Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Ruang Rawat


__ADS_3

Rio memperhatikan satu-persatu anak buah Heri dan pandangannya terhenti di pria berjubah hitam itu. Rio memandang pria berjubah hitam itu dengan tatapan permusuhan, sedangkan pria berjubah hitam yang di tatap oleh Rio bergetar tak berani menatap Rio. “aku akan memberikan kalian pilihan, satu kalian bubar dan kembali ke keluarga masing-masing atau pilihan kedua kalian bergabung dengan kelompok ku, tapi apabila aku mendapatkan kalian berkhianat kepadaku kalian akan habis dalam kandang buaya kesayanganku” kata Rio membuat semua anak buah Heri ngeri mendengar pilihan kedua Rio. “tuan apakah tuan serius dengan ucapan tuan tadi” kata Ken di jawab dengan tatapan tajam oleh Rio.


Ken pun memutuskan untuk menutup mulutnya rapat-rapat, “apa pilihan kalian” kata Rio sedangkan anak buah Heri saling pandang satu sama lain. “kami semua memilih pilihan kedua” kata salah satu anak buah Heri menwakili suara semuanya. “baiklah tapi kalian, akan di latih dua kali lipat lebih keras dari pada pelatihan yang telah di berikan oleh mantan bos kalian” kata Rio. “kami semua tidak keberatan dengan pelatihan yang akan kami alami nanti, ini semua adalah pilihan kami” kata salah satu anak buah Heri. “baiklah kalau itu pilihan kalian. Kalian semua ikuti mobil Ken menuju markas pelatihan, Ken lah yang akan memantau langsung pelatihan kalian nanti” kata Rio “baik tuan” kata anak buah Heri yang sekarang telah berstatus anak buah Rio.

__ADS_1



Tubuh Heri telah di bereskan, dan ikatan mereka semu telah dibuka atas perintah dari Rio “Ken, setelah kau mengantarkan mereka semua ke markas pelatihan segera ke rumah sakitku ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu, tentang nama ruangnya yaitu ruangan VIP Cendana” kata Rio “baik tuan” kata Ken. Rio pun berjalan meninggalkan Ken, memasuki mobildan meninggalkan markas Sanca Black. Sekarang kelompok mafia Sanca Black hanya tinggal nama dan sejarah dunia bawah akan menghapus nama Sanca Black dari organisasi dunia bawah.

__ADS_1



__ADS_1


“baiklah kak, kami semua pamit pulang dulu kami titip Adel dan Reno, Assalamualaikum” kata Riko “waalaikumsalam” jawab Faro. Arumi, Harun, Cika dan Riko memutuskan pulang karena mereka merasa lelah, letih, lesuh dan lapar seperti yang di katakana oleh Faro. Mereka pun keluar dari ruang rawat Adel dan terkaget melihat banyak penjaga yang menjaga ruang rawat Adel. Mereka pun segera meninggalkan ruangan itu menuju ke parkiran mobil “pasti latar belakang orang tua Adel tidak seserhana yang kita bayangkan” kata Harun “iya kau benar Har, buktinya saja penjagaan ruang rawat Adel, kalau aku tak salah hitung ada sekitar limas orang yang menjaga” kata Riko. “mending pembicaraan kalian berdua di lanjut besok saja aku sudah ngantuk nih” kata Cika. Mereka pun meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan mobil Riko karena dari awal cuam dua mobil yang mereka pakai yaitu mobil Rio da Riko.


__ADS_2