
“apa sebenarnya yang kau inginkan” kata Harun “kalian semua pasti sudah mengetahuinya” kata Heri “dasar pria tua serakah, tak mempunyai hati bangs*t” kata Rio sambil memukul kuat perut pria berjubah itu, sedangkan pria berjubah itu jatuh tersungkur di lantai dengan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Sementara Heri yang mendengar perkataan Rio hanya tersenyum “kalian semua serang mereka” kata Heri. Semua anak buahnya pun maju menyerang Rio dan kawan-kawan “ya Allah bagaimana ini, Reno ada di gendonganku aku takut terjadi apa-apa pada nya” kata Adel sambil mengelus kepala sang anak. Rio dan kawan-kawan tersudutkan karena lawan yang cukup banyak, sehingga membuat mereka kewalahan, Adel yang melihat itu menguatkan tekatnya untuk ikut membantu temannya.
Sebelum ikut, Adel menguatkan ikatan gendongan sang anak. Setelah itu Adel pun berlari ke arah temannya dan menghajar semua orang yang menghalanginya. Pertarungan sengit pun terjadi antara kelompok Rio dan kelompok mafia Sanca Black, tak berapa lama anak buah Rio dan Harun pun memasuki markas Sanca Black di pimpin oleh Ken dan membantu kelompok Rio. Dan pertarungan pun berjalan dengan imbang karena jumlah anak buah Sanca Black sama dengan kelompok Rio.
__ADS_1
“ternyata menjebak Rio tidak semudah yang ku bayangkan, ternyata dia pintar juga bisa mengetahui rencana ku ini. Tapi jangan senang dulu kalian akan kalah karena aku mempunyai senjata untuk membuat kalian semua bertekuk lutut kepada ku” kata Heri pada dirinya. Kelompok mafia Sanca Black tersudutkan karena kekuatan anak buah Rio dan Harun memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang tidak dapat lawannya baca melalui gerakan tubuhnya. Heri yang melihat itu memberi kode kepada anak buahnya untuk melakukan rencananya itu.
Semua anak buah Heri memasukkan salah satu tangannya ke dalam kantong baju dan melemparkan serbuk putih secara bersamaan dan waktu itu lah mereka manfaatkan untuk mengalahkan semua kelompok Rio. “bangs*t, kau menggunakan cara kotor untuk mengalahkan ku. Akui saja bila kau tidak bisa mengalahkan ku” kata Rio “kau terlalu banyak bicara, hey berikan dia pelajaran” kata Heri dan dua pukulan yang Rio terima satu mengenai pipinya dan yang kedua mengenai perutnya. “ah… sialan” kata Rio dengan sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya sebelah kanannya.
__ADS_1
Adel pun mengangkat bicara, dengan maksud untuk mengulur waktu sambil menunggu bala bantuan datang “hahaha…. Ternyata kau yang di maksud oleh kakak yang telah membunuh kedua orang tuaku tanpa mengingat jasa yang orang tua ku lakukan kepada mu” kata Adel “siapa kau, wahai wanita muda jangan lancang kau kepada pemimpin kami” kata pria berjubah itu. “aku tidak pernah membunuh siapa pun” kata Heri, Adel yang mendengar perkataan Heri tersenyum sinis kepada Heri.
Adel pun berdiri dari tempatnya duduk “aku Adelia Tunnisa anak dari tuan Zay dan nyonya Sainap” kata Adel membuat kedua mata Heri bulat sempurna karena terkejut.
__ADS_1