
Tak lama handphone Ken berbunyi menandakan ada notifikasi email yang masuk, Ken segera membukanya dan seketika ekspresi wajah Ken berubah.
“ada apa Ken, kenapa ekspresi wajahmu seperti itu” kata Rio, Ken mengalihkan pandangannya dari handphone tanpa menjawab Rio, Ken langsung menghampirinya dan memperlihatkan informasi tentang peretas itu. “hohoho… ternyata si tua itu mau bermain-main dengan ku lagi, aku akan melakukan sesuatu yang tak pernah dia duga. Dan juga file penting perusahaannya telah berada di tanganku” kata Rio dengan senyum licik. “apa kita akan bergerak sekarang tuan” kata Ken “tidak Ken, kita lihat dulu apa yang akan dia lakukan. Kalau dia mau bermain dengan ku lagi kita akan bertindak untuk merebut perusahaan itu dari kepemimpinannya” kata Rio “kalau begitu saya akan kembali ke perusahaan dulu tuan” kata Ken.
“eh… saya lupa memberitahu tuan bahwa ada berkas yang harus tuan tenda tangani dan akan ada pertemuan jam 3 sore dengan perusahaan JP Group tuan di restoran bintang 5 ruang VIP” kata Ken “baiklah Ken nanti aku ke perusahaan” kata Rio “kalau begitu saya pamit tuan” kata Ken yang di jawab anggukan oleh Rio. Rio terus saja memikirkan tentang pegawai baru yang di pekerjakan oleh Ken di perusahaan wanita yang unit, aku tak sabar melihatnya. Di jaman sekarang susah sekali mendapat wanita yang mahir dalam bidang IT kata Rio.
__ADS_1
Kembali ke perusahaan RK Group, jam telah menunjukkan pukul 1 siang semua pegawai kembali ke ruangannya masing-masing. Cika dan Adel berjalan menuju ke ruangannya tapi di tengah perjalan Adel tak sengaja menabrak seseorang. “Aduh…” kata Adel sambil memegang jidatnya sedangkan orang yang di tabrak membalikkan badannya dan menatap Adel. Cika yang melihat orang yang di tabrak Adel adalah pemimpin dari perusahaan tempatnya kerja “maaf pak,teman saya tidak sengaja” kata Cika sambil menunduk, sedangkan Adel yang sedari tadi mengelus jidatnya mengarahkan pandangannya ke Rio.
Pandangan keduanya saling bertemu “siapa wanita ini,aku baru melihatnya di perusahaan ku” kata Rio dalam hati “mati aku, kenapa juga aku bisa menabraknya dasar kamu Del baru pertama kerja udah cari masalah, mudah-mudahan dia tidak marah” kata Adel dalam hati. Rio melirik ke Cika “ kalau jalan hati-hati” kata Rio meninggalkan Adel dan Cika di lobi menuju ke lift untuk ke ruangannya. Cika mengajak Adel kembali ke ruangan tapi Adel sibuk menggerutu ki cowok tadi yang tak lain adalah Rio “dasar cowok kurang ekor dingin lagi, ya allah mudah-mudahan aku gak dapat jodoh kayak dia. Kalau sampai aku dapat jodoh kayak dia gak tau aku jadi apa di samping orang dingin kayak gitu” kata Adel dalam hati. Cika yang merasa omongannya tak di dengar oleh Adel pun membalikkan badannya “Adel, ayo kita ke ruang kerja, nanti pak Ken marah” kata Cika yang menyadarkan Adel dari lamunannya “eh.. iya ayo” kata Adel. Mereka pun berjalan menuju ruangan tempat mereka kerja.
...****************...
__ADS_1
Hai semuanya, ini cerita kedua aku semoga kalian suka dengan ceritanya dan terhibur dengan ceritanya😊
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊
Makasih yang udah mau mampir baca novel kedua yang aku buat😊😊😊
__ADS_1