Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
KYT 25


__ADS_3

“Kita telah sampai pada acara pelemparan buket bunga, yang paling di tunggu-tunggu oleh semua tamu undangan yang menghadiri acara tersebut. Buket bunga yang dibawa oleh pengantin wanita dilambangkan dengan keindahan dan kesuburan. Buket bunga itu diharapkan mendapat harapan untuk segera menyusul sang pengantin wanita untuk menikah dengan mendapatkan pasangan yang tepat dan hidup bahagia. Sedangkan orang yang sudah memiliki pasangan, maka diharapkan agar cepat menyusul sang pengantin untuk menikah” kata sang MC.


“kepada para tamu di harapkan bersiap-siap, dalam hitungan ketiga buket bunga akan di lempar, mari kita sama-sama menghitung mundur, satu, dua, ti….ga” kata Sang MC. Bunga pun terlempar jauh dan jatuh di tangan Harun, Arumi yang melihat itu terbengong. Harun yang mendapat buket bunga itu segera berlutut di hadapan Arumi dan menyerahkan buket bunga itu ke Arumi sambil berkata “will you marry me” kata Harun. Arumi yang mendengar dan melihat perbuatan Harun semakin membuatnya tak bisa berkata-kata, Adel yang melihat sahabatnya itu terdiam menyenggol lengan Arumi melihat ke arah Adel dan kembali melihat kea rah Harun. Arumi mengambil nafas panjang dan menghembuskanya perlahan, “yes, I do” kata Arumi membuat semua para tamu undang bertepuk tangan.

__ADS_1


Waktu pun berjalan dengan cepat, semua para tamu yang menghadiri resepsi pernikahan Cika dan Riko telah pulang, dan meninggalkan kerabat dekat Riko dan Cika. Cika pun menghampiri meja yang di tempati oleh Arumi, Harun dan Adelia “kalian tidak di perbolehkan pulang dulu, terutama kamu Del” kata Cika, Adel yang mendengar kata Cika mengerutkan dahinya. “Harun, aku pinjam Arum sebentar yah” kata Cika sambil menarik tangan Arumi dan Adelia. Mereka pun berjalan menuju kamar pengantin. Sedangkan Riko masih asik ngobrol dengan temannya, termasuk Rio.


Mereka pun sampai di kamar pengantin, mereka duduk di sofa yang telah tersedia di kamar hotel tersebut. Riko sengaja mengambil kamar hotel VVIP, katanya supaya lebih romantic dan pelengkapan di dalam kamarnya pun sangat lengkap. “Adel, cepat ceritain sekarang” kata Cika sedangkan Arumi juga menunggu jawaban dari Adel. Adel pun menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya itu, tanpa ada di tutup-tutupi oleh Adel.

__ADS_1


“oh, jadi itu alasan kamu untuk pergi dari kota ini Del. Kenapa kamu gak bilang sama aku kiata bisa saling bantu. Bagaimana kalau terjadi hal yang tidak diinginkan sama kamu dan anak kamu waktu di luar negeri siapa yang akan kamu membantu kamu Del” kata Cika “dan ini juga bukan kesalahan pria itu Del, karena dia dalam pengaruh obat laknat itu. Pasti ada orang yang sengaja membuatnya seperti itu” kata Arumi “iya benar yang di katakana oleh Arumi, Del” kata Cika. Adel mencernah semua apa yang di bicarakan oleh kedua sahabatnya itu.


...****************...

__ADS_1


Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊


Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊

__ADS_1


__ADS_2