Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Keinginan Adel, Arumi dan Cika yang sama


__ADS_3

Setelah kegiatan bedong-bedongan sekarang Kia menggendong bayi itu keluar dari kamar menuju ruang santai, sementara Faro juga berada di sana “sini gantian aku juga ingin menggendongnya” kata Faro. Kia pun menyerahkan bayi itu ke Faro, Faro pun mengajak bayi itu berbicara sementara Kia mendudukkan dirinya di dekat Faro “kamu tidak memekaikannya baju” tanya Faro “bagaimana aku mau memakaikannya baju sedangkan bajunya aja gak ada”


Bibi pun melanjutkan tugasnya untuk memanggil tuannya makan “tuan Nona makan malam telah siap” kata bibi “oh iya bi, kami akan kesana” kata Faro sambil beranjak dari tempat duduk di ikuti oleh Kia menuju meja makan. Faro pun memdudukkan dirinya dengan posis masih menggendong bayi itu, Kia punduduk di saping Faro dan mengambil makanan untuk dirinya sedangkan Faro kesulitan untuk mengambil makanan karena menggendong bayi itu. Kia yang melihat itu membantu Faro, menyendokkan nasi ke piringnya serta lauk pauk “terima kasih” kata Faro “sama-sama” jawab Kia.

__ADS_1


Bibi yang melihat Faro kesusahan untuk makan menawarkan bantuan”tuan biar bibi yang menggendong bayi itu, tuan lanjutkan makan saja” kata bibi di jawab anggukan oleh Faro, bibi pun mengambil bayi itu dalam gendongan Faro. Tak butuh waktu lama Faro dan Kia pun selesai dengan makan malamnya, “sekarang kamu bersiap-siap kita akan berangkat”kata Faro, tanpa basa basi Kia pun berjalan memasuki kamarnya dan bersiap, lia\=ma belas menit pun berlalu Kia keluar dari kama dengan gaya santai celana jeans, sweater berwarna hitam dengan hijab warna senada, membuat Kia terlihat seperti lebih dewasa dan cantik.


__ADS_1


Kita beralih ketiga pasangan suami istri, di kamar Adel dan Rio sedang berbincang-bincang “yang aku pengen deh kita serumah dengan Cika, Riko, Arumi dan Harun” kata Adel “alasan kamu mau serumah dengan mereka apa? Tanya Rio “gak Cuma mau aja” kata Adel sedangkan Rio heran melihat kemauan istrinya itu.


__ADS_1


Kita beralih ke Harun dan Arumi “kenapa gak tidur Yang” tanya Harun “aku kepengen…” kata Arimu terpotong “kepengen apaan Yang” tanya Harun “pengen serumah dengan Adel dan Cika bersama suamu mereka juga” kata Arumi “alasannya apa Yang” tanya Hraun lagi “gak tau” kata Arumi begitu pun dengan Cika yang merejuk kepada sang suami untuk serumah dengan sang sahabat. kata Kia “astaga aku lupa membelikannya baju, ya sudah sehabis makan malam kita berangkat membelikannya baju sekalian dengan kereta dorong” kata Faro di jawab anggukan oleh Kia. Tanpa mereka sadari dari bibi melihat kedekatan mereka “semoga tuan Faro berjodoh dengan nona Kia, kalau dilihat-lihat mereka seperti keluarga kecila yang bahagia.


__ADS_2