Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Nginap


__ADS_3

Mereka tak menyangka bahwa Adel anak dari pemimpin nya itu mahir dalam hal Informasi dan Teknologi, semua anak buah Adel salut dengan keahlian Adel dalam hal itu, “sekarang masalah pembobolan data udah selesai kita kembali fokus untuk membuat alat komunikasi itu” kata Adel beranjak dari tempat duduknya kembali ke tempat semula. Mereka pun mengerjakannya dengan canda dan tau tak terasa malam pun tiba, tapi alat komunikasi yang mereka buat belum juga selesai.


Adel memandang jam dinding yang menunjukkan bahwa sudah pukul 9 malam “pembuatan alat itu kita hentikan sekarang, kita semua sudah melewatkan waktu makan malam. Sekarang kita bereskan semua ini lalu menuju dapur untuk memasak makan malam” kata Adel semua anak buah Adel mengikuti apa yang di katakana oleh Adel. Mereka segera membereskan semua alat-alat yang yang terhambur, tak lama mereka pun selesai merapikan ruangan itu dan berjalan menuju dapur.


Mereka semua memasak makanan seperti ayam kecap, capcay, cumi-cumi pedas manis, dan lainnya. Tak lama makanan pun telah di tata di lantai, mereka memutuskan makan melantai seperti tadi siang. Makan malam pun berjalan dengan hikmat, mereka pun membersihkan ruang makan dan piring kotor “dek, kami semua kembali ke kamar masing-masing dulu yah” kata salah satu anak buah Adel “iya kak” kata Adel. Meraka semua meninggalkan Adel, Reno dan Faro di ruang santai.

__ADS_1


“aku kira, anak tuan Zay itu, seperti anak orang kaya pada umumnya” kata salah satu anak buah Ade “maksudnya” di sahut oleh salah satu dari mereka “maksud aku gini, kalau anak orang kaya itu pastinya manja, sombong, gak sopan dan tidak bisa menghargai orang”katanya lagi “iya juga yah” di angguki semua anak buah Adel “sedangkan ini, dia begitu baik, rama dan cantik. Kita sangat beruntung mempunyai pemimpin yang seperti dia, mahir dalam hal IT jadi kita tidak usah khawatir apa bila ada seseorang ingin meretas keamanan dan berkas yang ada di markas” katanya.


Kembali ke Adel “kak, Adel mau pulang dulu yah” kata Adel “gak usah dek, ini udah malam gak baik anak cewek keluar malam-malam” kata Faro “terus Adel tidur dimana” tanya Adel “sini ikut kakak, kakak akan antar kamu menuju kamar ayah mu dulu” kata Faro, Adel pun mengikuti Faro daro belakang “kak boleh nanya gak” kata Adel “boleh mau tanya apa dek” kata Faro “markas ini ada berapa lantai” tanya Adel “sekitar lima belas lantai dek” kata Faro membuat mata Adel melebar.


“sekarang kamu tidur besok kita lanjut lagi pembuatan alat komunikasi itu” kata Faro “iya, kak” kata Adel “kalau begitu kakak ke kamar dulu” kata Faro.

__ADS_1


...****************...


Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊


Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊

__ADS_1


__ADS_2