
Mereka pun makan siang bersama di salingi dngan canda tawa, selesai dengan makanan siang para wanita memutuskan untuk mencuci barang mereka pakai makan tadi dan bergegas untuk istirahat. Begitu pun dengan para pria, mereka pun bergegas menuju tenda masing-masing.
Di tempat lain tak jauh dari mereka berkema “apa yang sedang mereka lakukan” kata seseorang “mereka ke tenda masing-masing untuk istirahat, bos” kata anak buahnya “baiklah tunggu sebentar lagi kita kan bergerak menyerang mereka” kata bos kelompok itu. Rio dan yang lain terlah tertidur pulas, tanpa mereka sadari salah satu dari anak buah orang itu menyusup ke dalam tenda satu persatu mengecek apakah keadaan sudah aman.
Setelah merasa aman dia pun memberikan kode kepada kelompoknya untuk beraksi. Semua anggota kelompok itu keluar dari tempat persembunyiandan ada beberapa orang di tugaskan untuk membius dan membawa Rio dan kawan-kawan ke hamparan rumput luar. Setelah aksinya semua selesai, Rio dan yang lain di bawa ke hamparan rumput itu dan semuanya di kuta sesuai dengan pasangan masing-masing.
__ADS_1
Salah satu anak buah kelompok itu datang untuk melapor “bos…bos” kata anak buahnya “ada apa kau memanggilku” kata bosnya “di dalam tenda 2 dan 5 terdapat anak bayi dan balita, apakah kita juga harus membiusnya” tanya anak buahnya “tidak usah untuk membiusnya cukup ikat saja mereka” kata bos kelompok itu “apakah itu tidak akan menyakiti mereka” tanya anak buah itu ke bosnya “jangan banyak bac\*t cepat kerjakan tugasmu” kata bosnya “baik bos” kata anak buah itu lalu kembali kedalam tenda dan menggendong Reno dan Raska.
Mereka semua di ikat dan disatukan di tetik yang sama tapi memiliki jarak masing-masing lima meter dan mereka di kelilingi oleh anak buah orang itu termasuk pemimpinnya. “apa yang kita lakukan disini bos, apakah menunggu mereka semua untuk bangun” tanya salah satu anak buahnya “yah, jelas tidak oon, ambilkan aku seember air” kata pemimpin kelompok itu “baik bos” dua di antara mereka membawa air yang diminta bosnya.
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Reno tidak luput dari pandangan semua anggota kelompok itu maupun pemimpin kelompok itu. “sungguh menggemaskan” kata salah satu anggota kelompok itu. “kok kita cemua di ikat, telus ciapa cemua olang ini” kata Reno dengan mata memandang sekelilingnya. Pemimpin kelompok itu menyiramkan air itu ke wajah Rio, Adel, Harun, Arumi, Riko, Cika, Faro dan Kia. Mereka pun terbangun, “kok gak bisa gerak gini sih” kata Cika tak menyadari situasi yang mereka alami sekarang.
Suara tangisan Raska pun terdengar oleh mereka “Far, itukan suara tangisan Raska” kata Kia dengan khawatir “iya itu memang suara Raska, tapi kita tidak boleh gegabah dalam mengambil langkah sekarang kita terkepung” kata Faro. Mereka pun mengarahkan pandangan mengamati sekitar dan benar saja mereka di kepung oleh sekelompok orang yang mereka tak kenal.
__ADS_1