kelihatan sama sekali dari tadi” kata Arumi “Reno ada di dalam kamarnya, lagi tidur” kata Adel “aku kira Reno kamu ungsikan dulu” kata Cika “ untukapa?” tanya Adel “untuk menikmati hari-hari bersama suami kamu lah” kata Riko “atau jangan-jangan kamu takut yah” kata Cika menggoda Adel “takuy apa sih” kata Adel “jangan pura-pura polos del, kamu gak ada niat untuk membuatkan Reno adik” kata Cika.

__ADS_1


__ADS_2