
“maksudnya bagaimana Adel” kata Bunda “nanti Adel ceritakan, sekrang kita nikmati saja perta Arumi” kata Adel. Mereka pun kembali ceria dan menyalami tamu, waktu pun berlalu dengan cepat acara pernikahan Arumi dan Harun “kalian gak usah pulang aku sudah menyewakan kamar untuk kalian semua” kata Harun kepada semua temannya “baik banget deh pengantin baru, semoga cepat dapat momongan” kata Adel “amin, semoga di segarakan” kata Harun, Arumi yang mendengar itu wajahnya memerah “oh iya, bagaimana dengan kamu Cik, apakah udah isi” kata Adel “belum, del” kata Cika “bagaimana mau ngisi, malam pertama aja belum dilakukan” kata Riko sambil cemberut “astaga Cika, kamu gak boleh nolak kewajiban kamu sebagai istri. Apa bila suami minta haknya kalian harus turuti, kalian akan mendapatkan pahala apabila melakukan kewajiban itu”kata bunda.
“tapi Cika takut bunda, banyak yang bilang melakukan hubungan itu sakit. Makanya Cika gak mau” kata Cika “kamu gak boleh gitu, kamu suami kamu jajan diluar bersama wanita tidak jelas karena kebutuhan biologinya tidak terpenuhi. Kamu mau suami kamu di rebut orang” kata bunda “gak mau bunda” kata Cika “siapa yang bilang melakukan hubungan itu sakit, bunda rasa tidak” kata bunda “terus rasanya kayak apa bunda” tanya Arumi “nanti coba kamu lakukan dengan suami nak, kamu akan tau bagaimana rasanya” kata bunda berlalu pergi ke kamarnya bersama sang suami sedangkan Cika dan Arumi penasaran dengan rasa melakukan hubungan itu.
__ADS_1
Adel yang melihat kedua sahabatnya itu larut dalam rasa penasaranmembuatnya geleng-geleng kepala. Kemudian padangan Arumi dan Cika beralih ke arah Adel, Adel yang melihat gelagat kedua sahabatnya segera meminta kunci kamar kepada Harun “Har, kunci kamar aku mana” kata Adel “ini del” kata Harun sambil menyerahkan kunci kamar itu “Adel, cerita doang rasa kayak gimana” kata Arumi dan Cika bersamaan “kalian akan tau rasa ketika sudah melakukannya, kalau begitu aku di luan ke kamar yah, bye semua” kata Adel samba berlalu pergi sambil mengambil Reno yang ada di gendongan Rio.
__ADS_1
__ADS_1
“kamu masih memikirkan tentang pembahasan tadi, Yang” tanya Harun di jawab anggukan oleh Arumi “nanti juga kamu tau setelah melakukannya” kata Harun sambil membuka pintu kamarnya “bagaimana kalau rasanya sakit, aku takut, Yang” kata Arumi “kamu gak usah takut, rasa gak sakit kok” kata Harun memasuki kamar pengantin “berarti kamu pernah melakukan itu” kata Arumi dengan nada meninggi “gak pernah” kata Harun “bohong” kata Arumi “serius, Yang aku gak pernah melakukan itu” kata Harun.