Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Tiga ulat tak berbulu


__ADS_3

Tangisan Reno pun terdengar di dalam mobil, Adel pun taktega mendngar tangisan sang anaknya sangat menyedihkan itu “Reno jangan nangis lagi yah, nanti ibu dan ayah buatkan adik untuk Reno, tapi Reno jangan nangis lagi” kata Adel, Reno yang mendengar perkataan sang ibu pun menghentikan tangisannya. “ibu janji yah, buatin adik untuk Reno” kata Reno “iya janji” kata Adel.


“yang, kamu jangan memaksakan diri dengan permintaan Reno, aku tau kamu belum bisa menghilangkan trauma kamu” kata Rio “aku tak memaksakan diri Yang, tapi kalau aku gak mencobanya kapan trauma itu hilang dari diriku” kata Adel “baiklah kalau itu yang kamu mau” kata Rio.



Mereka semua telah sampai di mansion Rio dan para anak buah Rio dan Faro pun pamit kembali ke markas masing-masing. “Dek, kakak pulang dulu yah” kata Faro “kok cepat bangat kak” tanya Adel “ada banyak hal yang kakak harus urus” kata Faro “boleh gak kak, Reno aku titip di kakak” tanya Adel “emang kamu mau apa nitipin Reno ke kakak” kata Faro “ibu nitipin leno itu kalena mau buatin adik untuk leno” kata Reno.

__ADS_1



Adel yang mendengar perkataan dari sang anak membuat wjahnya bersemu merah “ya sudah untuk kesuksesan prosese pembuatan adiknya Reno boleh ikut dengan paman” kata Faro. Tak lama Faro pun pulang bersama Kia, Raska dan sang keponakan. “kamu sudah yakin untuk melakukan itu” tanya Rio lagi “satu kali lagi kamu bertanya aku akan ubah keputusanku” kata Adel “yah gak gitu juga Yang, ya sudah kappa kita akan melakukannya” tanya Rio “detik ini, aku gak mau buang waktu dan membuat Reno sedih lagi” kata Adel.



__ADS_1


Mereka pun duduk di kursi yang mereka pilih dan menunggu pesanannya, tak lama datang tiga orang perempuan yang menggunakan baju kekurangan bahan duduk di samping kursi mereka. Salah satu dari perempuan itu menoleh ke arah Rio “njir, guys lihat deh tiga pria di samping kita, ganteng-ganteng banget” katanya “iya, pasti ketiga wanita di depannya itu hanya pacar mereka bukan tunangan atau istri mereka” kata temannya “lihat ada wajah ketiga wanita itu masih mudah banget, apa jangan mereka keponakan ketiga pria itu” kata temannya yang satu.



“Kita dekati saja ketiga pria itu, siapa tau mereka kepincut dengan kecantikan dan kemolekan tubuh kita” kata salah satu wanita itu. Mereka pun menghampirin Rio dan kawan-kawan “hai, ganteng mita nomornya dong” kata salah salah satu perempuan itu Rio, Harun Dan Riko pun memandang ketiga perempuan itu. “ih, mata ku ternodai tante-tante ini gak punya baju yang bagus yah sehingga memakai baju yang kekurangan bahan seperti ini” kata Adel di angguki oleh Arumi dan Cika.


__ADS_1


Ketiga perempuan itu pun marah dan ingin menyemprot Adel dengan kata-kata pedas tapi Adel, Arumi dan Cika mencium aroma yang membuat mereka mual. Dengan serentak mereka berlari menuju toilet, ketiga wanita tadi pun kesal dan meninggalkan kafe tersebut. Adel, Arumi, Cika kembali ke tempat duduk masing-masing tapi rasa mual membuat mereka kembali berlari ke toilet.


__ADS_2