
Pintu ruangan instalasi gawat darut pun terbuka dan menampakkan seorang dokter, Rio segera menghampirinya “bagaimana keadaan calon istri saya, dok” kata Rio “keadaannya sudah melewati masa kritisnya dan sekarang pasien akan di pindahkan ke ruang rawat” kata dokter “pindahkan calon istri saya ke ruangan VIP” kata Rio “baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu” kata dokter itu meninggalkan Rio. Tak lama Adel pun di pindahkan ke ruangan rawat “aku titip Adel dan Reno sebentar ada hal yang harus aku selesaikan sekarang” kata Rio “pergilah kami akan menjaga Adel” kata Arumi.
__ADS_1
Rio pun ke luar dari ruang rawat Adel dean menampakkan Faro yang sedang menggendong Reno bersama lima belas anak buahnya menjaga di dekat pintu masuk ruang rawat Adel “ternyata latar belakang, keluarga Adel tidak main-main, anak buah ayah saja ada berapa ratus. Apa jangan ayah Adel dulu adalah CEO perusahan ternama, aku harus mencari tau siapa Adel itu sebenarnya siapa” kata Rio sambil melanjutkan jalannya, tak lama Rio sampai di parkiran mobil dan anak buah Adel pun juga masih di setia menunggu dengan jumlah yang sangat banyak.
__ADS_1
Rio pun hanya menghiraukan itu dan memasuki mobilnya, Rio pun meninggalkan rumah sakit dengan kecepatan tinggi menuju ke markas Heri. Tak butuh waktu lama Rio pun sampai di sana dengan amarah yang memuncak. Ken pun terkejut dengan kehadiran sang tuan, tanpa basa-basi Rio pun mengambil katana yang digunakan Adel untuk menghabisi anak buah Heri tadi. Rio menghampiri Heri yang tertidur dan menyayat punggung Heri “akh…akh…” teriakan Heri membangunkan anak buahnya yang tertidur.
__ADS_1
Dengan cepat Rio menyeka air matanya dan kembali mengayunkan katana yang dia pegang dan menebas tangan kiri Heri pun putus. Suara yang sangat menyakitkan terdengar dimana-mana, terdengar sangat memilukan “ini belum cukup” kata Rio sambil mengayunkan menebas kedua kaki Heri dengan satu kali tebasan dan kedua kaki Heri pun terpisah dari tubuh. Dan yang terakhir adalah leher hingga tubuh Heri terpisah dengan kep*l*. semua orang yang berada di dalam markas itu sampai mual melihat itu, “jangan pernah kalian berani mengganggu atau mempermainkan tuan Rio, kalian akan merasakan rasa sakit seperti yang di rasakan oleh pemimpin kalian.
__ADS_1
Sedangkan pria berjubah hitam itu hanya bisa diam seribu bahasa “untung saja waktu di pusat perbelanjaan saat itu, kalau tidak kepala sudah dipastikan akan lepas dari badanku seperti yang di alami tuan Heri” kata pria berjubah hitam itu. “Ken, bereskan semua kekacauan ini” kata Rio “baik tuan, tapi bagaimana dengan mereka tuan anak buah Heri” kata Ken sedangkan Rio langsung memperhatikan semua anak buah Heri dengan tatapan permusuhan.
__ADS_1