Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Firasat yang tidak enak


__ADS_3

Sementara ditempat lain, seorang pria berjubah hitam menelpon pemimpinnya, “bos mereka semua percaya dengan apa yang aku katakan dan masuk dalam perangkap kita termasuk mafia dari kota B itu” kata pria berjubah hitam itu “kerja mu sangat bagus aku akan memberikan mu bonus yang besar” kata orang di balik telfon itu “terima kasih bos” kata pria berjubah hitam itu.


KITA KEMBALI KE ADEL DAN KAWAN-KAWAN


Mereka pun berkumpul tepat jam sepuluh, dan memulai perjalan menuju tempat permandian air terjun di desa Cempaka. Mereka memutuskan untuk memakai satu mobil saja, agar memudahkan mereka ketika ingin singgah beristirahat. “Ternyata wisata tempat pemandiannya agak jauh tidak seperti yang aku bayangkan” kata Cika. Mobil yang mereka kendarai terlah memasuki kawasan hutan lebat, “kau yakin tempat wisata itu ada di dalam hutan lebat seperti ini Har” tanya Riko. “iya, aku yakin dan titik lokasinya sudah juga menunjukkan bahwa arahnya ke sini” kata Harun.

__ADS_1


Tak berapa lama, mereka mendapatkan jalanan yang sulit di lewati oleh mobil mau pun motor “kita tidak bisa melanjutkan perjalan dengan menggunakan mobil mau pun motor, karena jalanan nya berlumpur” kata Harun “gimana nih, kita lanjut dengan berjalan kaki atau putar balik” tanya Arumi “gak mungkin kan, kita jauh-jauh ke sini terus balik lagi tanpa melihat pemandangan yang memanjakan mata” kata Cika “ya udah kita lanjut perjalan dengan berjalan kaki aja, itung-itung kita menjelajah hutan bersama” kata Adel di setujui oleh semuanya.


Mereka semua turun dari mobil dan mengambil tas masing-masing, kemudian melanjutkan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Mereka pun menjelajahi hutan itu hingga sampai di tengah hutan tersebut “guys, kita istirahat sebentar yah, aku cepak banget” kata Adel “baiklah kita istirahat sebentar” kata Rio. Mereka pun mencari posisi duduk masing-masing “sini biar aku yang menggendong Reno, pasti kamu lelah” kata Rio di angguki oleh Adel. Rio membantu Adel melepas gendongan bayi yang berisikan Reno secara perlahan-lahan. Dan memasangnya secara perlahan di tubuhnya di bantu oleh Adel.


Sedangkan Riko yang melihat sang istri dan sahabat berbisik dan memperhatikan sekitar tempat mereka duduk “kalian berdua kenapa” tanya Riko “kami tidak apa-apa, iyakan Cik” kata Arumi yang di angguki oleh Cika. “kita lanjut jalan lagi yuk, keburu gelap” kata Adel, mereka pun melanjutkan perjalanan tak lama mereka berjalan terdengar suara air yang mengalir deras, membuat mereka semangat dan kembali melanjutkan perjalanan. Akhirnya mereka pun sampai di air terjun yang sangat indah, membuat rasa capek hilang “Del, Rum ayo kita bermain air, pasti seger” kata Cika di angguki oleh kedua sahabatnya mereka bertiga langsung terjun kan diri di dalam sungai. Sedangkan ketiga pria itu hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


...****************...


Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊


Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊

__ADS_1


__ADS_2