Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Terungkapnya Latar belakang Keluarga Adel


__ADS_3

“Ada orang yang menyembunyikan informasi tentang keluarga Adel” kata Harun “kalau aku tidak salah mengirah ini semua perbuatan dari Adel sendiri karena dia itu mahir dalam IT” kata Cika. “biar aku yang mencoba membobol keamanan yang telha di berikan di website ini” kata Harun sambil mengotak-atik laptop Rio dan akhirnya usaha mereka pun tiak sia-sia website itu pun terbuka menampilkan foto Tuan Zay bersama istri dan anaknnya yang masih bayi. “iya ini adalah ayah dan ibunya Adel” kata Arumi. Mereka semua mendekat dan membaca artikel tentang keluarga Adel “ternya Adel adalah anak pengusaha yang ternama di kota ini” kata Cika “tidak heran kalau anak buahnya begitu banyak seperti kemarin” kata Harun. Tapi alangkah kagetnya mereka mengetahui ayah Adel juga seorang mafia dan paling berkuasa di dunia bawah tapi tidak terkait dengen penjualan narkotika, club malam dan juga penyelundupan senjata. Dia berkerja di dunia bawah membantu para aparat kepolisian dan Faro adalah kaki tangan tuan Zay.

__ADS_1


“ternyata, almarhum ayah calon istriku adalah orang yang paling disegan di dunia bawah dan pengusaha ternama di kota ini” kata Rio dalam hati “kita tidak boleh menyinggung orang bernama Faro itu dia adalah orang kepercayaan ayah Adel” Kata Ken “ya, kau benar” kata Harun. “pantas saja urutan organisasi bawah aku hanya ada di urutan kedua ternya ayah mertuaku ada di urutan pertama” kata Rio “tapi aku penasaran dengan nama kelompok mafia yang ayah Adel pimpin itu” kata Harun. Mereka meneruskan untuk membaca kelanjutan dari artikel itu tapi di sana tidak di cantumkan nama mafia yang di pimpin oleh ayah Adel.

__ADS_1


__ADS_1


__ADS_1


“ayo kita makan siang terus kita jenguk Adel” kata Arumi, benar saja sudah hamper jam makan siang . mereka pun merapikan ruangan kerja Rio telah itu segera menuju mobil dan menuju ke restoran untuk makan siang. Tak berapa menit mereka pun sampai di restoran dan memesan ruangan VIP untu mereka. Cukup lama mereka pun selesai dengan makan siang “biara aku saja yangb membayarnya sekalian ingin bawain Adel dan Reno makan siang” kata Rio sambil berlalu meninggalkan ruangan itu “tumben amat dia metraktir orang” kata Ken “memang Rio jangan metraktirmu” kata Riko “boro-boro dapat traktiran, yanga ada gaji gue di pitong olehnya” kata Ken “itu tandanya nasibmu yang tidak bagus” kata Arumi sambil tertawa begitu pun dengan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2