
Cukup banyak persiapan yang dilakukan oleh Rio dan Harun, malam pun berlalu berganti dengan sang mentari nan cerah menyapa bumi dengan sinarnya. Rio, Harun, Arumi, Cika dan Riko telah berkumpul di apartemen Adel sekaligus sarapan bersama. Sarapan bersama pun selesai tak lama pria berjubah itu mengirimkan lokasi tempat mereka untuk bertemu. Pria berjubah itu pun menghubungi Cika “halo, kalian semua cepat bergerak menuju lokasi yanga aku kirimkan tadi” pria itu “baiklah kami segera ke sana” kata Riko, panggilan pun terputus. Mereka semua bergegas menuju mobil “kalian semua ke mobil aja dulu aku mau mengunci apartemen dulu” kata Adel “oke Del” kata Arumi.
“berikan Reno kepada ku, biar kami bisa lebih muda bergerak” kata Rio mengambil Reno dari gendongan Adel “kalau gitu aku ke mobil, nunggu kamu” kata Rio di jawab anggukan oleh Adel. Rio pun meninggalkan Adel, Adel yang sudah memastikan semua orang sudah menuju mobil, Adel kembali memasuki apartemennya mengambil alat yang dia bikin bersama anak buahnya. Dan segera keluar serta mengunci apartemennya.
__ADS_1
Adel pun menyusul temannya “semuanya sudah siap, kalau begitu kita berangkat” kata Riko menjalankan mobil dengan kecepatan rata-rata. Satu jam mereka tempuh untuk sampai di lokasi yang di kirim oleh pria berjubah itu, mereka pun sampai dan yang pertama mereka lihat banyak orang yang berbaju hitam dan satu orang yang memiliki penampilan paling beda di antara semuanya. Pria itu memakai jubah panjang, celana, topi dan kacamata semuanya serba hitam.
Adel bersama semua bestie nya turun dari mobil dan di sambut oleh pria berjubah itu, “selamat datang tuan dan nona” kata pria itu “tak usah basa-basi, apa yang harus kita lakukan” kata Rio. Mereka pun melakukan pergerakan memasuki markas Sanca Black “kok, aneh banget kenapa aku merasa janggal atau Cuma perasaanku saja” kata Adel dalam hati. Markas itu terlihat kosong tak berpenghuni “atau mungkin mereka sudah mengetahui kedatangan kami” kata Adel dalam hati.
__ADS_1
Rio yang mendengar kata terakhir dari Pria berjubah itu membuat telinga Rio panas “berani-beraninya kau menggoda calon istriku” kata Rio “emang apa yang bisa kau perbuat pada ku” tanya Pria berjubah itu, tanpa banyak bicara Rio menghajar pria berjubah itu. perkelahian Rio dan pria berjubah itu seimbang “boleh juga kemampuan mu” kata pria berjubah itu “ini belum seberapa” kata Rio, tak ada satu pun yang melerai mereka.
__ADS_1
Tak lama Heri keluar dari persembunyian nya dan mengepung kelompok Rio. Sedangkan di tempat lain, Faro sedari tadi terus mendengar percakapan mereka melalui alat yang mereka buat waktu itu, tanpa berpikir panjang Faro dan semua anak buahnya bergegas ke lokasi tempat Adel berada dengan melihat sinyal lokasi dari alat itu. mereka pun langsung meninggalkan markas dengan kecepatan tinggi.