Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
obrolan


__ADS_3

Pagi pun menyapa, semuanya telah berkumpul di restoran hotel itu untuk sarapan sedangkan kedua pasangan suami istri itu belum juga datang. “kita makan dulu, kamu jangan menunggu dua pasangan sedang melakukan hal itu pasti mereka akan lama datang” kata bunda. Adel pun memakan sarapan paginya “bagaimana ekspresi mereka setelah tau rasanya sakit, aku tidak sabar melihatnya” ata Adel di dalam hati dengan senyuman aneh “kamu kenapa senyam senyum dari tadi” kata Rio yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Adel “gak kenapa-napa kok, kamu lanjut makan aja” kata Adel. Mereka pun melanjutkan sarapapn pagi dengan hikmat dan di lanjut dengan ngobrol diselingi canda dan tawa.


“coba aja ayah dan ibu masih ada Adel pasti akan senang memiliki keluarga yang utuh, ada ayah, ibu, kak Faro, Rio, Reno dan aku. Tapi itu hanya angan-angan ku yang sampai kapan pun tidak akan terwujudkan, andai saja ayah dan ibu masing ada mereka akan senang melihat cucuknya” kata Adel dalam hati “nak, kenapa kamu melamun” tanya ayah Arumi “tidak yah, Adel hanya kepikiran tentang almarhum ayah dan ibu Adel” kata Adel “kamu gak usah sedih nak, anggap saja kami ini orang tua kamu” kata ayah Arumi “iya yah” kata Adel menepis kesedihannya. Tak lama mereka berbincang-bincang datanglah dua pasangan pasutri, sedangkan wajah Arumi dan Cika di tekuk.

__ADS_1



“kalian kenapa kok wajahnya di tekuk kayak gitu” kata bunda “bunda, bohong katanya melakukan hubungan itu tidak sakit tapi buktinya sangat sakit” kata Cika “iya bunda bohong, kamu juga Del kenapa tidak bilang rasanya sangat sakit” kata Arumi “kan kalian yang gotot mau tau rasanya, itu mah masalah kalian kok aku yang di bawa-bawa” kata Adel. Mereka pun duduk denganwajah yang cemberut berbanding terbalik dengan suami mereka yang sedari tadi wajahnya sangat ceria. Sedangkan ayah dan bunda Arumi hanya senyum mendengar ocehan dari sang anak, “kalau kamu gak mau sakit seperti itu gak usah nikah supaya gak sakit” kata sang ayah “iya benar tuh kata ayah, makanya sampai sekarang aku gak nikah” kata Adel dengan tawa yang pecah.

__ADS_1



__ADS_1


Mereka pun bergegas kembali ke kamar hotel dan merapikan barang-barang mereka, tak butuh waktu lama mereka pun sudah berkumpul di lobby “kalian mau lang sung pulang atau mau singgah di rumah Arumi “ kata bunda “kami langsung pulang aja bun” kara Riko “baiklah kalau begitu, kalian hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut kayak pembalap, bukan sampai tuju malahan menuju ke rumah sakit” kata bunda “baik bunda” kata Rio dan Riko bersamaan.


__ADS_2