
Di kesibukan mereka mencari siapa yang membentuk kelompok itu, tak lama handphone Arumi pun berbunyi menandakan ada chat masuk. Arumi pun membaca Chat itu “mereka mengetahui bahwa kita melacaknya dan mencari informasi dari mereka” kata Arumi “apa yang dia kata” tanya Faro “katanya, kalian tidak akan mendapatkan informasi yang lebih rinci karena mereka memberikan keamanan data yang ketat dan siapa pun tak akan mendapatkan informasi tentang kelompok mereka” isi chat itu. “kita lihat saja apakah keamanan data kelompok mu itu ketat seperti perkataanmu” kata Adel sambil mendudukkan diri di samping Kia dan kembali mgotak-atik laptop hampir tiga jam jari Adel tak berhenti menari diatas keyboard laptop.
__ADS_1
Begitu pun Faro dan Kia juga mencoba menggali lebih dalam tentang kelompok itu, “apa yang kalian lakukan” tanya Harun “kami akan mencari informasi yang lebih detail tentang kelompok itu” kata Adel. Akhirnya Harun, Arumi, Riko, Cika dan Rio mengambil posisi yang nyaman untum mereka sedangkan Adel, Kia dan Faro terus mencari informasi kelompok itu. Kini Rio dan yang lain pun tertidur menunggu Adel dan yang lain, tak lama Adel mendapatkan informasi begitu pin Kia Dan Faro. “Hey, kalian bangunlah aku, Kia dan Kak Faro telah mendapatkan informasi tentang kelompok itu” kata Adel membuat Rio dan yang lain pun terbangun.
__ADS_1
Mereka pun mendekat kearah Adel dan yang lain “aku mendapatkan informasi, bahwa kelompok mereka bergerak di bidang penyelundupan senjata di antara lain yaitu M4A1, AK47, M14, UMP, MP5 dan MP40. Dan mereka juga menyelundupkan obat-obat terlarang ke kota B dengan jumlah yang bersar” kata Faro “kita harus berhati-hati menghadapi kelompok ini” kata Harun. “kalau aku mendapatkan informasi, bahwa kelompok mereka memiliki 5000 anggota dan semuanya berasal dari orang-orang yang pernah memiliki kasus pembunuhan berantai, memutilasi korbannya dan juga di antara mereka ada yang ahli dalam pembuatan granat” kata Kia “sebenarnya mereka mau apa dengan kita, aku rasa kita tidak pernah menyinggung siapa-siapa” kata Riko.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke ruang santai dan mengistirahatkan diri “bi, tolong ambilkan puding yang Adel buat tadi” kata Adel “baik nyonya” kata bibi. Mereka pun menikmati puding sambil merilex kan diri “ada aja masalah, dulu kita di culik di hutan tak lama dari itu kita semua di jebak oleh si Heri-Heri itu dan sekarang masalah kelompo Krimal, ah… bikin pusing aja” kata Cika “bawa santai aja Cik” kata Arumi “benar apa kata Arumi bawa santai saja, kita lihat dulu pergerakan apa yang mereka kan lakukan di situlah kita akan mengatur siasat” kata Adel “cerdas amat si otak luh Del” kata Cika “Adel gitu loh” kata Adel, mereka pun bercanda gurau bersama.
__ADS_1