
Semua orang bertepuk tangan, sekarang semua para tamu di persilahkan untuk makan. Adel menitip Reno ke Rio “aku titip Reno dulu yah” kata Adel “kamu mau kemana” tanya Rio “aku mau ke Arumi kelihatannya dia lagi sedih” kata Adel “iya ya udah sana samperin dia” kata Rio. Adel pun berjalan menuju kea rah Cika, “Cik, kita ke Arumi dulu yuk” kata Adel “emang kenapa dengan Arumi” kata Cika “emang kamu gak liat Arumi kayak sedih” kata Adel “masih Del” kata Cika “kalau kamu gak percaya coba lihat ke arah dia” kata Adel, cika pun mengarahkan pandangan kea rah Arumi dan benar saja raut wajah Arumi begitu sedih. “benar kata kamu Del, ya udah kita ke sana” kata Cika, mereka pun berjalan menuju pelaminan.
“kamu kenapa Rum” tanya Adel “aku gak kenapa-napa kok del” kata Arumi “kamu jangan bohong Rum, raut wajah mu itu mengatakan hal lain” kata Cika “aku sebenarnya sedih Del, Cik. Kedua orang tuaku tidak bisa datang di hari bahagia ku” kata Arumi dengan suara yang getar “apa alasan mereka tidak datang Rum” tanya Cika “aku juga gak tau Cik” kata Arumi. “kamu gak usah sedih yang, kan ada aku di sisi kamu, menjaga, menyayangi dan mencintaimu sampai kita tua dan menutup mata” kata Harun “uhhh…. Sosweet nya pengantin baru ini” kata Cika sedangkan Arumi kembali tersenyum dengan wajah yang bersemu merah.
__ADS_1
“aku yakin ayah dan bunda akan datang, kita tunggu sebentar lagi” kata Harun “tapi kata mereka tidak akan datang” kata Arumi “siapa bilang kami tidak akan datang di hari bahagia putri kami satu-satunya” kata ayah Arumi. Sontak Cika, Adel dan Arumi mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara itu, ternyata tak jauh dari mereka berdiri dua orang yang tak lain ayah dan bunda Arumi sedangkan Harun hanya tersenyum melihat itu. “ayah, bunda” kata Arumi sambil berlari memeluk mereka di ikuti oleh Adel “eh, Adel kamu juga ada di sini nak” kata bunda Arumi “iya bunda, Adel sekarang tinggal di kota ini” kata Adel.
__ADS_1
__ADS_1
“ada apa sih yang, sehingga kalian tertawa seperti tadi” kata Riko “kami hany bercanda bersama kedua orang tua Arumi” kata Cika “ini siapa nak” tanya Bunda Arumi “dia suami Cika bunda” kata Cika “bunda kira kamu masih jomblo” kata bunda “ih.. bunda mah gitu, masa orang secantik Cika masih jomblo” kata Cika, semua nya mendengar perkataan Cika ter tawa “kalau kamu kapan nyusulnya del” tanya ayah Arumi “insyah allah seminggu lagi yah” kata Adel “terus calon kamu mana Del” kata Ayah Arumi “ini calon suami Adel dan anak Adel” kata Adel.