Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
KYT 23


__ADS_3

Malam pun tiba Adel dan anak pun berangkat menuju kota C, di kabin pesawat kegelisahan terus saja Adel rasakan “ya Allah, bagaimana kalau aku bertemu pria itu. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku terlalu egois menjauhkan anakku dari ayahnya? Apakah aku harus mempertemukan dia dan anakku? Dia juga berhak atas anakku karena dia adalah ayah biologis anakku, Ya Allah tunjukkan aku jalan yang benar” banyak pertanyaan yang dalam pikiran Adel.


Pagi pun tiba Adel pun telah sampai di bandara kota C, Adel bergegas memanggil taksi tak lama taksi pun datang semua barang Adel telah dimasukkan ke dalam bagasi mobil. “nona, tujuannya mau kemana” tanya sopir “antar saya ke hotel X, pak” kata Adel “baik nona” kata sopir. Adel pun meninggal bandara tanpa menghapus CCTV yang menampilkan dirinya, karena dia berpikir selama apapun dia bersembunyi pasti akan di temukan oleh pria itu.


Adel pun sampai di hotel X, “nona, kita telah sampai, dan barang anda sudah saya turunkan” kata sopir “terimakasih pak, ini uangnya pak” kata Adel sambil menyerahkan dua lembar uang merah dan keluar dari mobil “ini terlalu banyak nona” kata sopir “ambil aja pak” kata Adel “terimakasih banyak nona” kata sopir itu masuk mobil dan dengan wajah yang ceria. Adel pun berjalan memasuki lobi hotel menuju ke meja resepsionis dengan anaknya di gendong pakai tangan kanan dan koper di tangan kiri.

__ADS_1


“ada yang bisa saya bantu nona” tanya sang resepsionis “apakah masih ada kamar yang kosong mbak” kata Adel “tunggu, saya cek dulu” kata sang resepsionis tak berapa lama sang resepsionis itu pun berkata “ada kok nona, tapi kamarnya ada di lantai tujuh nomor a 31” kata sang resepsionis “saya ambil kamar itu mbak” kata Adel pun mengurus administrasi. “silahkan nona, sini saya bantu membawakan kopernya” kata sang resepsionis, Adel pun menyerahkan kopernya “terimakasih mbak” kata Adel di jawab senyuman oleh sang resepsionis.


Mereka pun memasuki lift menuju ke lantai tujuh, mereka pun sampai di lantai tujuh. Adel keluar dari lift “nona boleh saya bertanya” kata sang resepsionis “silahkan mbak, mau tanya apa” kata Adel “itu anaknya, manis sekali dan gak rewel” kata sang resepsionis “iya mbah ini anak saya” kata Adel “kalau boleh tau, bapaknya kemana nona kok gak sama nona” kata sang resepsionis “suami saya masih ada pekerjaan penting makanya dia tidak ikut bersama kami” kata Adel di jawab oh oleh sang resepsionis.


Sedangkan di tempat lain, Rio yang sedang membaca berkas-berkas yang harus dia pelajari tak lama datanglah Ken “tuan” kata Ken “kalau masuk ke ruangan ku ketuk pintu dulu” kata Rio “maaf tuan, saya terlalu bersemangat untuk memberitahukan informasi yang selama ini tuan cari” kata Ken “apakah dia sudah ketemu Ken” kata Rio “sudah tuan dia, terlihat di bandara dengan membawa bayi tuan” kata Ken. Apa mungkin itu adalah anakku, aku harus menemuinya tapi jangan sekarang pasti dia sedang istirahat.

__ADS_1


...****************...


Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊


Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊

__ADS_1


__ADS_2